Senyum Palsu

Senyum Palsu
episode 15


__ADS_3

plak..


tamparan yang cukup keras mengenai pipi sebelah kiri salma hingga meninggalkan bekas.


"oh..ternya lemah.."ucap pinka


salma menghentikan langkahnya dan menunduk.


"Can I kill him now(apa aku boleh membunuhnya sekarang) .. hehe" ucap salma muncul senyum mengerikan di wajah nya yang tertunduk.


"don't..you can get in trouble .. just because of auntie aunty menor (jangan..Lo bisa dapet masalah nanti .. cuma gara gara Tante Tante menor itu).." balas Dimas menuntun salma menjauh dari mereka sebelum jiwa psiko nya keluar .


'bisa jadi kuburan massal ni sekolahan..'batin Dimas sambil bergidik ngeri.. dengan perlahan dia menuntun salma.


"hey..Tanor(Tante menor) mending jangan cari masalah kalo masih sayang sama nyawa Lo..****** baru tau rasa Lo.."ucap Verrel sembari berbalik dan berjalan menyusul dimas dan Salma.


"hey..asal Lo tau ya dia itu takut sama gue.. buktinya dia gak bales kan abis gue tampar..hahaha"ucap pinka lagi.


"iya tuh dia yang pengecut..cuma tampar sekali aja udah mau nangis ...hahaha"tambah jiya.


Verrel menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ke arah 4 wanita yang sedang tertawa riyuh.


"udah ngomong nya..mending kalian ngaca liat tu muka kalian udah kaya badut di pinggir jalan tau gak...dah"sindir Verrel lalu pergi .

__ADS_1


ke empat wanita itu terdiam sejenak dan langsung berhamburan mencari cermin.


Salma ,Dimas dan Verrel sampai di kelas mereka.


"selamat pagi Salma,Dimas, Verrel.."sapa Tasya yang sedang duduk di sebelah bangku Salma


author:(ya emang tempat duduk dia disitu 🤦🤦)


"Salma pipi kamu..(hendak menyentuh pipi salma namun di tangkis oleh nya)" khawatir Tasya.


"gapapa"singkat Salma


"em..nih"ucap Tasya sembari menyodorkan tisu basah ke Salma


"makasih"singkat Salma sembari mengambil tisu basah dan membuka nya lalu mengambil selembar tisu basah itu dan mengusap kan ke wajahnya yang bekas tertampar.


"kalo belum Lo buka terus Lo ngapain bawa sekolah.."tanya Dimas.


"itu aku selalu bawa biasanya buat bersihin luka ... setiap hari gue bawa baru terus kok.."jawab Tasya tersenyum.


"luka bully?? "tanya Verrel.


"hemm.."jawab Tasya.

__ADS_1


"terus Lo gak pernah mikir buat bales mereka..atau jangan jangan Lo pernah berniat bunuh diri.."celetuk Dimas membuat Salma yang sedang membersihkan luka nya ikut menengok meminta jawaban.


"hehe..ya gue pernah berniat untuk bunuh diri tapi.. saat gue mau ngelakuin itu.. tiba tiba gue langsung ke pikiran tentang kakek gue.. "jawab Tasya sembari tersenyum.


"kakek Lo.."tanya Salma.


"gue tinggal sama kakek gue satu satunya keluarga gue.. orang yang nampung gue setelah orang tua gue tiada..dan dia jadi satu satunya alasan gue untuk tetap hidup .."jawab Tasya tetap tersenyum walau air mata yang dia bendung selama ini tertuang semua.


greppp. ..


salma langsung memeluk tasya erat dan berkata.


"kita juga harus jadi alasan Lo hidup.."ucap Salma sembari mengusap air mata Tasya.


"tapi..."Tasya.


"kita sahabat Lo sekarang..Lo bisa anggep kita kaya saudara beda darah .."potong Verrel.


"gue pernah dengar kalimat ini dari seseorang ' sahabat itu ikatan yang lebih kuat daripada cinta ...cinta hanya untuk dua orang yang terikat ... namun sahabat akan membuat orang orang yang terikat dengan nama kata itu (sahabat) menjadi saudara yang akan selalu berusaha untuk selalu berada di samping.. mendengar keluh kesah.. serta ingin sahabat nya selalu bahagia walau dia yang selalu tersakiti' em.. bentar gue lupa lanjutan nya...hehe"ucap Dimas .


"walaupun terpisah puluhan tahun sahabat tidak akan berpaling' 'seperti cinta sejati walau pasangan nya telah tiada maka dia akan tetap dalam pendirian nya serta berusaha untuk tidak berpaling" lanjut Salma.


TO BE CONTINUED GUYS...

__ADS_1


__ADS_2