Semut-semut Cinta

Semut-semut Cinta
Chapter 2


__ADS_3

Bambang baru sampai di rumah dia sendiri, rumahnya dengan kantor Budiman tidaklah jauh, hanya berjarak berkisar 5 kilometer. Saat ini dia sedang duduk di ruang tamu dan di temani oleh dua wanita cantik serta masih muda.


Dua wanita tersebut adalah Lucy dan Anita. Lucy adalah anak kedua dari istri pertama Bambang, akan tetapi sudah berpisah dengan dirinya 18 tahun yang lalu dan saat ini mantan istri Bambang bernama Asih, telah memiliki suami dan seorang anak gadis berusia 17 tahun tinggal di Bandung.


20 tahun yang lalu Bambang adalah seorang konglomerat dan masih jaya-jayanya karena masih memiliki banyak harta warisan, sehingga dengan mudah ia mendapatkan hak asuh dua anak dari perceraian dia dengan Asih yaitu Anggraeni dan Lucy.


Perceraian Bambang dikarenakan kebohongan dirinya yang di simpan rapi dari Asih. Sebelum menikah dengan Asih, ternyata telah memiliki seorang istri sirih, bernama Melinda dan telah memiliki seorang anak gadis bernama Hesti sekarang sudah berumur 23 tahun, tapi Hesti tidak mau tinggal bersama dengan dirinya dan lebih memilih hidup bersama kedua kakek dan neneknya. Hesti lebih dekat dengan Anggraeni dari pada dengan Lucy yang memiliki sifat dan karakter yang sama persis dengan Ayah mereka.


Lucy masih berusia 19 tahun, menganggur di rumah setelah lulus sekolah menengah kejuruan dari salah satu sekolah swasta di Jakarta Selatan. Lucy sangat malas bergerak untuk membantu pekerjaan rumah, apalagi bekerja di pabrik atau di perusahaan, dia hanya tahu meminta uang dengan paksa kepada Ayah dan Anggraeni.


Sifat Lucy sangat bertolak belakang dengan sifat Anggraeni, dia lebih suka menyombongkan dirinya seakan-akan anak orang kaya, padahal bambang sudah bangkrut dan hanya menyisakan sebuah rumah yang di huni oleh mereka dan sudah di gadaikan ke bank.


Masa jaya Bambang telah usai dan hanya menyisakan hutang yang menumpuk di mana-mana, serta seorang wanita simpanan bernama Anita yang baru setahun yang lalu di resmikan menjadi istrinya.


Anita bukan melihat harta Bambang, dia mau menikah dengan Bambang karena seksual. Dia memiliki hasrat seksual yang sangat berlebihan (red : Hiperseksualitas). Bambang dapat memenuhi gairah seksual Anita hingga berkali-kali dalam sehari.


Padahal Anita anak orang berada, masih berumur 25 tahun, berparas cantik dan selama menikah dengan Bambang, dialah yang menanggung biaya hidup rumah tangga.


Semua biaya listrik dan kebutuhan sehari-hari di dalam rumah berasal dari usaha Anita yang memiliki beberapa salon kecantikan di Jakarta.


Perjanjian pernikahan Bambang dengan Anita hanya sebatas timbal balik belaka, bukanlah berdasarkan cinta dan sayang. Bambang bersedia akan memenuhi gairah seksual Anita berkali-kali dan sebaliknya Anita mesti memenuhi kebutuhan hidup dirinya sehari-hari.


Kehidupan dalam keluarga Bambang yang carut-marut, memaksa Anggraeni memutuskan untuk hijrah ke Bandung, hidup mandiri dari gaji seorang buruh pabrik dan tidak terasa Anggraeni sudah tiga tahun tinggal di kos, daerah kabupaten Bandung dan meninggalkan keluarga carut-marutnya selama-lamanya.


Tinggallah Bambang hidup bertiga dengan Lucy dan Anita, melewati hari-hari saling bertatapan mata tanpa ada pemasukan, Anita hanya menanggung biaya harian dalam keluarga tanpa ada uang tambahan buat Bambang dan Lucy.


Seperti pada saat ini, mereka duduk bertiga tapi masing-masing sibuk memainkan ponsel tanpa berbicara. Anita sedang sibuk berbalas pesan dengan teman-temannya, sedangkan Lucy asyik memainkan permainan online dalam ponselnya.

__ADS_1


Sedangkan Bambang sedari tadi mengamati wajah Lucy, “ Lucy cantik, biar dia saja yang di jadikan istri Pak Budiman, lagian anak ini sangat malas.” kata Bambang di dalam hatinya.


“ Lucy..!” panggil Bambang menghentikan jari-jari Lucy sedang bermain ponsel sekaligus memecahkan keheningan ruang tamu. Lucy langsung menolehkan wajahnya ke Bambang sembari mengangkat kedua alis matanya, menatap wajah Bambang.


“ Ada apa Pa ?” tanya Lucy dengan sikap yang kurang sopan kepada Ayah kandungnya sendiri.


“ Papa mau menjodohkan kamu dengan seorang konglomerat, tapi usianya berkisar 50 tahun.” kata Bambang sambil memajukan posisi duduknya melihat wajah Lucy lebih dekat.


“ Tidak mau, Anggraeni saja Pa, kasihan dari pada kerja di pabrik dengan gaji kecil.” jawab Lucy sembari menghentakkan kedua kakinya ke lantai.


“ Dia sudah bekerja, kamu saja !” teriak Bambang mulai tersulut emosi melihat sikap Lucy yang tidak sopan kepada dirinya.


“ Lucy gak mau Pa, Anggraeni saja !” bentak Lucy sambil membanting ponselnya di atas sofa. Bambang langsung mengangkat telapak tangannya ke atas, merasa tersinggung dengan seruan Lucy dengan nada suara tinggi.


Lucy langsung terdiam dan tertunduk ke bawah, “ Sudahlah Mas, biar Anggraeni saja, lagian anaknya penyabar dan bisa menerima kekurangan si pria tua itu.” kata Anita sembari menurunkan tangan Bambang.


Anita langsung terdiam melihat emosi Bambang yang gampang meletup setiap detik, dia lebih memilih melanjutkan berbalas pesan dengan sahabatnya dari pada harus berurusan fisik dengan suaminya.


“ Senin depan kamu mesti ikut Papa berjumpa dengan calon suamimu !, bila kamu tidak mau, jangan tinggal di rumah ini, kamu mesti pergi cari kerja seperti kakakmu !” seru Bambang dengan nada suara tinggi dan wajahnya sudah merah padam karena emosi yang telah memuncak sampai ubun-ubunnya.


Lucy mau tidak mau mesti anggukkan kepalanya, walaupun di dalam hatinya sangat dongkol dengan perjodohan dirinya. Dia hanya bisa tertunduk sambil memainkan jari-jari tangannya, sementara di dalam hatinya sedang menghujat Bambang, “ Aku bersedia menikah dengan tua bangka itu, tapi.., setelah kudapatkan harta si tua bangka, aku akan membalas kelakuan si anjing ini.”


“ Kamu dengar tidak !” bentak Bambang membuat tubuh Lucy dan Anita melompat kecil berbarengan.


“ Iya Pa, Lucy bersedia.” jawab Lucy dengan suara pelan.


Anita menghentikan jari-jarinya mengetik pesan, sorot matanya tajam melekat pada wajah Bambang yang masih menatap wajah Lucy.

__ADS_1


“ Sayang sudah tua, kalau dia masih muda sedikit, biar aku saja yang menikah sama dia, dari pada aku harus hidup bersama anjing bermodal burung.” gerutu Anita di dalam hatinya.


Suasana kembali hening setelah Lucy bersedia untuk di jodohkan dengan Budiman. Lucy mendongakkan wajahnya, “ Lucy mau masuk ke kamar dulu.” ucapnya dengan sorot mata penuh dendam kepada Bambang.


“ Iya sudah, sana kamu masuk.” sahut Bambang dengan ketus dan Lucy bergegas beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan mengarah ke kamar tidurnya.


“ Tidak perlu pakai emosi Mas.” ucap Anita sambil mengelus punggung Bambang.


“ Anggraeni telah banyak berkorban, tidak mungkin aku meminta dirinya untuk menjalankan perjodohan ini.”


“ Menurut pendapat pribadiku, masa depan Anggraeni malah lebih baik, mendapatkan seorang suami kaya raya.” ucap Anita sambil meletakkan kedua tangannya di atas pundak Bambang.” Masalah usia tidak terlalu masalah, seperti dirimu saja, walaupun sudah berumur 50 tahun, tapi kamu masih hot di atas tempat tidur.” sambung Anita sambil membelai wajah Bambang dengan kedipan mata yang menggoda.


“ Aku tidak cacat !, kalau Pak Budiman kakinya sudah buntung satu.” balas Bambang dengan ketus, membuat kedua mata Anita terbelalak, “ Oh.., Buntung satu toh.” sahut Anita sambil menutup mulutnya.


“ Sudahlah, aku mau masuk ke kamar.” kata Bambang dengan raut wajah kurang suka dengan sikap Anita seakan-akan merendahkan calon mantunya.


Bambang segera berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan meninggalkan Anita yang masih duduk sendirian di atas sofa. Anita mengulum senyuman sambil melihat punggung Bambang sedang membuka pintu kamar.


“ Aku harus singkirkan Anggraeni dari kekasihnya. Anggraeni harus menikah dengan tua bangka cacat itu dan aku bisa merebut Fahar dari Anggraeni.” kata Anita di dalam hatinya.


“ Fahar cowok sempurna, ganteng, tubuhnya tinggi dan berotot, aduh.., Aku bisa tersandera di dalam kamar berbulan-bulan kalau Fahar menjadi suamiku.” kata Anita di dalam hatinya sembari memejamkan kedua matanya.


Anita sedang membayangkan kekasih Anggraeni dan sedang berandai-andai dengan pikiran dia sendiri.


Bersambung….


*******

__ADS_1


__ADS_2