Semua Pasti Berlalu

Semua Pasti Berlalu
usaha baru


__ADS_3

Mumun tertidur setelah meminum obat yang di berikan andri. setelah melihat mumun tertidur andri pun tenang dia kembali ke kebun nya mumpung masih pagi dan matahari belum memancarkan sinar nya dengan sempurna.


tak terasa hari sudah siang andri yang melihat mumun masih tidur pun tidak tega membangun kan nya, dia segera menjemput anak nya ke sekolah.


mumun terbangun dan merasa sudah baikan dia pun terduduk di pinggir kasur,, dia mengingat kembali yang telah alami selama ini, tak terasa air mata nya pun menetes,, benar ingatan nya sudah kembali dan dia sangat ketakutan dengan hal itu, tiba2 pintu kamar nya terbuka dan muncul seorang gadis kecil masih dengan pakaian TK nya berlari ke arah nya,,


tante apa benar tante sakit?


ngak tante sudah baikan kok sayang,, lalu dia memeluk anak itu,, hati nya sungguh sedih jika harus mengingat akan berpisah dari anak kecil itu,,


Aira ganti pakaian dulu sana jangan ganggu tante tegur andri yang sudah berdiri di depan pintu kamar itu,,

__ADS_1


iya pa jawab Aira kecewa,,


sudah mas biarin aja nama nya juga anak2


iya mun,, oh ya gimana kepala mu masih pusing


udah baikan mas,,


gak pha2 mas saya udah merasa baikan kok,,


ya udah kalau gitu ayo kita makan dulu,,

__ADS_1


mumun pun bangun dia berdiri di depan kaca dia tersenyum melihat penampilan nya saat ini sungguh berbeda dari hidup nya dulu,, setelah itu dia pun menyusul andri ke dapur,, mereka pun makan bersama.


saat makan tiba2 Ifan dan Ana datang tentu saja di sambut dengan riang oleh Aira,, apalagi dia melihat anak Om Ifan ada,,


lo kok ada perempuan di sini ndri tanya Ifan kaget,,


udah cerita nya panjang,, makan dulu nanti saya cerita,, lalu mereka pun ikut bergabung makan siang bersama


gimana kata Ifan setelah mereka duduk di teras belakang di sana cukup teduh karena banyak pohon dan bunga2 yang andri tanam sehingga berbentuk taman kecil.


andri pun cerita kepada Ifan dan Ana mumun juga ada di sana,, sebenar nya mumun ingin tertawa saat mendengar cerita andri,, apalagi di saat mereka memberi nama mumun itu,, bukan nama nya yang lucu tapi sempat dia di panggil nyonya andri atau mama Aira, Ifan tertawa bersama Ana,mumun mencoba menahan tawa nya tapi sia2 dia pun ikut tertawa. Mumun dan Ana mulai akrab dan mereka asyik mengerjakan pekerjaan rumah,, sedang kan andri dan Ifan masih di di belakang mereka berencana membuka cabang baru usaha mini market nya.

__ADS_1


Ifan dan Ana memang sering ke rumah Andri,, apalagi kalau Ifan tidak masuk kantor dia selalu membawa keluarga nya ke tempat andri,, rasa nya di rumah itu semua tenang dan pikiran nya terasa lepas dari masalah pekerjaan kantor nya. Sebenar nya Andri mengelola semua usaha mereka,, dan mini market yang di depan itu adalah kantor kecil nya,, andri memang kerja sendiri karena di setiap cabang nya sudah ada manager masing2 jadi andri hanya menerima laporan bulanan saja,, walau terkadang dia harus meninjau juga ke mini market lainnya, bahkan kini dia dan Ifan sudah memiliki cabang di luar jakarta,, dan mulai untuk membuka caffe dan resto baru dalam waktu dekat ini, mereka sudah memiliki dua resto dan caffe tapi karna omset dari bisnis itu cukup menjajikan sehingga mereka akan mengembangkannya lagi. walau punya uang cukup tapi andri belum mau menampakkan kekayaan nya,, dia merasa nyaman dengan kesederhanaan nya, belum ada mobil mewah atau barang mewah lainnya hanya ada sebuah motor matic untuk antar jemput anak nya ke sekolah saja serta rumah kecil impian nya dari dulu.


__ADS_2