Sekretarisku,Istriku

Sekretarisku,Istriku
part 19


__ADS_3

Keesokan harinya aku benar benar overthingking semalaman,membuatku kurang tidur.


Dengan terpaksa aku bangun membersihkan muka dan juga menggosok gigi lalu mandi


setelah itu aku pergi kedapur untuk melakukan ritual memasak.


Aku hari ini aku memasak ayam goreng penyek berserta sayur sayur lainnya tak lupa juga sambel


acara memasakku terganggu saat ada tangan melingkar dipinggang ku siapa lagi kalau bukan jay.


"Jangan peluk kaya gin aku lagi masak jay"


"hmm kok ngga manggil sayang sih"


kata jay seperti ingin merajukkk


aku hanya mengela napas,bukan aku tidak ingin manggil kata 'sayang tapi entah kenapa moodku tidak ingin bermesraan sekarang ini


"kenapa melamun"


kata jay menyadarkan lamunanku


"kamu mandi dulu sana,nanti kalau aku sudah selesai masak aku panggil"


"hemmm yaudah dehh"


Kata jay tapi sebelum pergi jay mencium pipiku terlebih dahulu.


...berapa menit kemudian...


Acara masak memasak pun selesai kini aku pun menyusul jay kekamar untuk membawanya makan bersama


saat sampai kamar aku melihat suamiku yang hanya memakai handuk.lalu ia sedang berdiri didepan lemari.


Yang membuatku ingin berteriak adalah semua pakaian berantakan dimana mana entah apa yang suamiku ini cari.


tahan jingga tidak boleh marah


Ya meskipun aku tidak mengomel tetapi wajahku terlihat seperti menahan amarah sekarang


"cari apa?"


Tanyaku berusaha tidak emosi


jay menoleh saat mendengar suaraku,dia tersenyum dengan polosnya,tanpa dosa


"baju kemeja putih aku kok ngga ada yah sayang"

__ADS_1


ucapnya mendekati kearahku


sebenarnya jingga juga bingung kenapa jay memanggilnya 'sayang tapi jingga tidak ingin berharap lebih.


tanpa menjawab pertanyaannya aku berjalan kearah lemari mencoba mencari kemeja yang ia cari


nah ketemu


"aku setrika dulu" kataku pergi meninggalkannya lalu aku menyetrika bajunya dengan serapi mungkin.


Ya walaupun aku lumayan dibuat kesal olehnya untuk pagi ini tetapi aku tetap menjalankan tugasku sebagai istri yang baik,lagipula jika aku marah marah kepadanya baju bajunya tak akan rapi sediri kann!


setelah selesai aku menyerahkannya kepadanya jay lalu dengan manjanya jay memintaku memasangkan baju kemejanya tapi tetap aku menurutinya.


"udah"


"celananya juga" regeknya


Tanpa ba bi bu aku memasangkan celananya juga tak lupa dan tanpa diminta aku memasangkan dasinya,lihatlah semua pakaiannya sekarang aku yang memasangkannya


Hari ini jay memang tampak aneh menurutku tapi biarlah toh aku juga dengan senang hati menurutinya.


"makasih ya sayang"


Huh hari ini jay berhasil membuatku dag dig dug


ajakku dengan senang hati ia mengikutinya


***


Ditempat makan jay begitu lahap memakannya.


"tumben kamu pagi gini mau buat makan kaya gini"


tanyanya disela makan


"aku lagi pengen aja"


"kamu ngidam" tanyanya dengan antusias


"ngga tau tapi aku pengen aja"


jawabku menatap jay dengan aneh,kenapa jay antusias sekali kalau aku ngidam


"itu namanya ngidam sayangg.kenapa ngga bilang,kan bisa aku bantu buatin"


aku tidak terlalu tak kalimat ngidam itu seperti apa.

__ADS_1


"selagi aku bisa,maka aku bakal lakuin sendiri mas"


"Eh kok kamu manggil mas?"


ucap jay membuatku juga sadar akan ucapanku sendiri


"Tapi aku suka,panggil itu aja"


ucap jay


aku hanya diam,bukan karena dengan nama panggilan tapi acara makan ku sangat terganggu karena pembahasan ini yang terus berlanjut kesana kemari.


"makan mass,nanti kamu telat ngantor loh"


jay tersenyum lalu melanjutkan acara makananya.


setelah selesai makan aku mengantar jay sampai kedepan pintu berniat ingin berpamitan dengan sang suami


"baik baik dirumah yah" kata jay mengecup dahiku


jihan merasa semenjak jay mengetahui dirinya hamil jay sangat berbeda,apa pengaruh anaknya ini jika benar jingga akan sangat bahagia.


***


AUTHOR POV


jay memasuki kantor dengan bahagia karena istrinya tengah hamil membuat jay senang.


Ya jay mengakui bahwa sekarang ia menyukai jingga entah kapan tapi jay menyadari saat jingga hamil dirinya sangat bahagia sampai melupakan satu hal!.


Oke kembali ketopik awal


jay benar benar pusing dikantor karena jingga tidak ada membuatnya kalang kabut bekerja seharian ini.


tapi jay tidak menyesal menyuruh jingga untuk istrirahat dirumah karena bagaimana pun juga jingga sedang menggandung anaknya sekarang.


jay ingin kekamar untuk mengistirahatkan dirinya karena ia benar capek.


belum sampai melangkah kekamar tiba tiba ia dikejutkan oleh pelukan dari belakangnya.


CINDY


***


Hayooo


Vote,komen,like gessss

__ADS_1


Makasihhh


__ADS_2