
Brruk...
orang itu jatuh karena tendangan dari Salma dan Verrel. sontak mereka menjadi perhatian orang orang.dengan cepat Dimas menarik tangan laki laki paruh baya itu menjauh ke tempat yang lebih aman. seperti yang diperkirakan Salma ketika orang itu jatuh dan tak jauh dari mereka ada dua orang yang langsung berlari dan menodong mereka menggunakan senjata api .dengan cepat Dimas berlari merebut senjata tajam yang dipegang orang orang itu dan langsung melempar nya kearah Verrel dan Salma. dan dalam sekejap Salma Dimas dan Verrel dengan cepat mengunci tangan mereka dan langsung menodongkan senjata api itu ke arah kepala mereka orang orang tadi.
"apa kalian suruhan orang atau inisiatif sendiri untuk mencelakai orang. jika suruhan pasti orang yang menyuruh kalian adalah orang bodoh."ejek Dimas .
Tak lama kemudian keamanan pun datang.dan menangkap orang orang yang di pegang oleh tiga sekawan itu.salma berjalan mendekati laki laki paruh baya.yang hampir saja akan jadi korban di bandara.
"tuan lain kali jangan lengah.karna nasib tak selalu berpihak ke pada anda "ucap Salma sopan .
"hey kalian gak mau pulang "teriak salam ke arah Dimas dan Verrel yang sedang duduk karena lelah .
"hah iya sebentar"jawab Dimas
Salma Dimas Verrel yang sekarang sedang di hadapan laki laki paruh baya yang sedang menatap kosong ke arah mereka .
__ADS_1
"sampai jumpa tuan "sapa mereka
"hey nak boleh saya tahu nama kalian?"tanya pria paruh baya tersebut yang bernama Albert.
"maaf tuan .kami tidak bisa beri tahu"jawab Verrel.
"jika takdir mengizinkan kita bertemu lagi,maka di saat itulah kami akan beri tahu nama kami "timbal Salma Albert hanya terdiam mendengar perkataan Salma
"sampai jumpa tuan"sapa mereka yang mulai hilang di kerumunan orang.
"maksudku pegel karna capek pengen tiduran tau bukan pengen berantem" ketus Dimas
"ayo pasti kita udah di tungguin sama kak Alena"ajak Verrel setengah berlari mengikuti Salma
"kalian dari mana sih lama banget .mana makanan yang kalian beli"tanya kak Alena.
__ADS_1
"hehehe kita gak jadi beli tadi kita nonton orang di pukuli di sana"Dimas membuat alasan.
"ayo taksi nya udah nunggu di depan "ucap salah satu teman kak Alena.
Dan mereka pun sampai di apartemen yang di siapkan sekolah untuk murid yang mendapat beasiswa.
"ini kunci apartemen kalian ya sesuai nomor yang ada di kunci .seragam sekolah kalian akan di anter lusa .kalian istirahat sana pasti kalian capek"jelas kak Alena"kita pulang dulu ya dadah.."tambah kak Alena. salma Dimas Verrel yang membalas dengan senyuman dan lambaian tangan .mereka pun masuk ke kamar mereka masing masing dan langsung membaringkan tubuh mereka ke kasur mereka sendiri sendiri.
***kediaman keluarga zenee
Albert yang baru saja sampai di rumah nya itu langsung duduk di sofa tepat di samping istri nya . Albert langsung menceritakan tragedi yang dia alami di bandara.
"Untung saja ada mereka . mungkin jika tidak ada mereka aku tidak akan sampai di rumah ini dengan selamat"ujar Albert "aku sangat tertarik dengan salah satu dari mereka.gadis itu membuat ku ingin mengangkat nya menjadi anak kita , apa kau akan setuju jika aku mengangkat nya"tambah Albert
"kalau aku tidak keberatan dengan keputusan mu aku juga ingin anak perempuan.tapi kita harus membicarakan tentang hal ini ke pada ke empat anak kita "balas Kirana istri Albert.
__ADS_1