Senior Tampan Pujaan Hati

Senior Tampan Pujaan Hati
Kehidupan Absurd Si Kembar


__ADS_3

Hai, aku Thalia dan ini adik aku Thania. Kita lahir dari sebuah keluarga yang kata orang, harmonis dan sederhana.


Sebagai penjelasan asal usul, kami akan menceritakan terlebih dahulu tentang orangtua kami.


Papa kami, Tuan Phraxathity Khun. Pria berumur 40 tahun yang lahir di Thailand tapi asli orang indonesia, ya walaupun wajahnya seperti orang thailand. pria bucin yang tak sadar bahwa dirinya sering ditipu sang istri. Bekerja di perusahaan properti terbesar seasia yang mewajibkan nya sering bepergian keluar negri.


Mama kami, Kylie de'Carla. keturunan prancis-indonesia. Lahir besar di indonesia. Mengelola cafe yang memiliki cukup banyak pelanggan tetap ditengah kota. ntah bagaimana caranya dia mengelola bisnis itu, sekarang cafe nya nyaris gulung tikar. Sangat membagongkan


Pertemuan mereka bisa dibilang terlalu aneh dan kebetulan.


Saat itu, mama sedang berlibur keibu kota. Ketika ingin menyebrang, seorang pria menabraknya dan mereka saling berpandangan beberapa saat. Mama yang saat itu sudah jatuh cinta pandang pertama, menjadi tidak fokus dan pikirannya melayang kemana-mana, hingga dia sadar ketika dia merogoh kantungnya, dia tidak mendapati dompet dan hp nya.


"Janc**!! gue dirampok!!" teriaknya dan berlari menuju tempat tadi, "gue tampol ntar tuh orang"


Disaat bersamaan pria tadi memeriksa hasil curiannya dan saat membaca kartu pengenalnya, dia langsung berbalik kemudian berlari menuju tempat tadi untuk mencari wanita itu.


Mereka berlari dari arah berlawanan, dan bertemu ditempat sebelumnya. untuk kedua kali nya mereka saling berpandangan. Pria tadi mengembalikan barang yang dirampoknya dan meminta maaf, sedangkan mama yang sejak tadi memandangi pria tersebut hanya berkata, "menikahlah dengan ku". Terdengar aneh kan? benar, sangat aneh. dan yang lebih anehnya lagi, mereka pun menikah. yah pria tadi adalah papa.


Dan alasan mengapa papa mengembalikan barang mama, yg pertama dompetnya kosong dan hanya berisi kartu pengenal. dan hp nya di stel dengan bahasa prancis.


 ------‐-------------------------------------


Ada satu hal yang sangat unik mengenai kelahiran kami.


Mau ku beri tau apa itu?


sebenarnya, kami dilahirkan tanpa tau siapa yang lebih tua.


ngerti ga?


Jadi begini ceritanya,


Flashback On


kemarin 22 Desember 2007. Mama melahirkan disebuah rumah sakit bersalin terdekat dari rumah. Kami berdua dilahirkan dengan jarak waktu yang sangat dekat. salah satu dari kami lahir duluan dan dikarenakan perawat yang harus nya bertugas malam itu datang terlambat, dokter pun memberikan bayi itu langsung kepada papa.


setelah bayi kedua lahir, ntah apa yang merasuki si papa, dia memberikan bayi nya pada seorang perawat yang baru saja masuk keruang bersalin itu dan dengan cepat berlari keluar dari ruang bersalin karna kebelet pipis.


Perawat tadi semakin kebingungan karena sang dokter ikut ikutan menitip bayi yang satu lagi. alhasil perawat yang bingung tadi, membersihkan tubuh kedua bayi itu.


Setelah selesai bersalin, mama dipindahkan keruang inap dan kami pun diberikan ke mama setelah bersih.


"Selamat ya pak, bu, anaknya kembar identik cewe-cewe" ucap si dokter,


"terimakasih dok" balas mama tersenyum. "tapi, kalau boleh tau ini yang kakak an siapa ya dok" tanya mama


seketika ruangan menjadi hening. semua orang saling berpandangan dan kebingungan.


"maaf bu, saya pikir perawat tadi sudah memberi tanda." jelas si dokter


"loh kok salah saya pak? tadi saya baru datang tau tau nya dititipin bayi, trus dokter ikut ikutan nitip debay nya, ya saya mana tau siapa yang lahir duluan. dan saya juga tidak diberitahu untuk memberi tanda" bantah perawat tadi


dokter itu menatap tajam si perawat, tak habis pikir dia. itukan emang tugas perawat. Ingin rasanya dia resign saat itu juga


"Maaf ma, ini salah papa. tadi papa kebelet pipis, trus papa titip aja bentar debay nya sama perawat ini" akuh papa


"astaga kalian ini. jadi bagaimana kita tau siapa anak pertama?" tanya mama


"bagaimana kalau kita undi saja pak, bu" saran perawat itu


karena tidak ada yang membalas perkataannya, dia pun memikirkan cara lain. "bagaimana kalau kita lihat cctv?" tanya nya lagi. setelah itu, semua orang menatap tajam kearah perawat tadi kemudian berteriak, "mana ada CCTV goblok!!"


karena terkejut mendengar suara tadi, salah satu dari kami pun menangis. seketika perhatian mereka beralih dan akhirnya mereka sepakat untuk menjadikan bayi yang pertama menangis tadi sebagai anak pertama.


Dan itu aku, Thalia.

__ADS_1


Jika ditanya apa alasannya, mereka dengan santai menjawab. Anak yang lebih tua ditakdirkan untuk lebih dulu menangisi kehidupan.


Flashback Off


 


Thalia POV


"permisi pak, bu, thanianya ada?"


"permisi"


"haloo" panggilnya seraya mengetuk pintu dengan keras. selama 5 menit dia menunggu, tak ada seorang pun yang membuka pintu untuknya.


"PERMISI!!" teriaknya akhirnya


seseorang terdengar berjalan dari dalam rumah dan membukakan pintu,


"maaf ya, kita ga terima sumbangan" tegas orang itu


"suami anda sekarang di kantor polisi, anda diharap untuk segera ikut kami ke kantor polisi" balas Thalia


"maaf ya bu, suami saya sudah meninggal" isak wanita tadi


"waduh, turut berduka ya bu" kata Thalia menyesal


"tapi bohong"


"ha? gimana gimana??" tanya Thalia memastikan


bukannya menjawab pertanyaan Thalia, pemilik rumah itu malah mempersilahkan Thalia masuk.


"silahkan duduk, saya akan hidangkan teh. anggap saja rumah sendiri" pesan wanita itu


"boleh dijual rumahnya?" tanya Thalia polos


"ih, mama. jahat bener. suami dikata meninggal, anak mau dibuang ke panti. berdosa banget kamu kylie. nan-" belum selesai berbicara, mamanya langsung memotong perkataan Thalia sebelum dirinya naik darah


"jangan nambah lauk 1 minggu ini" tegas kylie


"mama mau aku masuk rumah sakit lagi?" protesnya.


dan seperti yang kita tebak, Kylie berbalik kemudian dengan tersenyum mengatakan "iya"


Thalia yang sudah bad mood akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamar nya. 'padahal gue niatnya bercanda gurau. si Kylie ga asik' batin nya kesal.


Setelah selesai mandi, Thalia pergi menuju dapur untuk mencuri makanan.


"ehem. ngapain kamu?" tanya kylie


"mau makanlah, masa mau bercocok tanam ma??" kesalnya


"loh bukannya mama bilang tadi ga boleh makan kamu?" tanya kylie sambil mengingat kembali perkataannya


"kan ga boleh nambah doang. masa ga boleh makan. ini mah bukan masuk RS lagi. masuk peti ini mah" protes Thalia


"yaudah" balas kylie santai


'ini yaudah apa maksudnya? gue ga di doa in mati kan?' herannya


"ma. boleh makan kan ini?" tanya nya berhati-hati


kylie menatap Thalia dengan sorot mata kasihan dan menitikkan air mata, "boleh kok"


'ekspresi nya kaya kucing sekarat' batin kylie

__ADS_1


setelah perdebatan singkat mereka itu, Thalia pun makan sambil terisak pelan. tak disangka mamanya ternyata masih peduli dan memaafkan dirinya.


 


10 menit setelah Thalia makan


"permisi pak, bu, thalianya ada?"


"permisi"


"haloo" panggil seseorang seraya mengetuk pintu dengan keras.


kylie yang merasa deja vu pun bangkit dari rebahan santai nya. pasalnya dia sudah muak melihat kelakuan anak gadis yang itu.


'baru juga dihukum, malah diulang lagi' batin kylie kesal.


dia langsung membuka pintu dan berteriak untuk mengusir orang itu, "PERGI KAMU!"


karena dibentak secara tiba tiba, thania pun menangis tersedu-sedu. pasalnya dia hanya ingin bergurau pada mamanya.


dia akhirnya beranjak dan keluar dari kawasan rumah itu berjalan tanpa arah dengan pandangan kosong akibat bentukan si mama


tiba tiba hp nya berdering menunjukkan panggilan masuk dari kakaknya


'kamu dimana?'


ntah kenapa perasaannya menghangat hanya karna dua kata tersebut


'kalau mau pulang jangan lupa beli jajanan. aku ga dikasih makan sama mama'


seketika thania menyesal dan ingin sekali mencabik orang yang lewat.


"gue di usir dari rumah bege. hanya karna bilang permisi sambil gedor pintu" jelas thania dengan mata berkaca-kaca


'kok sama? gue sih cuman dihukum ga boleh nambah lauk seminggu' balas Thalia


"jadi ini semua gara gara lo??!" kesal thania


'maybe? ya gitu deh. eh, jangan lupa makanan gue. bye'


belum sempat thania memaki, Thalia sudah lebih dulu memutuskan panggilan telpon.


Thania pun berbalik arah menuju supermarket dekat rumah mereka.


"silahkan, tidak sekalian pulsa nya kak?" tanya pegawai supermarket tersebut


"tempat beli sianida dimana ya kak?" tanya thania tak sadar


pegawai tadi pun terheran-heran, pasalnya untuk apa gadis SMP membeli sianida?


"kita ada racun tikus kak, mau?" tawar nya


Thania yang tersadar, menatap tajam pegawai itu. "mbak mau saya mati?"


"mbak pergi sekarang sebelum jiwa psikopat saya kambuh" saran di pegawai.


Thania yang tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi, memilih untuk keluar dari supermarket dan berlari kecil menuju rumah.


"dasar gila" batin keduanya


Sekian dulu ya, ditunggu untuk bab selanjutnya. Jangan lupa vote, komen, dan suka. Terimakasih


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2