Seberkas Cahaya Cinta

Seberkas Cahaya Cinta
Bab 6


__ADS_3

"Tanya apa?"


"Kamu kenapa?"


"Maksudnya?"


"Kamu ingat pemuda itu lagi,ya?",duga Ica.


Amel tak menjawab.Yang dilakukannya hanyalah menghela nafas sembari pandangan ke depan.


"Kayaknya kamu itu lagi jatuh cinta deh Mel.."


"Entah lah ca...",desah Amel."Ntah kenapa kak Fandi selalu lewat di kepala ku,kamu tau dari mana soal ini?"


"Ce Mumun"


"oh....",jawab Amel datar.


"Kamu lagi jatuh cinta Mel..."


"Cinta?",Amel mengerutkan dahinya.


"Ya..."


"Hahaha....",Amel tertawa.


"Kenapa kamu ketawa?",kali ini Ica yang mengerutkan dahinya.


"Apakah cinta itu beneran ada...hhh.."


"Menurut kamu sendiri gimana?"


"Yang aku tau.Selama ini,cinta itu hanyalah sekedar kedok bagi manusia untuk menutupi keburukan nya.


Dengan mengatas nama kan cinta.Manusia


kadang justru berbuat seenaknya, memperkosa,membunuh,merampok..."

__ADS_1


"Kalau itu bukan cinta Mel,itu nafsu"


"Apa bedanya?"


"Jelas beda"


"Coba jelaskan apa bedanya?",tanya Amel.


Ditanya begitu Ica kebingungan sendiri.Dia saja baru mengalami kegagalan dalam dunia percintaannya.Dan di tipu oleh seorang lelaki yang mengatasnamakan cinta.Kalau ia tau perbedaan Antara nafsu dan cinta, mungkin ia tidak akan mengalami hal itu.


"kok diam?"


"Aku...aku gak tau .."


"kenapa bisa ga tau jawabannya...?"


"Kalau aku tau definisi cinta dan nafsu, mungkin aku gak bakal ketipu"


"Makanya jangan percaya dengan apa yang namanya cinta.Itu bohong.Buktinya lelaki yang bohongi kamu itu.Dia bilang cinta kan sama kamu ca?"


"Iya sih, cowok itu emang nipu aku.Tapi aku yakin kalau cinta itu beneran ada.Tapi mengenai definisi nya aku gak tau.Maklum aku cuma tamatan sekolah SD,Mel.Kalau kamu pengen tau apa bedanya nafsu sama cinta tanya lah sama orang yang lebih tau..."


"siapa?"


"Kak Fandi.Siapa tau,dia tau.Keliatannya dia orang baik gitu dan terpelajar"


"Ga yakin ca... Masih ragu ragu..."


"Kenapa?"


"Khawatir dia sama sama cowok yang nipu kamu itu"


"Iya juga ya...",gumam Ica."Memang susah ya nyari orang yang betul betul baik jaman sekarang.Ada aja macam kedoknya,apalagi di kota besar begini..."


Amel kembali menghela nafas.Ia bertambah semakin gelisah.


"Aduh....kenapa aku jadi begini sih?",keluh Amel tiba tiba yang membuat Ica terkejut dan merasa heran.

__ADS_1


"Ada apa,Mel?"


"Nggak tau.."


"Aneh ..."


"Iya ca aneh,aku sendiri aja gak tau kenapa..."


Lalu keduanya sama sama terdiam. Termenung dengan pikirannya masing masing.Namun yang pasti isi pikiran nya sama,yaitu tentang FANDI.


"Oh iya ca",ucap Amel tiba tiba membuyarkan keadaan hening tadi.


"Iya Mel.. kenapa?"


"Mau gak gantiin sifat kerjaku malam ini"


"Wah,boleh tuh... lagi butuh uang juga"


"Ya udah,ini alamatnya.Tuh udah aku share look ke kamu ya..."


"Tunggu Mel... kalau ditanya nanti gimana?kok beda orang?Amel kemana?"


"Tenang aja orang ini simpel kok, bilang aja Amel lagi ga enak badan,ok ca?"


"Ok,Mel.Ya udah aku pergi ya.."


"Mau diantar mas Paijo ga?"


"Ga usah Mel...aku naik taksi online aja"..


" Eee... Gapapa aku serius loh"


"Aku juga gapapa,maaf udah ngerepotin kamu",suara Ica sudah terdengar menjauh.


"Gak repot sama sekali ca",Amel menguatkan suara nya agar terdengar sampai ke Ica.


Akhirnya, Amel menceburkan diri ke kolam renang.

__ADS_1


__ADS_2