
Setelah kami sampai di ruangan kelas kami, aku dan yang lainnya duduk ditempat yang dekat kecuali reverie, ia duduk dengan kelompoknya dan mike berkata, "Sayang sekali..." Dan aku menjawabnya, "Mau bagaimana lagi kan...?" Dengan begitu kami menunggu sampai guru tersebut datang, dan guru pertama adalah pelajaran sejarah.
Oleh karena itu aku membuka isi tas untuk mengambil bulu sejarah... tetapi ternyata tidak ada disana.
S-SIAL...! LAGI DAN LAGI, WHY...! WRRRRRYYYYYYY...!
Aku pun melihat kearah jack dan mengatakan, "O-Oi Jack... apa kau ada buku sejarah...?" Tanya ku pada jack dan dia melihat kearah ku dengan tatapan yang begitu tajam sambil mengatakan, "Tidak...!" Dengan begitu mike menghembuskan nafas nya, dan mengatakan, "Kalian lebih baik keluar dari kelas dan pergi ke perpustakaan." Dan kami tersenyum dan mengatakan, "Kalau begitu kami pergi dulu...!" Dan kami langsung berlari begitu cepat ke pintu keluar kelas untuk menuju ke perpustakaan tetapi ada suara keras, "EIIITS...! KALIAN MAU KEMANA...?!" Tanya guru tersebut, dan kami langsung berhenti tetapi terjatuh, "Kaaaah...!" Dan bam...!
Dan mereka berdua dimarahi oleh guru tersebut karena lupa untuk meminta izin untuk keluar dari ruangan dan mike berkata dengan suara kecil, "Dasar orang-orang bodoh." Dengan begitu mereka berdua langsung menuju pintu dan mengatakan, "Kalau begitu kami permisi dahulu..." Dan mereka langsung turun ke lantai pertama dimana perpustakaan tersebut berada, ketika mereka sampai di perpustakaan joey merasa perut nya begitu merasa mulas, oleh karena itu ia berkata pada Jack untuk menunggunya, "Maaf Jack...! perut ku merasa begitu mulas, aku ingin ke toilet sebentar tolong jangan tinggalkan aku...!" Ucap joey kepada Jack, dan Jack memanggut kepalanya dan mengatakan, "Baiklah aku tunggu sini, kau tidak perlu terlalu terburu-buru." Dengan begitu joey langsung pergi menuju ke toilet tetapi ketika sesampai di toilet tersebut...
"Eh...? apa ini...?" Ia mengeluarkan isi hatinya melalui mulutnya tersebut tanpa disengaja, semakin ia masuk kedalam ruangan tempat toilet, semakin lama kecium sebuah aroma... awalnya dikira itu adalah sebuah aroma dari sebuah kotoran manusia, oleh karena itu joey mencoba untuk masuk keruangan toilet lebih dalam, dan melihat lorong dari toilet tersebut...
Terdapat sebuah bola menggelinding, terdapat sebuah bola menggelinding.
Sebuah bola, sebuah bola, sebuah bola, sebuah bola, sebuah bola, sebuah bola, sebuah bola, sebuah bola, sebuah bola, sebuah bola.
Benar... di depanku terdapat sebuah bola, tetapi apakah itu benar sebuah bola...? hentikan lah kebiasan buruk mu itu joey, kau mungkin salah lihat, tapi... dilihat dari manapun juga...
"Itu... bukan sebuah bola... bukan...?" Aku bergumam sendirian, seluruh bulu kuduk milik ku menaik begitu saja, aku mencoba untuk tidak menerima fakta yang ada didepanku, tetapi tetap saja, mata tidak bisa membohongi.
Ketika aku melihat dengan pandangku begitu jelas...
__ADS_1
Benar, kepala dari seseorang... lebih tepatnya kepala dari seorang murid telah tergeletak tepat didepanku.
Aku tidak bisa bergerak seluruh tubuhku begitu berkeringat, banyak sekali air yang turun dari jidatku mengalir begitu deras, aku tidak yakin apa pada saat itu aku bernafas atau tidak tetapi ada suatu hal yang begitu pasti, jantung ku berdetak, jantung ku berdetak, benar... berdetak dengan begitu cepat.
Pada saat itu aku tidak begitu menyadari, bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar, tetapi otak ku terfokus pada suatu titik oleh karena itu aku tidak melihatnya, tapi aku benar-benar melihatnya.
"S-Seseorang...?" Ucapku, rasa takut milik ku sudah begitu tinggi, aku sudah tidak bisa menahannya, firasat ku mengatakan bahwa...
Orang ini berbahaya, kau harus lari.
Oleh karena itu aku langsung berlari dengan begitu cepat menunu ke sebuah ruangan terdekat, yang ternyata ruangan tersebut adalah ruangan audisi yang artinya ruangan yang begitu lebar, dengan begitu cepat aku bisa mendengar sebuah suara dari kuping kiri dan kananku, terasa sangat begitu bising, aku sudah sampai dipintu ruangan audisi tersebut dan aku melihat kearah belakangku, keluarlah sebuah wujud pedang dari ruangan toilet yang sebelumnya, sepertinya ia ingin mengejarku.
Oleh karena itu aku membuka pintu tersebut dan masuk hingga menutupnya kembali sambil berharap ia tidak mengetahui bahwa aku telah memasuki ruangan audisi...
Tetapi tidak, aku mendengar sebuah suara dari tepakan dari kaki seseorang, aku merasa jantungku berdetak sesuai dengan tepakan kaki tersebut.
Tak...! Tak...!
Suara dari tepakan kaki yang sedang berjalan di sebuah lorong menuju kesini, aku sudah bisa merasa bahwa aku sedang bernafas, dan pada saat itu aku tidak menyadari bahwa dari tadi pernafasan ku ternyaga begitu berat, dan orang tersebut membuka pintu tersebut dengan mendobraknya hingga pintu tersebut menabrak tembok hingga membuat suara yang begitu besar, tetapi orang... lebih tepatnya monster tersebut tidak melihat joey berada dimana.
__ADS_1
Dikarena kan sebelum monster tersebut mendobrak pintu ketika sedang berada di depan pintu, joey memutuskan untuk langsung berlari cepat ke pintu satunya lagi, diruangan tersebut terdapat 3 pintu yang berbeda, jadi secara bersamaan ketika monster mendobrak pintu, joey langsung membuka pintu yang satunya lagi, oleh karena itu monster tersebut mencoba mencarinya lagi.
M-Mengapa ini terjadi padaku...?! Mike...! Jack...! Siaaaal...!
Dengan begitu aku melihat sebuah ruangan yang tertulis semacam gudang penyimpanan, aku merasa tidak bagus untuk memasuki ruangan tersebut, tetapi secara instingku aku terpaksa memasuki ruangan tersebut dengan cepat, disana terdapat rak-rak yang begitu besar dan juga lebar, bahkan sebuah sofa bisa ditaruh di atasnya, rak tersebut bersifat bertingkat, aku tidak tau ingin bersembunyi dimana tetapi aku mendengarnya lagi...
Tak...! Tak...!
Sebuah tepakan kaki tersebut aku mendengarnya lagi, oleh karena itu dengan memikir terburu-buru aku membuat hasil ingin mengumpat dibawah rak tersebut, dan tentu aku langsung jongkok dan mencoba untuk merangkak kedalam rak tersebut, kepala ku menghadap kesebuah pintu untuk melihat apakah ia memasuki ruangan tersebut, dan lagi monster tersebut mendobrak pintu tersebut.
Semoga dia tidak menemukan ku...! semoga dia tidak menemukan ku...!
Itulah yang ada dipikiranku saat ini, keringatku turun sekali lagi, tubuh ku terasa begitu panas.
Pada saat itu jantungku berdetak dengan begitu cepat aku berharap agar ia tidak mengetahui bahwa aku berada disini, aku menutup mataku sementara dan menghiruo nafas, aku masih mendengar tepakan kakinya tersebut.
Tak...! Tak...!
Dan berhenti, pada saat itu aku merasa begitu lega bahwa tepakan kakinya berhenti oleh karena itu aku mencoba membuka mataku perlahan-lahan...
"Apakah ia sudah pergi...?" Tanyaku sendirian, tetapi ketika aku mencoba merangkak keluar aku tidak bisa, ketika aku melihat kebelakang kaki ku...
__ADS_1
Episode : Bab4. Hari pertama sekolah - Tamat
(Note: Saya benar-benar tidak tau mengapa gambar diatas menjadi warna putih yang begitu terang padahal itu gelap, mungkin novel toon memiliki sistem sensor ship terhadap tubuh manusia...?)