
Saya membawa Aira ke tempat dia akan di rias,, dimana bidadari kecil ku itu akan di sulap menjadi sangat cantik,, bagaimana pun aku sangat sayang pada nya, dia tumbuh dengan tidak sedetik pun saya lewati,, dia anak yang pintar tapi cukup pendiam maklum dia jarang berinteraksi dengan wanita dewasa yang sedikit cerewet, tapi dia tumbuh dengan normal dan baik. Selain Ana, mumun, dan juga Risma Aira hanya mengenal betti yang menjaga nya di kantor jika dia bersama saya, tak jarang juga dia ikut saya bekerja lembur di kantor jika saya sedang sibuk,, di sana mang ada kamar untuk nya dan dia bisa tidur dan belajar di sana,, kantor bagaikan rumah kedua kami jadi terkadang dia sekolah langsung saya antar dari sana.
Saya dan Aira pun masuk ke halaman hotel tempat acara itu, sekarang sudah hampir jam 1 saya agak sedikit terlambat dari jadwal karena Aira agak lama di dandan.
Pas jam 13.00 kata ku saat saya sampai di meja receptoinis, benar saja dugaan saya penjaga itu tidak mengijinkan saya masuk bahkan memarahi saya,, saya hanya tersenyum saja sampai pak trisna datang menyambut saya,, penjaga itu langsung meminta maaf
Sudah gak apa2 kalian kan hanya menjalan kan tugas kata ku sambil berlalu.
Kami berjalan melewati para tamu undangan yang sedang duduk sambil mendengar pidato dari direktur ku tiba2 heri langsung menghadang jalan ku dan pak Atmaja juga langsung berdiri setelah melihat ku ada di sana,,
Maaf ada apa tanya ku
*** kata nya, kamu itu kenapa ada di sini apa kamu tidak sadar siapa kamu hanya pemilik sebuah mini market
Tidak ada salah nya juga kan,, apakah saya akan di sini jika tidak di undang, kenapa kalian yang sewot
__ADS_1
Maaf Pak atmaja apakah bapak akan memberi restu pada saya dan Hesti
Tidak akan pernah jawab nya
Baik lah pak saya akan anggap itu sebagai tanda setuju Terima kasih pak lalu dengan tersenyum saya menuju kursi yang sudah di siap kan di depan bersama petinggi2 AR Group.
Saya yakin saat itu semua mata melihat saya dan juga Aira yang tiba2 datang dengan pakaian santai lalu bergabung dengan petinggi perusahaan.
Mbak ana mengapa mas andri kok duduk di sana tanya Hesti
Gak tau juga kita lihat aja nanti jawab ana santai
Baik lah
Saya pun maju di sambut tepuk tangan yang meriah,, begitu banyak ekspresi dari para tamu tapi saya tidak peduli
__ADS_1
Baik lah saya tidak akan bicara banyak karna sekarang sudah hampir jam 13.25 kata ku jadi saya bicara sekitar 10 menit saja.
Saya berterima kasih karna kehadiran para pemilik perusahaan yang bergabung dengan AR Group selama ini,, dan Terima kasih pada jajaran staf saya serta seluruh karyawan AR group serta kehadiran awak media yang meliput acara ini.
Sebelum nya saya minta maaf karna penampilan saya terlihat santai begini dan juga beberapa staf saya, tapi itu semua tidak mengurangi rasa hormat kami pada seluruh tamu yang hadir saat ini karna prinsip saya mungkin agak berbeda sedikit kata ku.
BUKU YANG BAGUS BUKAN TERLIHAT DARI SAMPUL NYA ya itulah prinsip saya,, terkadang kita menilai seseorang itu dari penampilan nya saja,, tapi kita belum tentu tau di balik itu semua, tapi bagi saya penampilan itu nomor 2 dan tentu yang saya cari adalah kemampuan dalam bekerja,.
Tidak salah menilai dari sampul nya juga, karna terkadang sampul yang bagus itu menarik untuk di lihat dan di ketahui isi nya,, begitu juga saya menilai semua yang sudah bergabung dengan AR group jadi penuh pertimbangan baik luar maupun dalam, baik lah saya kira cukup untuk sebutan ini karna acara pembukaan akan dilaksanakan tepat pukul 13.25 dan hanya 2 menit lagi kita akan mulai. Saya memanggil Aira untuk ke depan dan juga Hesti serta Risma,, Hesti hanya diam dia tidak menyangka semua itu, seolah tidak percaya apa yang dia lihat, kalau bisa dia ingin segera berlari keluar dan pergi menghilang selama nya dari kehidupan andri, tapi tidak bisa Ifan dan juga ana langsung membawa nya kedepan di sana sudah menunggu Risma dan juga Aira.
Saya melihat Hesti hanya diam saya pun menggenggam tangannya dengan lembut,, sambil berbisik kamu siap kan, sayang ku,,
Apa2an ini mas
Sudah nanti saya jelaskan.
__ADS_1
Baik lah kita hitung mundur dulu sudah hampir saat nya kata ku
Saya pun sudah memegang gunting bersiap untuk memotong pita tanda bahwa AR Group mulai tumbuh. Setelah itu di lanjutkan dengan acara potong kue ulang tahun Aira dan selanjut nya saya pergi dari sana bersama mumun Ifan dan ana.