Sebuah Kisah Dan Rasa

Sebuah Kisah Dan Rasa
Bab 2 Musibah


__ADS_3

Pov Maya...


Aku baru saja selesai dengan kegiatanku sebelum berangkat ke kampus yaitu make up, karena tentu saja aku harus terlihat lebih cantik dan wangi saat Kevin pacar gantengku menjemputku nanti, tapi tiba-tiba Rima sahabatku mengajak buat ngampus bareng, ya tentu saja aku terpaksa menolak dan akhirnya iapun pergi sendiri.


Saat aku sudah berada di parkiran buat nunggu Kevin, tanpa sengaja aku melihat Rima seperti sedang mengalami masalah dengan seseorang dan aku tidak tahu siapa. Aku segera mendekati mereka dan terlihat di hadapan Rima ada seorang malaikat tampan yang hanya memandangi Rima yang terus meminta maaf.


"Sayang hari ini gak usah jemput aku, soalnya Rima ngajak bareng ke kampus. Ok" pesan yang ku kirim pada Kevin.


"Loh kenapa yang?"


"Cuma pengen bareng Rima aja, gak papa kan!" balasku


"Oh, ya udah lagian aku juga baru siap² nih mungkin agak telat."


"Ok deh, kamu hati-hati ya yang."


"Iya, kamu juga." setelah mendapat jawaban dari Kevin, aku segera memamggil Rima dan menghampirinya.


"Rima...." teriakku, mereka berduapun kompak menoleh.


"Alu nebeng sama kamu deh, soalnya Kevin gak jadi jemput ada urusan mendadak katanya." pintaku setelah berada di samping nya


"Ah, ok." jawab nya, kemudian iapun kembali menoleh ke arah pria di hadapan kami yang hanya diam menatap Rima. Sejujurnya aku sedikit risih dengan tatapan pria ini, walaupun bukan aku yang d lihat tapi aku tahu Rima pasti merasa tak nyaman. Karena terlalu fokus dengan pria tampqn di hadapan kami, aku samapi tak sadar jika Rima sudah menarik tanganku untuk menjauh dari sana.


..........


"Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam, sudah pulang Nak!" tanya ibu setelah membukakan pintu rumah


"iya bu." jawab Resa sembari mencium punggung tangan ibu nya.


Resa adik kedua Rima. Resa sosok anak yang lebih pendiam di bandingkan Rima juga adik bungsu mereka Rina, tapi ia memiliki wajah yang lebih cantik dan putih di banding kedua saudaranya, usianyapun baru beranjak 17 tahun.


"ya sudah, beraih-bersih dulu sana habis itu kita makan siang bersama." perintah ibu sebelum kembali ke dapur untuk menyelesaikan masakannya.


"Bu!" panggil Resa


"Ya.." jawab Ibu masih fokus dengan tempe yang sedang di goreng.


"Hmm, gak papa cuma pengen manggil ibu aja." lanjut Resa tersenyum canggung, kemudian kembali ke kamar nya.


(Aku gak bisa bilang sama ibu, sebaiknya aku cerita sama Kak Rima aja nanti.) lirihnya


(Ya Allah, hamba tahu jika anakku sedang dalam masalah, namun ia tak ingin menceritakannya pada ku. Hamba mohon mudahkanlah segala urusan anak-anakku ya Allah. Aamiin.) batin bu Maryam sambil memperhatikan Resa dari belakang.


"Rina yang pimpin do'a nya ya Nak!" ucap Ibu setelah mereka bertiga sudah berada di meja makan.

__ADS_1


"Bismillaahirrohmaanirrohiim. Allahumma bariklana fiimaa rozaktanawakina adzaabannar."


"Aamiin." jawab Resa dan ibu.


tak ada suara di antara mereka hanya ada suara sendok yang saling bersahutan.


"Bu, Resa masuk ke kamar dulu ya, ada tugas sekolah!" Resa segera beranjak dari tempat nya setelah selesai mencuci piring dan membereskan meja makan.


Di kamar....


(Kak, masih lama ya kuliahnya?) Resa mengirimkan pesan pada Rima denga wajah yang terlihat takut dan sedih. Beberapa menit Resa menunggu akhirnya ada balasan.


(Ini udah mau pulang. Kenapa?) jawab Rima


(Resa mau cerita sama Kak Rima)


(Cerita apa dek?)


(nanti aja deh Resa cerita kalo Kak Rima udah sampe rumah.)


(ya udah, Kakak udah mau berangkat nih.)


(ya, hati-hati Kak.) balas Resa. Rima hanya membalasnya dengan emotikon tersenyum, kemudian menyimpan hp nya ke dalam tas dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan stabil.


Di sebuah perusahaan yang sangat terkenal sedang ada pembersihan karyawan, alias PHK. sangat kebetulan Ayah Rima bekerja di perusahaan tersebut, tapi untungnya ia tidak di pecat melainkan naik jabatan dari karyawan biasa menjadi manager, namun dengan syarat bahwa ia harus pindah ke kota yang sudah di tentukan oleh perusahaan.


"Jika boleh, saya ingin meminta waktu untuk berfikir pak dan berbicara dengan keluarga saya!"


"Baik, saya kasih Anda waktu 3 hari, jika dalam waktu 3 hari saya belum mendapat jawaban dari Anda maka terpaksa posisi ini akan saya gantikan dengan yang lain." tegas sang CEO. Pak Haryo hanya mengangguk setuju kemudian izin untuk segera pulang.


Sedang di rumah. Rima baru saja sampai...


"Assalamualaikum." Rima mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam." Resa segera membukakan pintu setelah mendengar suara Kakaknya.


"Ayah belum pulang dek?" tanya Rima saat sudah masuk ke dalam rumah dan melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 16.45 itu. Resa hanya menggeleng dengan ekspresi wajah cemas nya.


"Kalo ibu sama Rina?"


" Ada di kamar Kak." jawab Resa masih dengan ekspresi wajah yang sama. melihat itu Rima mendekati adik nya.


"Res, ada masalah?" tanya Rima menatap Resa


"Kak..." Resa menunduk tak mampu menatap mata Kakaknya


"Ada apa dek?" Rima merasa sesuatu terjadi pada adik nya.

__ADS_1


"Resa..." Resa menggantung ucapannya membuat Rima menjadi khawatir


"ke kamar Kakak aja." ajak Rima menggenggam tangan Resa menuju kamar nya


"ada apa dek, cerita sama Kakak!" tanya Rima saat sudah berada di dalam kamarnya dan duduk berdampingan di atas kasur.


"Kak, Resa..." lagi-lagi hanya kata itu yang keluar dari mulutnya yang semakin keluh.


"Kamu ada masalah?" Resa hanya mengangguk air matapun mulai membasahi wajahnya


"eh, dek kenapa malah nangis!" ucap Rima bingung dengan sikap adik nya yang tiba-tiba saja menangis.


"Kak..." Resa memeluk Kakaknya dan menangis tersedu sedu


" ya ampun dek, masalah kamu pasti berat banget ya sampe nangis kayak gini." Rima mengusap punggung adiknya dengan lembut. Rima menunggu sampai Resa merasa lebih tenang.


"Ok, sekarang kamu bisa cerita sama Kakak, kamu punya masalah apa siapa tahu kan Kakak bisa bantu!"


sudah beberapa hari belakangan ini Rima memperhatikan sikap Resa yang agak aneh, dari yang biasa nya selalu bersemangat tapi akhir-akhir ini Rima merasa adik nya itu sedikit berubah menjadi semakin pendiam dan selalu menghindari orang-orang.


Resa masih setia dengan diamnya, melihat itu Rima merasa frustasi ia menarik nafas cukup dalam dan menghembuskannya secara kasar hingga terdengar oleh Resa.


"Kalo kamu cuma diam kayak gini, gimana Kakak bisa bantu dek!" mendengar ucapan Kakaknya, Resa memberanikan diri menatap Kakaknya.


"Aku... aku melakukan kesalahan Kak."


"kamu ngelakuin kesalahan." Resa mengangguk


"fatal?" lagi-lagi Resa hanya mengangguk mengiyakan ucapannya. Melihat sikap adiknya, Rimapun mulai merasa khawatir.


"Sekarang kamu tenangin diri kamu dulu habis itu kamu ceritain semua nya sama Kakak. ok" Resa mencoba menenangkan perasaannya, dan mulai menatap Kakaknya dengan sendu.


"Resa takut Kak."


"apa yang kamu takutkan dek, cerita sama Kakak."


"Resa... Resa hamil Kak.." mendengar kata hamil dari mulut adik nya, seolah ada sambaran petir yang langsung mengenai hati nya sakit tapi gak berdarah.


"kamu hamil?" tanya Rima mencoba meyakinkan pendengarannya. Resa hanya memgangguk tanpa berani menatap mata Kakaknya. untuk beberapa saat hanya ada keheningan di dalam sana, Resa hanya menangis tanpa suara sedang Rima masih mencerna ucapan adik nya, meski terdengar sangat jelas namun ia merasa aeperti sedang betmimpi. Rima hanya menatap Resa kosong hati nya begitu hancur, ia memikirkan perasaan orang tuanya saat nanti mereka tahu, Rima yakin kedua orang tuanya pasti akan lebih hancur setelah mendengar berita ini.


Hallo men temen,, jangan lupa like dan komen ya!


in syaa Allah mulai besok up date setiap malam jam 8...


maaf ya kalo masih banyak kata-kata yang kurang baik, maklumlah masih amatiran dan karya pertama.. jadi mohon dukungannya dan komennya yang mendukung...


Trimakasih.....

__ADS_1


__ADS_2