Sekolah Merah

Sekolah Merah
Bab9. Kerja Paruh Waktu


__ADS_3

Kami bertiga sudah menaiki angkutan, dan sedang menuju ke sebuah mall untuk bekerja di sebuah kafe.


Mungkin saja mike memang sedang menuju toilet, setelah itu ia pergi entah kemana, dan ketika aku dan Jack mengecheck toilet, mike sudah berada dikamar.


Itu saat ini sedang kupikir kan, karena kalau memang benar, aku tidak ingin mengakuinya, kalau memang benar, terus mengapa ia hanya diam...? masih belum ada bukti yang begitu kuat, disana aku melihat seorang pria sepertinya dia adalah seorang murid yang sama dengan kita, aku pernah melihatnya sebelumnya kalau tak salah itu barusan tadi ketika pas di kantin, rambutnya hitam tetapi bagian atasnya berwarna biru.


Setelah menunggu beberapa menit angkutan sudah sampai ditempat tujuan kami, tetapi ternyata murid tersebut juga turun disana, tentu kami ikut turun dan langsung pergi memasuki mall tersebut dan mencari kafe Kantung Bintang, dari arah kanan kami melihat kafe tersebut dan Jack berkata, "Ayo masuk." Dan kami bergegas untuk masuk dan daftar tanda waktu kapan masuk pada jam kerja tersebut, mike sebagai orang yang menyediakan seperti memasak dan juga membuat minum, sedangkan Jack akan menjadi sebuah kasir sedangkan aku menjadi pelayan disana, setelah melewati 3 jam, pada saat itu waktu sudah sangat begitu ramai, dan mike berkata pada kami, "Joey dan Jack, kudengar dari manager bahwa pesanan isi ulang stock sudah sampai di gudang penyimpanan, kalian berdua ambillah akan ku jaga tempat ini sendiri di kasir." Dan tentu kami berdua setuju dan pergi keluar dari kafe tersebut.


Gudang penyimpanan tersebut harus melewati sebuah lorong antara toko topi dari arah kanan dan toko buku dari arah kiri, dan di tengah-tengah mereka terdapat lorong menuju sebuah gudang penyimpanan untuk semua tempat toko-toko tersebut, dan kami menuju ke pintu gudang dan membukanya, disana kami melihat sebuah ruangan yang lebar tetapi tidak berisi sama sekali hanya beberapa meja saja, dan didalam sana masih ada pintu dan disanalah benda-benda penyimpanan disimpan, pintu tersebut terkunci dan aku berkata apda Jack, "Apa kau membawa kunci nya...?" Tanyaku pada Jack, dan Jack menjawab bahwa ia sudah membawanya selagi aku tidak melihat dan membuka pintu tersebut, setelah membukanya Jack tidak mencopot kunci dari pintu tersebut dan kami berdua masuk dan menutupnya.


Setelah mencari banyaknya box-box tersebut aku berhasil menemukan box tersebut dengan kode yang pas dengan apa yang dikatakan oleh mike, dengan begitu Jack langsung mengangkat kotak tersebut dengan kedua tangannya, oleh karena itu aku dan Jack langsung menuju pintu yang sebelumnya, dikarenakan Jack yang membawa jadi aku harus membuka pintu tersebut, ketika aku membukanya, pintu tersebut tidak ingin terbuka dan aku berkata, "Aneh sekali..." Dan tentu Jack yang masih memegangi box tersebut berkata, "Ada apa Joey...?" Tanya nya tersebut padaku, dan aku menjelaskan padanya bahwa pintu tersebut tidak ingin terbuka, dan ia menarug box tersebut dibawa dan berkata, "Kalau begitu coba minggir sebentar." Dan ketika ia mencoba membukanya ternyata benar tidak mau terbuka, oleh karena itu aku berkata mungkin pintu ini adalah otomatis terkunci, dan barusan kunci kita masih di luar, oleh karena itu masih ada jalur keluar yaitu lewat arah pintu pengiriman tukang kurir, dan Jack mengangkat box nya kembali, setelah kami melihat kearah belakang...

__ADS_1


Tidak ada apa-apa disana, dan kami langsung menuju pintu yang satunya lagi disana aku berkata pada Jack bahwa kita harus memburu monster tersebut lagi pada malam hari agar tidak terjadi jatuhnya korban lagi, dan Jack setuju dan mengatakan, "Kalau begitu kita perlu peralatan untuk bertarung seperti tongkat baseball, kita akan membelinya setelah selesai bekerja." Dan disana kami melihat sebuah pintu, dan pintu tersebut menuju arah keluar dari mall, setelah itu kami kembali memasuki mall tersebut dari arah masuk tetapi Jack langsung pergi duluan karena ia membawa box tersebut, sedangkan seseorang harus mengambil kunci kembali dan tentu tidak ada lagi selain aku, dan aku pergi kesana sendirian.


Disana aku menyiapkan mentalku terlebih dahulu, dan membuka pintu, aku berjalan menuju pintu penyimpanan secara perlahan dan perlahan, setelah menyentuh pintu tersebut aku mendengar suara angin dari dalam tempat penyimpanan tersebut, tentu aku langsung mencopot kunci tersebut dan berlari begitu kencang kearah luar, "Haaah.... haaahh... HAAH...! Bangsaaat...!!!" Aku berlari dengan begitu kencang karena alasan yang begitu konyol.


Sial...! Sial...! SIAL...!


Setelah aku sampai di kafe tersebut sepertinya Jack bukan hanya sebagai kasir saja ia juga melayani orang seperti memberi mereka kopi, dan aku berkata, "Aku sudah disini Jack, kau kembali ketempat mu." Ucapku pada Jack, dan ia langsung kembali ke tempat kasir, dan tentu aku juga kesana untuk mengambil handuk akibat banyak keringat di kepalaku, mike seperti nya tidak bertanya apa-apa karena kami lama, mungkin Jack sudah menceritakan bahwa kami berdua terkunci.


Dan Jack mencoba untuk berfikir dan berkata, "Memangnya ada lagi...? paling kau juga ingin melakukan hal konyol atau semacamnya." Ucap nya padaku dan tentu berkata tidak, dan menunjukkan tangan kananku bahwa bisa digunakan untuk mengangkat benda, dan aku juga berkata, "Tangan kanan ku juga bisa digunakan untuk menjabat tangan, sini tanganmu." Dan kami berjabat tangan, setelah itu aku bertanya lagi pada Jack bisa kugunakan untuk apa lagi tanganku, dan ia menjawab, "Aku tidak tahu." Setelah itu aku langsung menampar pipi kirinya tersebut dan berkata, "Bisa digunakan untuk itu juga."


"Babi lu gelud kn-" Ucap Jack yang berteriak tidak jelas kesakitan, dan Kayla hanya tertawa melihat kami dan aku kembali bertanya lagi pada Kayla, "Jadi Kayla, mengapa kau hanya disini sendirian...?" Tanya ku pada Kayla dan Kayla memanggut dan berkata, "Aku sebenarnya sedang menunggu teman ku, tetapi didalam text chat, dia tidak jadi datang." Aku merasa kasian padanya dan ingin mengajaknya, tetapi seperti nya Jack tau apa yang sedang kupikir kan, dan dia juga tau bahwa aku malu untuk mengatakannya jadi dia yang mengatakannya, "Kalau begitu bagaimana ikut dengan kami saja...? kami sedang berbelanja, mungkin nanti kau akan menemukan sesuatu yang menarik."

__ADS_1


Dan kami menuju ke peralatan sekolah murid, kami berdua mencari tongkat baseball, sedangkan Kayla hanya mengikuti kami berdua saja, dan disana kami menemukan toko tersebht dan membeli tongkat baseball, tetapi agar tidak mencurigakan kami juga membeli bolanya dan mengatakan pada Kayla bahwa aku, Jack dan juga mike akan bermain bersama saja, bukan itu sekolah setelah itu kami keluar dari tomo tersebut, dan aku berkata pada Kayla, "Apa ada sesuatu yang menarik...? kau ingin kemana akan kami antar." Tanya ku pada Kayla, dan Kayla berkata bahwa ia ingin ke toko boneka yang ada disana, dan tentu kami mengantarnya kesana, disana Kayla memilih sebuah boneka beruang warna cokelat dan melihat harganya, "Aw..." Kayla terlihat ingin begitu membelinya, karena kasihan bukan karena suka, aku sebenarnya tidak ingin memberikan uangku padanya, tetapi aku terpaksa memberinya uang, "Ini ambilah." Dan Kayla berterima kasih padaku, dan langsung menuju kasir tersebht dengan bahagia.


Sungguh aku tidak mengerti pemikiran laki-laki pada umumnya, mengapa mereka rela menghabiskan uang hanya demi perempuan...? aku melakukannya karena siapa saja, hanya karena aku merasa kasian tidak lebih dari itu.


Dan kami langsung kembali menuju restoran dimana mike berada, kembali kesana bersama dengan Kayla, dan mike bertanya padaku, "Orang yang ingin membawa barang baru, malah memiliki pasangan baru." Ucaonya padaku dan aku membalasnya, "Diamlah bodoh..." Dan kami langsung bergegas keluar dari restoran untuk menuju pulang berempat bersama, perlu beberapa waktu untuk menunggu angkutan datang, setelah sesampainya di sekolah kami langsung menuju asrama dan berpisah dengan Kayla.


Gadis yang begitu baik, mungkin itu yang dirasakan lelaki lainnya...?


Entahlah dari pada aku banyak pikiran, aku langsung memasuki asrama bersama yang lain dua orang bodoh Kyle dan juga Kai sedang menonton TV diruang bawah untuk para tamu, dan aku berkata, "Dasar dua anak kecil nakal itu ruang tamu dan bukan ruang makan." Dan kami langsung berjalan ke lantai dua, dan kami memutuskan untuk berpisah dengan Jack, dan aku memasuki ruangankh tersebut dan berkata pada mike bahwa aku akan tidur duluan, agar aku bangun pada malam hari.


Episode : Bab9. Kerja Paruh Waktu - Tamat

__ADS_1


__ADS_2