Sebuah Kisah Dan Rasa

Sebuah Kisah Dan Rasa
Bab 3 Kekecewaan yang mendalam


__ADS_3

Resa terus menangis, sedang Rima hanyut dengan fikiran yang masih berkecamuk dalam benaknya.


"Kak.. " panggil Resa dengan suara yang hampir tak terdengar.


Dengan tatapan sendu, Rima mencoba menahan segala rasa dalam hati dan fikirannya. Tatapannya begitu dalam seolah mencari kebohongan dari segala yang Resa ceritakan beberapa waktu yang lalu, namun sayang hanya ada kejujuran dan kesedihan yang ia dapatkan.


Rima menarik nafas panjang dan kembali menatap Resa yang sudah menangis sesenggukan. Melihat adiknya yang sudah berantakan, ada rasa iba dalam hatinya hingga ia mencoba menahan amarah yang hampir saja terlampiaskan.


"Sekarang kamu ceritakan semuanya sama Kakak, dan jangan sampai ada yang terlewatkan. " suara Rima terdengar tegas namun ada getaran yang menandakan bahwa ia pun sedang menahan tangis.


Dengan suara yang hampir hilang, Resa menceritakan semua kejadian yang menimpanya hingga hamil.


Setelah mengetahui segalanya, Rima semakin merasa terpukul ia begitu bimbang sekaligus bingung.


"Kak.. "


"Kakak akan bantu buat ngomong sama Ayah dan Ibu."


"Maafin Kakak karena sudah gagal menjaga kamu, begitu banyak penderitaan yang harus kamu lalui sendirian." ucap Rima menatap Resa, air matapun sudah sangat membasahi pipinya. Resa yang mendengar penuturan sang Kakak semakin merasa bersalah dan tangisnya pun makin pecah begitupun Rima. mereka saling berpelukan untuk sekedar memberi kekuatan satu dengan yg lain.


"Sekarang kamu masuk kamar istirahat, kakak gak mau kamu sakit." Rima melepas pelukannya. Resa hanya mengangguk dan beranjak dari tempatnya.


"Nanti malam kita bicarakan sama Ayah dan Ibu." lanjut Rima saat Resa hendak keluar dari kamarnya. Resa kembali mengangguk menyetujui saran Kakaknya, walau dalam hati ia masih merasa takut akan reaksi kedua orang tua mereka, namun ia pun yakin bahwa ini yang terbaik baginya.


Setelah kepergian Resa, Rima menangis dan meluapkan segala kekecewaan di dalam kamar mandi agar tak ada yang mendengar.


Sedangkan Resa yang sudah berada dalam kamarnya kembali menangis, ia merebahkan tubuh ke kasur dan mencoba mengingat setiap kejadian yang ia alami.

__ADS_1


#................ #


"Lepasin lex aku mau pulang" teriak seorang gadis dengan pakaian SMA yang masih melekat di tubuhnya. Dia adalah Resa, dengan susah payah ia mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman seorang pria bernama Alex.


"Nggak semudah itu Res. " jawab Alex sambil terus menarik tangan Resa dengan kasar dalam genggamannya ke dalam rumah kosong. Resa yang merasa takut terus mencoba melepaskan diri dari Alex, namun kekuatannya tak sebanding. Dengan kasar Alex melempar Resa hingga kepalanya membentur dinding dan terluka, namun tak sedikitpun Alek merasa kasihan ia justru tersenyum penuh kemenangan. Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Resa kembali mencoba bangkit dan berusaha lari dari Alex, namun semua hanya sia-sia karena kini pria itu sudah sangat hilang kendali.


"Tolong lepasin aku Lex, aku mau pulang! " lirih Resa pelan namun masih bisa di dengar Alex. Tapi justru bukan kasihan ia malah kembali tertawa, karena akhirnya wanita yang begitu ia cintai akhirnya memohon belas kasihan, namun sayang itu sudah tak berguna. kini hawa nafsu sudah menguasai dirinya, bahkan otak pun sudah tak bisa berfikir dengan jernih.


"Andai, andai aja kamu nggak nolak aku mungkin kamu nggak harus ngerasain Res. Aku sangat mencintai kamu, tapi kenapa, kenapa Res, kenapa kamu nggak pernah bisa melihat aku, kenapa? " teriak Alex sambil terus menindih tubuh Resa yang masih terus memberontak.


Alex yang sudah kalap, berusaha melepas pakaian yang di kenakan Resa dengan kasar bahkan kini tubuh Resa penuh dengan luka-luka akibat kuku tajam milik Alex.


"Jangan lex, jangan aku mohon lex! " pintar Resa seakan putus asa karena tak mampu melakukan apapun untuk bisa lolos dari cengkraman Alex.


Hingga akhirnya semua terjadi dengan begitu cepat, bahkan tanpa perasaan Alex meninggalkan Resa begitu saja dengan keadaan yang berantakan.


Seperti siang tadi, Resa yang tiba-tiba pingsan setelah melihat Alex tepat di hadapannya.


Resa yang sedang bersiap untuk pulang, Tiba-tiba harus di hadapkan dengan Alex yang masuk ke dalam kelasnya untuk memberikan surat undangan


bagi orang tua siswa. Resa yang belum menyadari kehadiran Alex masih sibuk dengan buku-buku, hingga tiba gilirannya.


"Ini... " ucap Alex saat sudah berada tepat di hadapan Resa. Resa yang mendengar suara yang sangat familiar di telinganya, mendadak diam tak bergerak ada rasa takut yang menyeruak dalam dirinya bahkan tubuhnya kini sudah gemetar karena takut. Ragu-ragu Resa mengangkat kepalanya dan melihat orang yang berdiri cukup dekat dengannya. Belum ad 5 detik setelah Resa melihat Alex, ia pun pingsan dan semua yang ada di kelas pun berlari mendekatinya termaksud Alex yang terlihat sangat panik dan khawatir, dengan sigap ia membawa Resa ke ruang UKS.


("Maaf, seharusnya aku bisa menerima keputusan kamu buat gak nerima aku, harusnya aku lebih berusaha buat dapetin kamu dan gak seharusnya aku ngelakuin hal itu ke kamu. Maafin aku Res, aku benar-benar nyesel.") batin Alex.


Ada rasa penyesalan dalam hatinya, karena akibat kebodohannya sendiri, sudah menyakiti wanita yang ia cintai. Sayang nasi sudah menjadi bubur, kini hanya ada penyesalan yang ia rasakan. bahkan tak jarang ia mengutuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Bro, di panggil noh sama pak Arman.... " panggil Rio sahabat Alex.


"Hmmmmm.. " jawab Alex beranjak dari tempatnya, sesaat ia menatap wajah Resa yang pucat, bahkan masih sangat ia ingat di kepalanya wajah takut Resa saat ia memaksakan kehendaknya pada Resa. Wajah yang dulu penuh dengan tawa dan keceriaan juga semangat, kini hanya ada rasa takut dan semua itu karena kesalahan juga kebodohannya. Alex segera pergi dari sana karena ia takut jika nanti Resa bangun pasti kejadian tadi akan terulang kembali.


Beberapa menit setelah kepergian Alex, Resa sadar dari pingsannya. Cukup lama Resa pingsan hingga membuat sahabat-sahabatnya merasa khawatir termaksud Alex.


"Res, akhhhh,, akhirnya kamu sadar juga aku khawatir banget tahu lihat kamu tiba-tiba aja pingsan kayak gitu tadi. Kamu kenapa bisa pingsan kayak itu sih? kamu sakit ya! tapi kenapa kamu diem aja gak bilang kalo lagi sakit sih jadi kan bisa istirahat aja di UKS." pertanyaan yang bertubi-tubi di lontarkan Keyla salah satu sahabat Resa yang cerewet sekaligus perhatian. Resa yang tadinya sedikit linglung jadi tersenyum dengan tingkah sangat sahabat.


"Woy, Satu-satunya napa nanyanya lihat tuh Resa jadi bingung." Rosi yang dari tadi hanya diampun ikut bicara.


"yaelah, namanya juga khawatir." kesel Keyla sambil memonyongkan bibirnya be erapa senti.


"Khawatir, tapi gak gitu juga kali Maemunah.." ledek Rosi sambil tersenyum mengejek. Melihat perdebatan ke dua aahabatnya, Resa hanya tersenyum dan untuk sesaat ia lupa mengapa bisa berada di UkS.


"Sudah-sudah, mendingan kita pulang udah sore nih kayaknya."


"Kamu udah kuat Resa? " tanya Rosi


"lumayanlah, tapi aku mintak tolong anterin bisa nggak? "


"Bisa dong.. " jawab Keyla semangat.


Tanpa mereka sadari, di depan pintu sudah ad Alex yang memperhatikan dan mendengarkan percakapan 3 sahabat itu.


Maaf ya baru bisa up.....


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2