Senior Tampan Pujaan Hati

Senior Tampan Pujaan Hati
Pertemuan Kedua


__ADS_3

"kak lia, ga makan?" tanya thania yang mengembulkan kepalanya dari balik pintu


"ga, lagi males gue" jawab Thalia malas, dia terlihat sedang sibuk mencari sesuatu di hp nya. melihat itu, thania yang kepo akhirnya mengintip


"cara menghilangkan orang dari-" belum selesai membaca, thania langsung bertekuk lutut di depan kakaknya


"kak, maafin nia. Nia ga bilang kalau semalam libur. nia cuman kesel kemaren kena marah mama karna kakak. lagian itu idenya mama. maafin ya" mohon thania sambil menyatukan kedua telapak tangannya diatas kepala


Thalia yang awalnya bingung tentang apa yg sebenarnya dikatakan adiknya itu pun tersenyum licik


"kalau kamu merasa salah, masakin 5 makanan Italia selama 1 jam" "kalau ga selesai selama 1 jam, aku kasih hukuman"


Thania yang merasa sanggup, tersenyum senang


"oke" jawabnya


Thalia yg melihat adiknya yg terlalu excited hanya menggelengkan kepalanya heran, 'mau aja dibodoh bodohin' batinnya. dia lanjut membaca artikel yang telah didapat nya tadi,


isi artikel:


cara menghilangkan orang dari pikiran.


Pertama, cari kesibukan


"cari kesibukan? gue rebahan ini dah termasuk sibuk. sibuk bermalas malasan juga udah. trs gue kudu ngapain lagi?" Thalia yang sibuk memikirkan apa saja kesibukan yang perlu dilakukannya tak sadar bahwa thania sudah datang membawa makanan yang disuruh nya tadi.


"nih, selesaikan?!" ucapnya bangga. Seketika seluruh pikiran, mata dan hati Thalia beralih ke makanan yang dibuat adiknya itu.


"wow. enak banget. makasih adek" ujar Thalia setelah memakan sesuap spagetti buatan thania


Thania yang mendengar ucapan terimakasih itu semakin gembira dan menyadari, sesering apapun mereka berantem, kejadian seperti ini selalu sanggup membuat mereka saling memaafkan tanpa harus mengatakannya secara blak blakan


selesai makan, thania membawa piring kotor tadi ke wastafel.


"eh, papa. tumben makan jam segini" ujar thania


"iya, papa laper habis nyium makanan kamu. ada sisa ga?" tanya khun


"hehe, maaf pa, kita habisin semua. mau nia buatin ga?" tanya thania


khun pun tersenyum dan membelai pelan rambut thania, putri bungsunya itu. "gpp, kamu main aja sana. ntar papa buatin sendiri sekalian untuk mama",


"okedeh, sekalian ya pa cuci piring nya. bye" tanpa rasa bersalah setelah mengatakan itu, thania pun berlari menuju kamarnya.


khun hanya bisa menggeleng kepala, 'anak setan' batinnya


Thalia yang sudah menemukan ide pun keluar kamar, tetapi dia heran saat mendapati papa nya sedang memasak


'ini gue ga lagi halu kan?' batinnya


"loh papa, ngapain disini? kok dah pulang aja?" tanya Thalia


"kan kamu sama mama yang jemput papa semalam di bandara. kamu gimana sih?" tanya khun balik


"Seriously papa? itu thania" kesal Thalia


"pantas aja kaya ada yg kurang. ternyata kamu toh yang ngilang. kemana kamu semalam?" tanya khun


"ke sekolah. lia lupa semalam libur" ceritanya


"astaga, kok bisa lupa?" heran khun

__ADS_1


"ya gitu lah" jawab Thalia seadanya


"sekarang kamu mau kemana?" tanya khun setelah menyadari anak nya sedang membawa tas ransel


"mau renang dulu pa. lia pergi dulu ya. takutnya kemalaman" pamitnya


"oke hati hati" balas khun


"naik apa kamu?!" tanya khun lagi sedikit berteriak


"jalan kaki!" teriak Thalia dari luar pagar


Di perjalanan menuju kolam renang, Thalia singgah terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan.


Sesampai di kolam renang dia langsung mengganti baju dan masuk ke kolam, tanpa dia sadari seseorang sedang mengamati nya dari kejauhan. Tahlia yang merasa dirinya sedang diamati diam-diam pun mengedarkan pandangannya, terlihat seorang pria dengan kacamata hitam sedang duduk di tepi kolam sambil melipat tangannya dan memandang ke arah Thalia.


karena sedikit creepy, dia pun berpindah ke kolam yang sedikit lebih jauh dari orang itu, tetapi orang tadi juga ikut berpindah.


'mungkin dia pengen ngomong sesuatu' batinnya, dia pun memberanikan diri untuk menemui orang itu,


"ada masalah apa ya?" tanya Thalia blak-blakan


Pria tadi tersenyum tipis dan memilih untuk mengabaikan Thalia


"orang ngomong itu dijawab" bentak Thalia


Pria itu kemudian berdiri dan menarik Thalia menuju kantin kolam. Thalia yang merasa aneh kemudian melepaskan cengkraman tangan pria itu, "anda tidak bisu kan? sekarang jelaskan apa mau anda" tegasnya


Bukannya menjawab, pria tadi membuka kacamata nya dan menatap lekat thalia.


"elu?! ngap-"


"bisa makan dulu kan?" potong pria itu


Selesai memesan, pria tadi kembali duduk, "so, apa kabar?" tanyanya.


"masih sering renang ya kamu?" tanyanya lagi


Thalia yang sangat malas melihat orang itu memilih untuk bungkam, bahkan setelah makan yang dipesan telah sampai, dia memilih untuk tidak menyentuh makanan itu, dan mengabaikan segala pertanyaan yang dilontarkan pria di depannya itu


"masih ingat ga? dulu kita sering ketemuan disi-"


"Frans, bisa gausah bahas masa lalu?" sanggah Thalia.


frans pun terdiam sejenak. terlihat mata nya mulai berkaca kaca, "maaf" ucapnya dengan suara serak


"lo tau kan gue benci sama lo? lagian yang lalu biarin aja berlalu, lo punya kehidupan dan gue juga. berhenti juga membuntuti gue. risih" tegas Thalia


"dan satu lagi, gausah berharap gue bahkal mau balikan sama lo. makasih dah buat mood gue berantakan" tambahnya sambil menggebrak meja


Frans yang tak terima pun berdiri dan mengejar Thalia yang sudah lebih dulu berjalan ke kolam, tetapi saat dia ingin menarik tangan Thalia, seseorang mencengkram kuat bahunya.


"Al..al..aldrich?" ucapnya terbata bata setelah berbalik untuk melihat siapa yang berani mencengkram bahunya


"hai, long time no see" sapa Aldrich dengan senyum smirknya


"nga..ngapain lo disini?" tanya Frans sedikit ketakutan


"berenang" jawab Aldrich singkat


"lo tau kan gue benci sama orang yang suka merebut milik gue?" tanya Aldrich balik.

__ADS_1


Frans hanya mengangguk kepalanya sebagai jawaban


"jadi mulai detik ini jangan ganggu lagi cewe gue" peringatkan Aldrich


Frans tetap menganggukkan kepala sebagai jawaban dan dia pun berjalan keluar kolam renang, 'darimana Thalia mengenal Aldrich? apa mereka benar pacaran?' tanya nya dalam hati. pasalnya dia tau bahwa Aldrich bukan lah orang sembarangan


disisi lain, Thalia yang sedang asik berenang menangkap sesosok yang tampak dia kenal, karena penasaran dia pun mendekati orang itu dan memukul pelan punggungnya, "hei" sapa nya


orang yang merasakan pukulan tadi pun berbalik kemudian tersenyum tipis setelah mengetahui siapa yang memukulnya.


"hai, Soemytha" balasnya


ntah kenapa Thalia sangat senang bahwa orang tadi mengingatnya


"lo kok disini? dikota lo gak ada kolam renang ya?" sindir Thalia sedikit bercanda


"ntahlah, mungkin karna kolam renang disini lebih menarik?" balas orang itu


Thalia pun terdiam sejenak sambil memandang orang didepannya,


"Jackson" ingatkan orang itu


"sory jackson" ujar Thalia sedikit menyesal


"gpp. lo dah makan?" tanya Jackson


"belum ni, kenapa? mau gue temenin?" tanya thalia


"hm, gimana kalau sekalian pulang aja?" tanya jackson balik


Thalia pun setuju dan mereka keluar dari kolam renang setelah mandi.


Mereka kembali singgah di McD seperti sebelumnya, hanya saja sekarang mereka sudah mulai berbincang tanpa canggung. walau hanya pertanyaan biasa seputar renang. Selesai makan mereka langsung pulang karena sudah pukul 9 malam.


Sesampainya di rumah Thalia, Jackson memilih untuk membiarkan Thalia masuk lebih dahulu. setelah pamit dia pun memutar balik arah motornya menuju sebuah lorong dan berhenti sejenak.


"ternyata peringatan gue tadi masih belum cukup buat lu" sindirnya


"gua cuman gak mau dia berurusan sama orang kayak lo" bantah Frans


"emang gue kenapa?" tanyanya balik


Frans menelan ludah kasar terdiam


"kok diam?" sindirnya lagi


"gue ga punya banyak waktu. sekali lagi gue tau lo masih ngikutin dia. lo mampus ditangan gue" ujar jackson memperingatkan. dan jackson pun pergi dari tempat itu meninggalkan Frans yang masih sibuk dengan pikirannya.


.


.


to be continue


.


.


Sekian dulu, jangan lupa suka, vote dan komen gais..


see you soon

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2