Senior Tampan Pujaan Hati

Senior Tampan Pujaan Hati
Teman Baru


__ADS_3

"baik, berhubung di kelas 9-1 hanya ada 1 kursi kosong, kamu thania silahkan menuju kelas 9-9" Ujar Kepsek


'what? kelas terakhir?' heran thania


"maaf pak, saya masih asing dengan sekolah ini jadi saya tidak tau letak kelasnya dimana" terus terang thania


"woiya jelas. kalau kamu ga merasa asing berarti kamu mata mata dari sekolah seberang"


"kamu bukan mata mata kan?" curiga si kepsek


'ha? gila kali ya ni orang?' batin thania


Melihat thania yang menatapnya canggung dan hanya diam, Si kepsek pun tertawa terbahak-bahak. Thania merasa ada yang tak beres dengan kepseknya itu, dia pun segera keluar tanpa permisi terlebih dahulu.


Saat sedang berjalan menyusuri koridor, seseorang dari arah ruang guru menariknya


"Arghhhh.. siapa lo?!" teriak thania


"wouu.. santai. kenalin gue Chrisye. nama lo?" ucapnya seraya mengulurkan tangan


"thania" balas nya


"kelas berapa?" tanya chrisye lagi


"9-9. lo tau dimana kelasnya?" tanya thania


"OMG. sumpah lo? oh jadi lo anak baru yang bakalan datang hari ini?" excited chrisye


"ehm iya" cengir thania canggung


"ikut gue sini" ajak Chrisye sambil menarik tangan thania


Sesampainya di depan kelas, chrisye menendang pintu kelas untuk menenangkan suasana kelas yang sama ributnya dengan pasar.


"hei njenk. gue mau ngomong. lo semua diam" teriak nya


setelah suasana kelas hening total, mereka masuk dan berdiri di depan.


"Jadi hari ini kita kedatangan teman baru dari sekolah Budi Utomo kota sebelah. jadi silahkan tanya sebelum bu Yanti masuk" tegas chrisye


"BAIK KETUA" ucap seisi kelas serempak


"Silahkan thania"


"halo teman teman. perkenalkan saya Thania dari SMP Budi Utomo. kalau ada yang ingin bertanya saya persilahkan" ujar thania


seorang cowo terlihat antusias mengangkat tangannya dan thania menunjuk orang itu untuk lebih dulu bertanya


"gue Bobby. gue mau nanya. nomor W-" belum selesai bertanya sepatu chrisye sudah lebih dulu melayang ke kepala Bobby.


Bobby hanya mendecih kesal menatap chrisye yang mendekat guna mengambil sepatunya yang dilemparnya tadi


"hai gue cindy. rumah lo dimana?" tanya yang lain


"gue tinggal di Apartemen dekat sekolah, Apartemen A100Rich" jawab thania


"serius? nomor berapa?" sanggah chrisye


"S15" jawab thania seadanya


"jauh banget. Gue di U20" sedih chrisye


'lebih jauh elo lagi' batin seisi kelas serempak


"eh, lo berarti satu lantai bareng si Holland dong" celetuk Mika salah satu teman mereka


"Holland?" heran thania


"itu yang bakalan duduk di belakang lo. hari ini dia ga ma-" belum selesai bicara, holand membuka pintu dengan keras dan berjalan santai menuju tempatnya di belakang


'hobi banget motong pembicaraan orang' batin Mika kesal


"ada lagi yang mau ditanya?" tanya thania


beberapa orang kemudian bertanya dan dengan senang hati dia menjawab


setelah perkenalan singkat thania tadi, dia langsung duduk di bangku kosong di depan Holand.


Thania berbalik dan menyapa holand, "hai gue thania. salken" Holland hanya menatap tajam thania dan buang muka menatap jendela


"sombong banget sih jadi orang. untung ganteng" bisik nya kesal yang didengar oleh holland. tanpa sadar holand sedikit tersenyum


Thalia POV


Sudah jam 13.00 dan dia masih saja berbaring


"Thalia, makan dulu" bujuk khun


"ga selera pa" tolak nya


"Makan gak?!" tegas kylie yang baru masuk ke kamar


Thalia mengerucutkan bibirnya kesal dan akhirnya dia memakan makanan yang disediakan khun


Setelah selesai, dia kembali tidur. Badannya terasa sakit semua.


tiba tiba di terbangun dan merenungkan sesuatu,


'masa gue menye menye hanya karna cowo sih?'


'masa gue sakit hanya karna cowo?' batinnya


Setelah kedua orangtuanya pergi kerja, thalia bangun dan mengambil jaket nya keluar untuk sekedar berjalan santai di taman.


Belum sampai di lift, kepalanya kembali pusing dan penglihatan nya menggelap dan pingsan.


Seorang pria yang baru saja keluar dari lift terkejut dan menggendong orang yang tergeletak di depannya itu.


Diantar nya gadis itu ke kamar no 15 dan dibaringkannya di sofa terdekat dari pintu.


Ditatapnya lekat gadis itu dan dia tersenyum tipis

__ADS_1


Dia pun keluar dari ruangan itu menuju kamarnya di no 20.


Thalia yang sudah siuman mengerjapkan matanya yang masih kabur. dilihatnya thania yang sedang memasak di dapur


"thania? lagi apa?" tanya thalia


Thania yang melihat kakaknya sudah sadar pun dengan cepat mendatangi nya "ada yang sakit?" cemasnya


"ga. cuman pusing doang. lo sih lama banget pulangnya" kesal Thalia


"ye maap. tadi gue gabung ekskul dulu sama perkenalan" jelasnya


"yaudah. gue mau makan nasi padang"


"gue dah masak nasi lemak. makan yang ada ajalah"


"yaudah deh. ntar gue sakit lo yang salah"


'kok jadi gue yang salah?' batin thania


Thalia pun makan tanpa bersuara,


setelah dia mengingat sesuatu, dia pun bertanya


"eh, tadi lo yang gendong gue ke rumah?"


Thania yang bingung hanya menggelengkan kepalanya pelan, "kenapa?"


"ehm, gpp" jawab Thalia seadanya


'jarak lift ke rumah juga jauh banget, ga mungkin thania yang gendong gue. terus siapa dong?' bingungnya


"eh, gue bosen nih ni.. jalan yok ke taman" ajak Thalia


"ga ah, lo masih belum sembuh. ga mau gue" tolak thania


"lo takut gue kenapa-napa ya? soalnya sweet deh"


"ga, gue malas nyangkut lo kalau pingsan"


"tai lo" sungut Thalia


ting tong


"anak anak papa pulang" sapa khun


"Selamat datang om"


"Selamat datang pa"


ucap Thalia dan thania bersamaan, khun menatap tajam Thalia dan berlalu menuju kamar


beberapa menit kemudian kylie datang,


"mama pulang"


"Selamat datang ma" balas khun dan thania bersamaan


"ga nanya ya. maap" balas thalia


"awas kamu kalau masuk!" ancam kylie


Thalia tertawa terbahak-bahak karna berhasil membuat mamanya kesal


"anjir gue ga bawa uang, mana gue pake baju tipis banget lagi" sesalnya


Thalia pun memutuskan pergi ke taman sekedar menghirup udara segar


Saat pintu lift terbuka, pandangannya beradu dengan seorang cowo, Thalia terdiam sebentar sebelum akhirnya orang itu menegur nya


"keluar kalau ga mau turun"


'sewot banget nih cowo' kesal Thalia


dia pun masuk dengan ekspresi datar


Suhu di lift sangat dingin, sehingga Thalia beberapa kali menggosokkan kedua tangannya dan memeluk dirinya agar sedikit hangat


dia lihat nya dari cermin, cowo tadi menatapnya sebentar kemudian buang muka setelah ketahuan memperhatikan nya diam diam.


Sesampainya di lantai bawah, cowo tadi keluar lebih dulu dan meletakkan jaketnya di bahu Thalia. Thalia yang terkejut pun dengan cepat memanggil orang tadi.


"eh, tunggu" pintanya


cowo tadi berbalik dan dengan tatapan datar nya berkata


"pake aja gue ga-"


"lo bawa duit ga?" potong Thalia


cowo tadi menaikkan alisnya tanda bertanya


dan sekarang mereka sedang duduk berdua di salah satu bangku taman sambil menyerumput teh susu panas


taman sangat indah malam itu, lampu kerlap kerlip, banyak anak anak yang sedang bermain.


Thalia memandang sebuah keluarga yang sedang asik bermain di depannya. entah kenapa dia merasa sedikit iri. kedua orangtua nya sangat sibuk 5 tahun terakhir ini sehingga tak ada waktu bagi mereka untuk berlibur seperti sebelumnya. khun dan kylie mulai mendapat banyak masukkan setelah Sam, teman khun memperkenalkan khun pada seorang CEO, mulai saat itu kehidupan mereka berubah. Dia tau bahwa kedua orangtuanya sibuk untuk mencari nafkah untuk mereka, tapi jauh didalam lubuk hatinya dia ingin orangtuanya meluangkan sedikit waktu hanya untuk sekedar berbincang dan bercanda gurau.


cowo tadi memandang Thalia yang tersenyum sedih melihat keluarga bahagia yang tak jauh di depan mereka. dia ikut memperhatikan arah pandang Thalia dan mereka menikmati malam itu dalam diam.


"dah jam segini, lo ga pulang?" tanya Thalia melihat sudah pukul 23.57 di hp nya


cowo itu hanya melirik Thalia tanpa mengalihkan pandangannya dari langit


"lo ga dicariin?" tanya Thalia lagi


"andai aja" balas cowo tadi sambil menatap datar Thalia


"yaudah, gue balik duluan. nih jaket lo. makasih" diletakkannya jaket itu


"em... nama lo?" tanya Thalia

__ADS_1


cowo tadi menaikkan alis nya untuk kedua kali nya, "Holland" jawabnya


Thalia pun tersenyum, "Holland ya? nama lo bagus. masalah uang lo-


"gausah. gue ga kekurangan duit. anggap aja gue lagi beramal"


bukannya kesal, Thalia malah tertawa


"ntar gue bayar. gue anti punya utang"


"yaudah, gue-


belum sempat pamit, telpon holland berbunyi


'halo Tuan, Tuan dan Nyonya menyampaikan selamat ulang tahun untuk anda'


"berhentilah berbohong"


'maaf Tuan, tapi tu-


"jangan berbohong lagi kedepan nya. sampai tahun lalu gue percaya kedua orang itu benar benar mengucapkan nya, tapi sekarang enggak"


'baik Tuan, saya minta maaf'


Thalia yang tak sempat pamit tadi merasa canggung


"HBD" ucapnya singkat


"kado" ujar Holland pelan


"ha?"


"mana kadonya?"


"gue ga bawa duit. minum juga ngutang"


Holland menatap langit yang sangat gelap tanpa bintang malam itu.


"padahal hari ini ulang tahun gue" bisiknya pada langit


"eum.. gimana kalau gue temenin lo?" tawar Thalia


yang dijawab anggukan Holland


Thalia sedikit heran dengan dirinya, kenapa bisa bisa nya dia peduli dengan orang lain. berbeda dengan dirinya yang biasanya, 'ini semua karna dia tampan' batinnya


dia ikut menatap langit dan sedikit melirik Holland


"gue tau ini masalah lo. tapi ada baik nya untuk cerita ke orang terdekat. gue takut lo gila" nyegir Thalia


"hah, gue ga punya orang terdekat" jawab Holland


"eh, gue tadi becanda doang. kalau lo ga punya ya, gue gatau gimana lagi"


"lo pernah ga-


"pernah apa?"


"ga jadi. gue lupa mah bilang apa"


Thalia yang kesal pun memukul pelan punggung holland


malam itu mereka sibuk menghabiskan waktu dengan pikiran mereka masing masing


cuaca semakin dingin karna sudah pukul 2 pagi, mereka pun memutuskan untuk kembali ke kamar.


"pake" suruh Holland seraya menyodorkan jaketnya


"gausah lo aja" tolak Thalia


Holland yang sedikit kesal langsung memakainya jaket nya pada Thalia


Sesampainya dilantai S, mereka keluar dari lift dan berpisah di depan Apartemen Thalia.


"makasih banyak buat hari ini. untuk minum tadi ntar gue ganti" janji Thalia


sebelum Holland beranjak pergi, Thalia mengelus pelan kepala Holland sambil tersenyum tipis


"gue gatau masalah lo apa. tapi jangan menyerah karna semua orang juga punya lukanya masing masing. kalau rasa nya lo mulai menyerah, cerita aja ke orang sekitar lo yang lo percaya" pesan Thalia


Holland sedikit terkejut dengan sentuhan Thalia kemudian menatap nya dengan tatapan sendu (?)


"kalau orang itu lo?"


"kita baru sekali ketemu" sanggah Thalia


"tapi kita bakalan sering ketemu di kelas" jelas Holland


"gue ga janji. yaudah gue masuk duluan" pamit Thalia.


Thalia langsung masuk menuju kamar dan membangun thania,


"lo kenal Holland?" tanya nya


thania yang belum sepenuhnya sadar hanya bergumam mengiyakan


'mampus aja. kenapa gue ga pake softlens coklat tadi?' batinnya frustasi


dia pun berlutut didepan thania yang tertidur pulas


"maafin gue ni.."


dan dalam hati dia berdoa agar adiknya itu tak dapat masalah karna perilakunya tadi


.


.


.


to be continue

__ADS_1


Jangan lupa vote, komen, like gais


Terimakasih


__ADS_2