
~Didalam mobil
Didalam mobil hanya ada keheningan
jingga yang selalu memperhatikan makanan dipinggir jalan membuat jingga lapar
ingin sekali jingga makan sate yang ada dipinggir jalan itu
tetapi jingga tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan itu kepada Jay yaitu suaminya
Jay yang merasa heran melihat jingga yang terus membasahi bibirnya pun bertanya
"ada apa?" tanya Jay
"Hmm aku mau itu" kata jingga menunjuk kesalah satu ruang makan sate tersebut.
dengan cepat Jay memberhentikan mobilnya didepan ruang makan sate itu
"Yakin mau itu?" tanya Jay memastikan
"iya aku ingin, boleh" kata jingga memegang tangan Jay membuat Jay tersenyum manis
"tapi ada syaratnya" ucap Jay
"apa?"
"ini" kata Jay menunjuk bibirnya
tak seperti yang dipikirkan Jay,jingga benar benar
men*ium jay dengan cepat
Jay pikir jingga akan malu atau akan membuat alasan agar Jay tidak meminta syarat seperti itu
"sayang kenapa diam" tanya jingga heran
"Hah" kata Jay tak percaya jingga memanggil nya dengan sebutan 'sayang
"kamu manggil aku apa tadi,sayang?" ucap Jay memperhatikan wajah jingga
"m--maaf aku tadi ngga sengaja,entah kenapa aku tiba tiba mengucapkan kata itu tadi" ucap jingga malu ditambah jingga takut Jay akan marah karena sudah berani memanggil kata 'sayang
"tidak apa apa, teruslah panggil aku dengan kata 'sayang setiap hari" ucap Jay tersenyum
'huh syukurlah batin jingga
"bagaimana apa kamu setuju memanggilku dengan kata 'sayang setiap hari" ucap Jay
"setuju kecuali saat dikantor" kata jingga dengan mudahnya setuju tetapi membuat Jay senang
"Oke jika kamu melanggarnya maka aku akan menghukummu" kata Jay penuh misteri
"Baik tuan,ya sudah cepat parkir mobilnya aku udah lapar" ucap jingga
mendengarkan ucapan jingga,Jay pun memarkiran mobilnya lalu memasuki ruang makan sate tersebut
dan menduduki salah satu meja makan bersama jingga
__ADS_1
"Mau pesan sate apa tuan" ucap ramah salah satu kariyawan itu kepada Jay
"ada sate apa saja disini" tanya Jay
"ada sate ayam,sate kambing,dan----
"sate ayam" ucap jingga cepat
"ya sudah saya mau pesan sate ayamnya satu porsi dan minuman nya satu" ucap Jay
"baik tuan" ucap ramah kariyawan tersebut lalu pergi
"Jay kamu nga pesan juga" tanya jingga
Jay yang mendengar jingga memanggil namanya membuat Jay menatap tajam kearah jingga
"a---ada apa" tanya jingga bingung
"kenapa kamu memanggil namaku" ucap Jay dengan wajah seramnya
"o--oh aku lupa,maaf" ucap jingga mengigit bibirnya
Jay mengabaikan ucapan jingga dan sibuk dengan handphonenya membuat jingga kesal
"sayang udah dong main handphonenya" kata jingga dengan wajah kesalnya
"bagus,kata itulah yang aku tunggu" ucap Jay menaruh handphonenya didalam saku celananya sambil tersenyum puas kearah jingga
sedangkan jingga masih memasang wajah kesalnya
"maaf menganggu,ini sate dan minumannya" ucap kariyawan tersebut sambil membawa makanan dan minuman yang tadi mereka pesan
setelah kariyawan itu pergi jingga memakan sate itu dengan lahap tanpa memperdulikan Jay yang memperhatikannya
"sayang habis ini kita kedokter ya" ucap Jay
"nga usah,lagian aku nga sakit apa apa" jawab jingga
"Yakin" tanya Jay memastikan
"iya Yakin" jawab jingga
"Baiklah, makannya pelan pelan nanti keselek tusuknya" ucap Jay tertawa kecil
"apaan si ngga lucu" ucap jingga
Jay hanya bisa tertawa kecil melihat jingga makan seperti anak kecil yang tidak dikasih makan, ingin sekali Jay tertawa keras tapi tak berani karena terlalu banyak orang sekelilingnya
bagi Jay, jingga adalah mood booster nya selama ini maka dari itu kapan pun dan dimana pun Jay selalu membawa jingga kemana pun
bahkan disaat Jay sedih,Jay tak segan segan curhat masalahnya dengan jingga karena jingga selalu mendengarkan nya dengan seksama
"Jay kamu disini juga" ucap salah satu perempuan berambut pendek
"Sarah kamu" kata Jay
"iya Jay aku Sarah" ucap Sarah tersenyum kepada Jay
__ADS_1
Sarah adalah teman dari Cindy,Jay yang sudah lama tak bertemu Sarah karena Sarah tinggal dengan suaminya dikorea
"sayang dia siapa" ucap jingga penasaran karena selama jingga kenal Jay, jingga tak pernah tau dengan Sarah
"s--sayang maksudnya?" ucap Sarah kaget
"bukanya kamu belum putus ya dengan Cindy kok tiba tiba---" ucap Sarah melirik jingga
"jangan bilang kalian---"
"sini" kata Sarah menarik lengan jingga keluar dari rumah makan tersebut
"Sarah, lepaskan istriku" ucap Jay mengejar Sarah dan jingga
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
"Ooh ternyata kalian udah nikah" ucap Sarah melepaskan lengan jingga
"dan hanya jadi pelampiasan nafsu Jay" ucap Sarah menunjuk wajah jingga
Jingga yang mendengar itu pun hanya diam
'apa mungkin aku hanya pelampiasan nafsu Jay"
"Sarah jaga ucapanmu,jangan pernah berkata seperti itu kepadanya" ucap Jay tidak terima
"Jay aku tau banget kamu gimana sama Cindy, cinta kalian sangatlah kuat tidak bisa dipisahkan tidak mungkin kamu mencintai dia dan melupakan Cindy begitu saja"
"jangan bilang kalau Cindy belum tau tentang hubungan kalian" ucap Sarah
"aku bakal kasih tau ke Cindy tentang hubungan kami,tapi tidak sekarang" ucap Jay lalu membawa jingga ke mobil tetapi sebelum itu Jay membayar makanan dan minuman yang dipesan itu terlebih dahulu
~Didalam mobil
hanya ada keheningan didalam mobil Jay
suasananya benar benar dingin entah karena ac atau apa
Kata kata Sarah selalu terngiang-ngiang ditelinga jingga
mengapa jingga tak menyadarinya bahwa hubungannya dengan Jay hanya sebatas pertanggung jawaban kenapa jingga harus membawa perasaannya terlalu dalam
jingga pun tau bagaimana hubungan Cindy dengan Jay seperti apa mereka bak seperti magnet yang selalu bersama
Cindy yang seperti teman dekat jingga membuat jingga merasa bersalah
jingga benar benar seperti penghianat yang menikung temannya sendiri
Cindy yang selalu baik kepada jingga bahkan Cindy selalu menitipkan Jay kepada jingga untuk selalu disisi Jay tetapi jingga malah melakukan kesalahan-kesalahan yang sangat besar yaitu menikah dengan Jay
sekarang jingga benar benar menyesali perbuatannya yang menerima Jay untuk menikahinya
apakah jingga harus mundur untuk cintanya
atau memperjuangkan cintanya
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
Maaf ya kalau ada salah kata atau tulis karena author buru buru ngetik hehehe