
Aku terbangun dikasur ku, membuka mataku dengan begitu lebar, di pandanganku diatas terdapat kasur milik mike, dan waktu sudah pagi, pernafasan ku terasa begitu sesak, aku mencoba untuk bernafas yang dalam, dan mencoba untuk turun dari kasurku tetapi tetap duduk dikasur tersebut sambil melihat tembok.
Apakah... barusan semalam hanyalah mimpi...? kalau memang benar begitu maka apa Jack mengingatnya...? kalau Jack tidak mengingat kejadian pada malam hari, maka itu hanyalah mimpiku saja.
Dan aku berdiri dan melihat kearah mike, mike sedang tertidur disana, dan tentu aku merasa sedikit lega dan menaiki tangga untuk membangunkannya karena minggu kemaren kami melamar kerja untuk paruh waktu demi menambah uang jajan, pada hari biasa seperti senin sampai jumat, kerja kami dari jam 5 sampai jam 10 saja, sedangkan hari libur dari jam 8 pagi hingga jam 8 sore.
Dan aku mencoba menggoyang-goyangkan tubuhnya untuk membangunkan mike, dan mike perlahan-lahan membuka matanya dan berkata bahwa ia akan bangun dan menyuruh ku mengecheck Jack terlebih dahulu dan aku berkata, "Kalau begitu aku check ia dulu, kau bangun jangan lupa." Dan aku turun dari tangga tersebut dan membuka pintu menuju pintu depanku yaitu kamar reverie dan Jack ketika aku memasukinya, aku hanya melihat Jack sedang berada di bangku dan menulis sesuatu di bukunya dimeja tersebut, reverie sedang tidak berada di dalam, dan aku mencoba mendekatinya dan berkata, "Apa yang sedang kau tulis Jack...?" Tanya ku pada Jack, dan Jack berkata menulis sebuah kejadian jadi kalau ia menghilang ataupun mati, tulisan ini akan menjadi bukti, jadi dia membicarakan tentang malam hari kemaren tersebut.
__ADS_1
Dan aku berkata padanya, "Jadi kau mengingat bahwa monster itu ada bukan...?" Tanya ku padanya untuk memastikannya, dan ia menjawabnya, "Ya aku benar-benar mengingat nya, tidak mungkin itu adalah mimpi, monster tersebut membawa kita kembali kedalam asrama." Dan aku merasa bingung, kalau memang benar begitu mengapa monster tersebut tidak membunuh kami saja...? Dan sepertinta Jack mengetahui apa yang sedang kupikirkan, dan ia menjawab bahwa, "Monster tersebut... dari yang kupikirkan dengan baik, sepertinya dia ada diantara kita berempat." Aku terkejut dengan pernyataan Jack, mengapa empat...? apa dia juga menyebut dirinya juga...? dan dia menjawab bahwa kita tidak bisa mempercayai siapapun diantara kita berempat termaksud diri sendiri, ucapnya tersebut.
Dan aku berkata pada Jack, "Kalau begitu bagaimana ini Jack...? sudah jelas bahwa itu bukan kita berdua bukan...?" Tanya ku padanya, dan ia menggelengkan kepalanya dan berkata bahwa itu tidak benar, jikalau monster tersebut memiliki kekuatan psikologis untuk membuat mangsanya merasa takut, mungkin saja ia bisa membuat ilusi melewati pikiran psikologis manusia, yang memasuki otak kami, kayaknya sebuah gelombang, ucapnya.
Jadi begitu, oleh karena itu kita tidak bisa mempercayai siapa saja, dan mungkin Jack juga berfikir mungkin monster tersebut bisa menghapus memorinya sendiri dan tidak tau bahwa dirinya sendiri adalah monster, mungkin itu yang dimaksud oleh Jack.
Apakah aku, adalah monster itu sendiri...?
Tidak itu tidak mungkin, aku mencoba untuk menolak tetapi tetap saja. Aku dan Jack keluar dari kamar tetapi mike tidak ada diluar, sepertinya ia masih didalam kamar sedsng tertidur, ketika kami masuk kedalam mike tidak ada, "Dimana dia...?" Tanya Jack, dan aku berkata mungkin dia sudah pergi ke kamar mandi karena dia melepaskan pakaiannya di bangku nya, dan tentu aku mengambil pakaian ku dan turun bersama Jack kebawah untuk pergi ke kamar mandi, dan benar saja disana sudah ada mike duluan yang sedang mandi dan aku berkats pada Jack, "Apa kita perlu bercerita pada mike...?" Tetapi Jack menolak dan berkata, "Sudah kubilang bukan...? kita tidak bisa mempercayai siapa saja, artinya kita tidak boleh bercerita itu akan menambah buruk situasi jikalau reverie ataupun mike memang monster tersebut." Ucap Jack, setelah itu aku memasuki kamar mandi.
__ADS_1
Setelah itu kami bertiga memutuskan untuk pergi ke gedung kafetaria untuk makan disana, setelah kami memesan makanan kami menaruh makanan tersebut dimeja yang telah kami pilih, disana mike berkata, "Kalian berdua dimana saja pada malam hari...? aku benar-benar terkejut loh setelah kembali kekamar dengan reverie kau menghilang, joey." Tanya mike pada kami, dan juga mike berkata, "Pada malam hari kalian tertidur didalam sekolah dan dibawa oleh satpam, dan kata satpam tersebut benar-benar menyusahkan tau." Ucap mike pada kami, dan aku melihat kearah Jack, dan Jack juga melihat kearahku, ada satu hal yang tidak kami mengerti, memang benar masuk akal jika yang membawa kami ke asrama adalah satpam dan aku berkata, "Kalau memang begitu, mike, kau tadi malam ada dimana...?" Tanya ku padanya, dan mike tersenyum dan berkata, "Apa maksudmu...? aku berada di toilet." Tetapi kami sudah pergi ke toilet ia tidak ada, mau di asrama maupun sekolah tidak ada.
Tetapi tidak mungkin, tidak mungkin bukan...?
Dan aku dan Jack kembali memakan-makanan kami, dan setelah usai seperti biasa menaruh nya di rak piring kotor, setelah itu kami keluar dari pintu gedung kafetaria, pada saat itu kami melewati murid yang sedang berjalan kearah kami dia memasuki kafetaria seakan-akan mengabaikan kami, ia memiliki rambut warna hitam tetapi diatasnya terdapat warna biru, dan matanya juga biru, dan Jack berkata, "Dasar orang yang aneh." Tetapi mike membalas ucapan Jack pada orang tersebut, "Memangnya ada orang yang jauh lebih aneh dari mu bodoh..." Seperti biasa humor kami memang lah kecil, dan kami tertawa bersama.
Benar... tidak mungkin mike adalah pelakunya, karena ia adalah teman kami, dan kami kembali berjalan menuju gerbang sekolah awalnya lurus dari kafetaria dan belok kesebelah kiri, dan berjalan lurus disebelah kiri kami terdapat sebuah taman bunga dan yang lainnya seperti buah-buahan, sepertinya itu teman praktek bercocok-tanam, dan kami hanya terus menuju depan dan disana terdapat pintu gerbang tersebut untuk keluar harus menunjukan tanda pengenal pada satpam, dan satpam tersebut bertanya pada kami ingin pergi kemana, dan kami menjawabnya bahwa kami memiliki kerja paruh waktu, dan kami sudah diizinkan untuk pergi, dan hanya membutuhkan waktu untuk menunggu angkutan lewat untuk pergi ke kota yang dekat dari sekolah ini, ya memang sekolah ini sudah berada di kota, tujuan kami adalah mall, disana kami bekerja di sebuah kafe yang bernama Kantung bintang, angkutan sudah datang dan kami menaikinya, dan mencari tempat duduk yang pas.
Episode : Bab8. Terbangun dipagi hari - Tamat
__ADS_1