Senyum Yang Dirindukan

Senyum Yang Dirindukan
Egois


__ADS_3

"Semangat sayang, " pekik Niken dari tepi lapangan menyaksikan Dimas pacarnya yang sedang latihan untuk lomba tahun ini.


Dimas melirik sekilas ke arah Niken lalu tersenyum , bola basket di iring Dimas pada saat itu, dan dari sisi samping Erlangga memberi kode pada Dimas untuk mengoperkan bola padanya, namun Dimas tidak merespon dan malah menyerang sendiri, hal itu mengakibatkan bola di rebut lawan latihan pada saat itu.


"Dimas..!!!" pekik Erlangga.


"Apa, memangnya kenapa kalau aku gak mau oper bola ,lagian minim kemungkinan kalau aku oper ke kamu, pasti juga gagal ," cetus Dimas.


"Ck, egois bangs**t , kita ini tim mau bagaimanapun kerja sama itu penting, gak akan menang kalau kamu masih egois kayak gini, " seru Erlangga.


Dimas hanya mengabaikan ucapan rekan timnya itu dan beranjak mengambil posisi, Erlangga berdecak kesal dengan kelakuan dimas yang selalu mementingkan dirinya.


Latihan berlanjut saat jam istirahat, di saat ini Erlangga mengambil alih bola dan berganti dia hanya mengoper pada tim lainya dan tidak memberikan bola pada Dimas, Dimas yang merasa kesal menghampiri Erlangga dan mendorongnya.


"Kamu maunya apa sih, di sini aku kaptennya, " ucap Dimas.


"Gak perduli, kapten kayak kamu gak pantes ada di tim kita " seru Erlangga.

__ADS_1


Terjadi perdebatan di antara keduanya, Niken yang melihat hal itu beranjak dan menghampiri kedua cowok itu.


"Kalian ini apaan sih, gimana mau menang sama tim sendiri aja gak bisa kerja sama," ujar Niken .


"Tim itu harus kerja sama bukan mau menang sendiri apa lagi bertindak egois dan sok berkuasa, mending kamu introspeksi diri deh Dimas sebelum pertandingan, jangan hanya karna sikap kamu tim kita jadi kalah dan sekolah ini dapat nilai jelek, harusnya kamu mikir " seru Erlangga seraya beranjak pergi.


Latihan berhenti di tengah -tengah Dimas masih saja marah dan menatap kepergian Erlangga sedangkan Niken menyodorkan minum dan mencoba bicara dengan pacarnya itu.


"Kamu mikirin apa sih kok bisa begitu?, " tanya Niken.


"Enggak mikirin apa -apa ," jawab Dimas.


"Kok kamu jadi belain dia sih, kenapa? suka sama dia pacar kamu itu dia atau aku ." cetus Dimas.


"Bukan, bukan itu maksud aku cuma kalian kan tim harunya kerja sama dong " seru Niken mencoba menjelaskan.


"Ahh udah lah aku muak. " jawab Dimas yang langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


Anggota tim lain juga merasa kesal dengan sikap Dimas yang selalu saja merasa tersaingi jika ada Erlangga, setiap latihan Dimas selalu merasa di atas dan selalu menganggap Erlangga musuh baginya.


Niken berdecak sebal lalu duduk di tepi lapangan dan meneguk air yang ia bawa berselang beberapa saat Olip datang dengan membawa cemilan untuk Niken.


Olip adalah sahabat yang paling mengerti kondisi Niken dalam segi apapun, Olip juga selalu suport sahabatnya itu.


"Loh kok sepi, masa udah selesai sih kan harusnya belum masih beberapa menit lagi. " ucap Olip.


"Huhhh...!!! "


Niken menghela nafas panjang tidak tau mau jawab apa karna di jelaskan pun sama saja.


"Pasti Dimas buat ulah lagi kan, emang bener ya tuh anak bisanya bikin ulah aja, " cetus Olip seraya menyodorkan snak pada Niken.


"Aku gak tau lagi deh harus ngomong apa ke Dimas, setiap latihan dia selalu ribut sama Erlangga, sifatnya yang egois gak pernah berubah dari dulu. " jawab Niken.


"Bener banget sih, kadang aku mikir yang buat kamu suka sama dia apa sih sampai bertahan selama ini, hubungan kalian gak singkat loh dari lulus smp sampai sekarang . " ucap Olip.

__ADS_1


"Udah lah aku gak mau bahas dia yang ada bikin emosi aja " jawab Niken.


__ADS_2