
Aldrich POV
'anjir, gue telat' batinnya Setelah melihat jam menunjukkan pukul 8
secepat kilat dia mandi dan berpakaian. dia langsung berlari keluar rumah mengabaikan papanya yang hendak menyuruh nya makan
Sesampainya di sekolah dia memarkirkan motor nya dan berjalan santai menuju kelas. ini adalah hari ke 3 nya dia bersekolah.
"halo kak, tolong diterima" pinta cewe seraya menyodorkan coklat pada nya
Aldrich menerimanya sambil tersenyum dan lanjut berjalan menuju kelas
di pintu kelas, salah satu senior mereka yang terkenal suka membully, menghadang Aldrich. hal itu membuat banyak orang berteriak histeris, tak banyak orang yang menyukai interaksi keduanya.
"luangin waktu lo" perintahnya
"loh, 10 menit lagi masuk kak" tolak Aldrich
"panggil geisha jangan kak. ayo" ajak geisha sambil menarik tangan Aldrich menuju rooftop
"mau bilang apa?" tanya aldrich to the point
"jadi pacar gue" jawab geisha santai
Aldrich terdiam sebentar dan tertawa keras tiba tiba dan itu membuat geisha sedikit takut
"lo pikir karna gue ngeladenin lo, gue suka sama lo? gue kasihan, lo segitunya ingin diperhatiin? turut prihatin ya" bisik Aldrich menusuk
geisha terdiam dan tak bergeming.
"sekarang lo tau gue pengen di perhatiin, dan mana rasa prihatin lo?"
"rasa prihatin? dan sekarang lo mengharapkan itu dari gue? kenapa sih sama cewe zaman sekarang? lo senang di kasihani?"
melihat geisha yang tertunduk, Aldrich pun berjalan menuju tembok dan perhatian teralih kepada seorang cewe yang pernah dia temui sebelumnya.
'kenapa tu cewe datang ke SMA pake seragam SMP?' herannya
asik memperhatikan gerak gerak cewe itu, tanpa sadar dia sedikit tersenyum. geisha yang melihat senyum Aldrich akhirnya penasaran dan dilihatnya lah seorang anak SMP yang sedang dikerumuni cowo sekolah nya.
Aldrich langsung turun dan berlari menuju cewe yang dilihatnya dari rooftop. geisha tersenyum getir 'gue bakalan bikin tu cewe sengsara' janjinya
Thalia POV
Thalia yang saat itu bangun terlambat harus menunggu bus sedikit lebih lama. dia garuknya kepalanya yang tak gatal.
'thania kampret, gue ga dibangunin'
melihat bus yang tak kunjung datang, dia pun memutuskan untuk berlari menuju sekolah yang jarak nya 4km dari halte.
tanpa melihat pamflet sekolah, Thalia langsung masuk menuju gerbang SMA
Sesampainya di tengah lapangan dia menatap bingung orang orang disekitarnya yang menggunakan seragam yang berbeda. 'ini gue yang salah seragam apa mereka? tapi ga logis juga satu sekolah salah seragam'
dia planga plongo menatap lingkungan sekitarnya, hingga anak klub basket yang hendak menuju pendopo mendekatinya guna bertanya
"cari siapa dek?" tanya sang kapten
"ehmm. saya nyari kelas 9-1 kak"
semua anggota basket saling berpandangan kemudian tertawa
"kok bisa nyasar dek?" goda anggota yang lain
"sini kakak antar" ajak salah satu anggota yang masih saja tertawa
belum sempat menjawab, tangan nya ditarik seseorang.
"bisa ga, gausah menggoda anak SMP? lo semua ga malu apa?" tegas Aldrich
__ADS_1
"loh? kita ga ngegodain, cuman nanya sekaligus becanda. bener kan dek?" tanya salah satu anggota
Thalia hanya menggangguk setuju
berbeda dengan anggota basket lainnya, si kapten menatap lekat Aldrich kemudian berseru, "Aldrich?!"
mendengar nama itu Thalia ikut menatap orang yang sedang memegang tangannya, tapi dia hanya menatap belakang kepala orang itu
"Louis?" tanya aldrich
mereka high five dan bercerita panjang lebar. dan mereka mengabaikan thalia yang terheran heran
"dek, kalau mau ke SMP di gerbang sebelah kanan ya. ayo kakak temani sampe gerbang" ajak Richard salah satu anggota basket.
mereka pun berjalan hingga gerbang SMP.
"terimakasih kak"
"lain kali jangan nyasar lagi. anak SMA ga semua nya baik" pesan Richard.
Thalia pun bergegas masuk menuju ruang kepala sekolah.
"halo pak, saya siswi yang pindah hari ini"
kepsek yang melihat nya pun terkejut
"bukannya kamu sudah masuk kemarin?"
'njir, gue kelupaan pakai soflens lagi' rutuk thalia
"itu kembaran saya pak" jelas thalia
"ya sudah langsung menuju kelas 9-1. itu ketua kelas kamu sudah di pintu" suruh kepsek
Tak lupa untuk permisi, Thalia beserta ketua kelas nya itu berjalan terbesar menuju kelas
bu Dian yang tengah mengajar pun berhenti sejenak
"silahkan perkenalkan diri" persilahkan bu dian
"baik bu, teman-teman. perkenalkan nama saya Thalia dari SMP Budi Utomo"
"ada yang ingin bertanya?"
karena tak ada respon akhirnya ketua kelas mereka yang bertanya, "nama panggilan?"
"panggil saja Yang Mulia Ratu" ceplos Thalia
seisi kelas yang hening kini kian hening. setelah merasa lawakannya garing, Thalia pun duduk di kursi paling belakang
'dasar ambis' kesalnya
Kelas 9-9
Pagi itu kelas sangat ribut akibat guru mereka terlambat.
thania yang sedikit terganggu akhirnya mendatangi chrisye yang duduk paling belakang.
"lo kok ga nyuruh yang lain diam?" tanya thania penasaran
Chrisye menatap thania bingung kemudian mengangguk tanda mengerti
"bentar gue tunjukin"
dia pun maju ke depan kelas dan memukul papan tulis.
"gue dapat info teman baru kita ga bisa dengar yang ribut. dan juga si Holland kasihan lagi mimpi indah. itu si Bobby lagi push rank, si Nina lagi nonton drakor, Yogi lagi nge wibu. tolong jangan ribut. paham?" tanya chrisye
seisi kelas yang ribut pun perlahan menjadi tenang. semua orang sibuk dengan urusannya.
__ADS_1
dalam hati thania sedikit takjub dengan teman sekelas nya itu.
"kalau segampang itu diamin nya kenapa ga dari tadi?" bisik thania setelah chrisye duduk.
"ntah gue juga bingung. biasanya di orang gila bukannya diam kalau di suruh" heran chrisye
"kita ngehargai orang yang ga bisa dengar ribut. itu aja, ntar juga lo ngerti" celetuk Mika
"semua orang di kelas ini adalah keluarga. kadang kita ribut wajar karna bosan. tapi kalau lo minta baik" kita diam, kita pasti diam kok" Jelas Kevin
thania pun tersenyum dan kembali duduk. dia senang memiliki teman yang baik.
bagaikan langit dan bumi, nasib Thalia sangat berbeda dengan thania.
pasalnya, saat ini sudah jam istirahat tapi tak ada satu pun yang keluar dan malah belajar.
dilihat nya cewe disebelahnya yang sibuk membaca buku.
didekatiknya dan berisik "kalian ga ke kantin?"
cewe yang bernama Stephany itu menggelengkan kepala tanpa melihat Thalia
'anak anak sekarang benar-benar tidak sopan' batinnya sambil menatap jendela.
dia yang merasa bosan karna suasana sangat sunyi pun memilih untuk tidur dan tak sadar bahwa kelas sudah dimulai lagi.
"lia, Thalia, THALIA SOE MYTHA!" teriak bu Yenni, salah satu guru killer mereka
Thalia yang masih belum sepenuhnya sadar berdiri tegak dan menghormat.
"kamu ke sekolah untuk tidur?" sindir bu yenni
"tidak bu" jawab Thalia cepat
"selesaikan semua soal yang ada di papan tulis, setelah itu kamu boleh duduk" tegas bu yenni
"apa boleh saya pulang saja bu?" tanya Thalia
bu yenni sedikit terkejut, dan setelah berpikir sebentar, dia pun memperbolehkan nya.
seisi kelas penuh dengan bisikan,
'mana mungkin dia bisa'
'ini kan pelajaran minggu lalu'
'materi anak SMA ga mungkin dia selesain'
sekitar 15 menit kemudian Thalia meletakkan spidol kemudian kembali ke tempat duduk nya.
bu yenni menatap takjub jawaban Thalia. dia pun tersenyum senang menatap Thalia dan memperbolehkannya pulang
"Thalia Soemytha, silahkan pulang. jawaban kamu tepat, tetapi lain kali jangan tidur di kelas saya. saya tidak suka murid malas. dan yang lain, tolong contoh thalia" pesan bu yenni
semua orang menatap kesal Thalia dan tak sedikit yang mengutuknya
'bodo amat yang penting gue bisa pulang' batinnya tak peduli
Di perjalanan keluar dari gerbang sekolah, seseorang menariknya kearah gang sempit
"Aaaaaaa!" teriaknya
"elo?!" tunjuk thalia
to be continue
Jangan lupa like, komen, vote ya gais
terimakasihh
__ADS_1