
Setelah perceraian nya kini Risma sudah kembali ke Jakarta dia sudah bisa menenangkan diri nya,, kini dia sudah mulai masuk kantor lagi untuk bekerja. Siang itu entah mengapa dia rindu sekali pada mantan, suami nya andri dan anak nya,, sebenar nya dia ingin sekali menemui mereka tapi jika ingat keputusan pengadilan dulu selalu membuat hati nya sakit,, bagaimana tidak kesalahan mereka adalah menuntut agar andri menjauhkan anak nya dari mereka dan kini mereka sangat menderita karna tidak bisa mendekati anak nya,, hal itu terus menghantui pikiran risma..
siang bu sapa sekretaris nya
tapi Risma masih melamun dia tidak mendengar sapaan sekretaris nya,,
bu apa ibu baik2 saja kata nya lagi sambil menyentuh pundak bos nya itu,,
Risma kaget dan tersadar,, oh maaf vi ada apa ya,
apa ibu baik2 aja tanya Elvi lagi
iya saya baik2 aja
ini bu tadi ada klien mau bertemu dan dia sudah menunggu di depan
__ADS_1
dari mana
gak tau, tapi kata nya penting ini soal pembangunan di kota S
oh baik lah buat janji sore ini di restoran xxx aja ya,, soal nya kita kan akan makan siang dengan perwakilan mentri
tapi bu kata nya dia cuma antar proposal saja dan nanti sore sudah kembali lagi kekota nya
baik lah suruh masuk
iya bu
mau apa kemari
maaf bu tapi ini permintaan pak candra dia hanya ingin saya mengantar undangan ini
__ADS_1
iya baik lah makasih silakan keluar
tanpa bicara ajudan itu pun pergi begitu saja,, Risma hanya diam melihat undangan di atas meja nya dia merasa sakit sekali tak terasa air mata nya jatuh membasahi pipi nya dan dia pun melemparkan undangan itu ke lantai,, persetan teriak nya dan dia pun duduk sambil menangis untung saja ruangan nya kedap suara jika tidak maka pasti suara tangis nya terdengar oleh sekretaris nya. sakit mungkin inilah yang andri rasakan saat itu pikir nya, tapi mengapa andri mampu tersenyum dan bersikap biasa saja saat itu,, bahkan saat andri memergoki mereka sedang masuk ke dalam salah satu hotel dan menunggu mereka keluar dari kamar dengan berdiri sambil menggendong anak mereka apalagi saat itu andri masih menggunakan tongkat karna kaki nya masih belum sembuh,, mengapa tiba2 Risma memikirkan saat itu,, tangisan nya pun makin jadi,, bahkan sakit yang dia rasakan saat ini makin bertambah dengan kenangan itu, mas andri maafkan aq mas teriak nya.
pa maaf siang ini saya gak bisa bertemu perwakilan mentri itu papa aja ya kata nya lalu memutuskan sambungan telpon itu sepihak, lalu dia menghubungi Elvi,,
iya bu kenapa tanya Elvi saat masuk ke ruangan nya
kamu siap kan data2 nya dan berangkat ke tempat pertemuan di sana papa saya akan, menemui kamu maaf saya gak bisa hadir
iya bu kata Elvi lalu keluar ruangan itu.
setelah itu dia pun pergi dari kantor nya,, dia ingin menemui andri dan meminta maaf serta menemui anak nya, dia pun sampai di depan rumah andri,, dia memperhatikan di mini market depan rumah andri cukup ramai dia pun berjalan masuk ke rumah tapi terlihat sepi,, dia mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban.
Risma kenapa di situ ayo masuk tiba2 andri sudah berdiri di belakang nya
__ADS_1
mas hanya itu kata2 yang keluar dari mulut nya dan dia pun menangis.