
Mas teriak mumun sambil menggendong Aira dia berlari keluar menemui andri sudah terbaring penuh darah di wajah nya,, mumun tampak menangis dan duduk di samping ku yang tidak berdaya,,
pa mengapa mas andri yang jadi sasaran hah kata nya sambil menangis,, Aira juga menangis memeluk ayah nya
andri kaget saat mendengar mumun memanggil Atmaja sebagai papa,, itu berarti mumun sudah ingat semua nya pikir andri,, walau tubuh nya terluka tapi pikiran nya masih waras dan bisa mencerna semua nya.
tiba2 wanita paruh baya itu memghpiri mereka dan memeluk mumun
Hesti mama Minta maaf ya kata nya memeluk mumun yang ternyata bernama Hesti pikir ku,, kenapa kalian melukai mas andri ma,, dia tidak salah dan tidak tahu sama sekali
cukup bentak papa nya bawa anak itu pergi,, lalu mereka menyeret Hesti ke dalam mobil. mas kata mumun ingin memeluk andri
cepat masuk kalau kamu ingin pria itu selamat bersama anak nya bentak atmaja, dengan terpaksa Hesti mengikuti perintah papa nya agar mereka berdua tidak di sakiti lagi.
__ADS_1
jangan dekati anak saya lagi jika ingin selamat camkan itu kata atmaja pada andri,, dia masih terbaring saat mereka pergi membawa Hesti,, meninggalkan andri dan Aira dalam keadaan menyedihkan.
warga pun datang setelah salah satu karyawan mini market andri datang dan berteriak minta tolong setelah melihat andri terkapar penuh darah dan Aira menangis di samping nya,, mereka segera membawa andri ke puskesmas terdekat. andri dirawat sampai sore di dampingi oleh warga dan pak rt serta polisi,, dan tiba2 Ifan dan ana datang.
kenapa ndri siapa yang melakukan ini tanya Ifan marah
sudah lah nanti kita bicarakan setelah di rumah. malam nya mereka pun pulang ke rumah andri,,
sudah lah pak tidak usah di perpanjang ini hanya salah paham saja kata andri pada pak Rt dan polisi,, dia pun menjelaskan semua nya dan mereka mengerti.
sudah lah pak tidak baik membicarakan yang sudah berlalu saya dan Aira gak apa2 kok,,
kamu memang baik andri,, sudahlah kami pamit dulu sudah larut kata pak RT dan warga pun mulai pulang.
__ADS_1
malam itu Ifan dan Ana bermalam di rumah andri, dia kasihan pada sahabat nya itu,, selain tidak punya siapa2 andri juga harus menerima kenyataan untuk berbagi Aira dengan risma,, sungguh kuat sahabat nya menerima cobaan hidup nya.
Dengan tubuh yang remuk andri bangun dan menyiapkan sarapan untuk sahabat dan anak nya,, setelah itu dia mandi dan menenangkan pikiran nya, dia menunggu mereka bangun sambil menikmati secangkir kopi di teras belakang, ini memang masih terlalu pagi masih jam 5,, dan andri yang sudah terbiasa bangun jam 4 itu sudah santai.
Dia menuju ke kamar anak nya dan membangun kan Aira dan anak Ifan, setelah memandikan kedua anak itu, mereka bermain sambil menunggu Ifan dan Ana bangun,,
apa rencana mu kedepan nya tanya Ifan
ya biasa saja gak ada yang berubah sama sekali, hanya mengurus Aira dan perusahaan saja,,
mengenai risma gimana?
itu tergantung Aira jika mereka bisa akrab ya saya gak pha2
__ADS_1
bagus lah jika kamu sedang sibuk kamu bisa titip Aira di rumah
iya makasih fan jawab andri