Semua Pasti Berlalu

Semua Pasti Berlalu
Lamaran


__ADS_3

Aira kini sedang bersama mumun di kamar nya, entah apa yang mereka lakukan tapi bagi saya ini belum berakhir bahkan di mulai pun belum, saya ingin melamar mumun tadi siang tapi saya ragu karna takut dia akan sangat syok setelah tahu siapa saya,, tadi saja jika tidak ada Ifan dan ana dia mungkin sudah pergi meninggalkan saya,, tapi kedua suami istri itu berhasil membuat nya tenang dan memaafkan saya.


Kulihat dia datang dengan muka sebel nya lalu duduk di samping ku,,


Kenapa sayang kok cemberut


Mas tu ya kenapa gak bilang dari awal kalau pemilik AR Group itu,,


Gimana mau bilang mumun nya aja gak tanya,, dan kenapa kalau saya pemilik AR Group apa itu akan berpengaruh pada cinta kita


Jelas lah,, saya tu suka sama andri yang cuma punya mini market dan juga kebun sayur bukan andri yang kaya raya seperti ini


Lo dulu juga sudah seperti ini kok cuma kamu nya aja yang gak pernah tahu,, tau gak waktu saya di gebukin anak buah papa kamu,, sore nya saya malah tanda tangan kerja sama kontrak dengan perusahaan nya,, bahkan itu saya lakukan di puskesmas lucu kan,,


Apa benar


Iya benar lah buat apa bohongin kamu,, kalau saja pak Atmaja itu bukan papa kamu mana mau saya tanam saham di sana,, secara dia udah buat saya babak belur


Rasain jawab mumun sambil tertawa


Kok gak ada kasian nya ya sama saya,,

__ADS_1


Saya masih gak paham mas dengan ini semua,,


Baik lah nanti saya jelaskan tapi sebelum nya kita makan dulu ya saya lapar,,


Baik lah lalu dia mengikuti ku,, di salah, satu ruangan yang sudah ifan, siapkan untuk kami, dan di sana juga saya akan melamar kekasih ku sekaligus ibu untuk Aira itu.


Suasana nya sangat romantis tidak percuma ifan dan ana mempersiapkan semua ini,,


Ini kok aneh sih mas jangan ada kejutan lagi kata mumun


Gak ada sayang ini cuma makan malam berdua tanpa Aira aja,, ingat kan kita baru bertemu lagi dan selama ini kuta kan gak pernah berduaan.


Iya sih mas tapi awas ya gak ada yang nama nya kejutan


Kami pun menikmati makan malam berdua, tapi saya harus mencari cara untuk melamar nya dengan romantis karna dia tidak mau kejutan. Terpaksa saya menjatuh kan sesuatu di bawah meja agar berserakan


Maaf mun saya pungut dulu kata ku lalu membungkuk di lantai sambil membereskan kekacauan yang saya buat tadi,, sambil terus membungkus saya memegang tangan nya, lalu dengan cepat mengeluarkan sebuah cincin murahan yang tadi saya beli di emperan karna jika langsung pakai cincin yang sudah saya siapkan pasti dia akan terkejut dan malah lari,, ya terpaksa cincin harga sepulu ribu itu lah yang akan menjadi simbol lamaran saya.


Hesti mau kan kamu menjadi istri ku, menjadi ibu dari Aira dan adik2 nya nanti kata ku sambil tetap membungkuk di depan nya


Dia hanya diam tak bisa bicara,, bagaimana ini pikir ku dan hal itu membuat ku sangat takut

__ADS_1


Mumun aku berharap kamu mau menjadi istri ku dan menemani ku untuk menjalani hari kedepan nya dan dimana nanti akan banyak anak kecil yang berlari didalam rumah kita dan kamu akan mengejar mereka sambil mengomel tanpa henti di tambah lagi perut mu sedang membesar karna mengandung anak kita yang entah keberapa dan


Cukup kata nya memotong kata2 ku


Kenapa


Darimana kamu dapat ide lamaran seperti itu


Tiba2 saja mun soal nya kamu diam saja jadi saya membayangkan itu dan saya katakan,,


Baik lah tapi anak nya jangan banyak ya


Apa kamu menerima lamaran ku mumun


Saya belum jawab kok kenapa kamu senang


Trus gimana


Maaf mas saya gak bisa


Mendengar itu tiba2 tubuh saya melemah dan pandangan saya pun mulai kabur,, tak pernah kusangka setelah apa yang saya persiapan hancur begitu saja dalam waktu 5 menit ini dan saya pun tak punya tenaga untuk berdiri,,

__ADS_1


Mas saya gak bisa nolak menjadi ibu nya Aira dan istri mas kata nya tiba2,, dan itu hampir saja membuat ku meloncat karna senang nya, saya pun langsung memeluk mumun ku itu, makasih sayang ku lalu saya mencium kening wanita yang sangat saya cintai itu, dan tiba2 rungan itu menjadi terang dan tampak Aira, ifan dan ana serta anak mereka sedang terseyum pada kami, lamaran itu berjalan dengan baik tinggal saya meminta restu saja pada orang tua Hesti.


__ADS_2