
"hey...."ucap Salma sambil berjalan mendekati seorang gadis yang sudah babak belur dan baju yang sobek dan kotor.
"ayo berdiri..."ajak Salma seraya mengulurkan tangannya. karena merasa sang gadis itu tidak kuat mengangkat tangan nya dengan cepat Salma langsung menggendong nya ala bridal style.
"lama..bilang kalo gak kuat ngangkat tangan.."ucap Salma yang membuat gadis itu menangis."diam lah...tenang kan dirimu.."tambah nya seraya melepas jaketnya dan menyampaikan ke badan sang gadis.
"hey jal**g mau pergi ke mana kamu... dasar pengecut"makian salah satu dari mereka.
"ini lagi temennya si jal**g sampah... ngapain kamu balik lagi...mau memohon permaaf dari kita..hah.."Salma hanya tersenyum mendengar perkataan salah satu dari mereka.
"kau pikir kau siapa... mengapa aku harus memohon pada kalian.apa kau tuhan sampai aku harus memohon mohon agar di maafkan oleh kalian...hahaha.."ucap Salma santai.
"kalian cepat pegang dia .."ucap ketua dari mereka.
BRUKK... BRUKK...
mereka bahkan belum menyentuh kulit Salma namun sudah terlempar jauh karena pukulan nya.
"ku peringatan pada kalian ...jika aku melihat kalian lagi aku tidak akan lembut pada kalian...sampai jumpa."ucap Salma yang membuat mereka bergidik takut.
***
"nih minum.."ucap Dimas pada gadis itu.
"te..ri..ma..kas..ih.."ucap nya terbata bata.
dari kejauhan Verrel datang membawa kotak P3k milik salah satu toko di sana.salma datang dan duduk di samping gadis itu.
__ADS_1
"nih kotak P3k nya.."ucap Verrel seraya memberikan kotak tersebut kepada Salma.
Salma yang langsung membersihkan luka yang ada di tubuh gadis itu dengan perlahan lahan supaya gadis tersebut tidak terlalu kesakitan.
"siapa nama mu.."ucap Dimas memecah ke heningan.
"nama ku Tasya kalian.."ucap tasya.salma dan dua sahabatnya yang mendengar ucapan Tasya tersentak kaget karena namanya tak jauh berbeda dengan salah satu sahabat nya.
"dah selesai .. pulang sana istirahat."ucap Salma datar dan berjalan meninggalkan mereka.
"bisa pulang sendiri kan .. kita pergi duluan..bye.."ucap Verrel seraya pergi mengembalikan kotak P3k ke toko .
Dimas juga pergi menyusul Salma dan pergi meninggalkan tasya sendiri.
"bagaimana dengan jaket mu.."ucap Tasya.
"terima kasih.."teriak Tasya mereka bertiga hanya melambaikan tangannya.
***
"lo yakin minjemin jaket kesayangan Lo itu."tanya Verrel.
"jaket itu salah satu penyamaran kita waktu di bandara ?.. kalo ada yang nyari tau gimana ****.."ucap Dimas.
"gue gak sebego itu juga kali..."celetuk salma.
drret... drret...
__ADS_1
"kenapa..."tanya Salma pada Verrel .
"nih kak Alena nelpon.."jawab Verrel.
Verrel{"halo kak.."}
Alena{"kalian nih lagi dimana .."}
Verrel {"lagi jalan jalan keluar kak.memang
ada apa kak"}
Alena{ini seragam kalian mau di taro dimana}
Verrel {oh.. tunggu sebentar kak kita bentar
lagi nyampe}
Alena {oke} ucap sambil memutus sambungan telepon.
"ayo balik ke apartemen kak Alena nunggu mau ngasih seragam katanya"ucap Verrel pada kedua sahabatnya.
mereka pun berjalan sampai di apartemen dan menuju kamar mereka . benar saja mereka yang sudah ditunggu oleh Alena di depan sambil membawa tas berukuran besar.
"hehe ..maaf kak nunggu nya lama ya"ucap Dimas.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1