
Setelah Niken naik ke motor, Erlangga menyalakan mesin dan melaju motornya ke rumahnya yang lokasinya berada di dekat perkotaan.
Tak butuh waktu lama bagi Erlangga meluncur ke rumahnya itu sehingga dalam hitungan menit keduanya telah tiba di rumah Erlangga.
Saat mereka tiba rumah dalam keadaan sepi biasanya jam segini Mona ibu dari Erlangga tidak ada di rumah , biasanya Mona pergi arisan ke bu Rt. sedangkan Martin Ayahnya Erlangga pergi dinas dan pulang seminggu sekali.
"Sepi banget Er, pada kemana?, " tanya Niken sembari melihat sekeliling.
"Paling Mama lagi arisan tempat bu Rt. " jawab Erlangga seraya membuka pintu rumahnya dan masuk ke dalam.
"Masuk, duluan aja ke loteng nanti aku nyusul, " sambungnya sembari meletakkan sepatu di rak.
"Oke" jawab Niken.
Loteng adalah tempat pribadi Erlangga, terhubung langsung oleh kamar Erlangga, hanya beberapa orang saja yang bisa masuk.
"Panasnya, " keluh Niken sembari duduk di sofa panjang dan memilih geme yang akan mereka mainkan.
Beberapa saat kemudian Erlangga masuk membawa es susu dan cemilan ringan.
"Udah milih geme? " tanya Erlangga.
"Udah dong nih, kemarin baru level 20 hari ini harus 25 sih gak mau tau, " seru Niken.
__ADS_1
"Gas lah, nih minum dulu cuacanya panas " ucap Erlangga.
"Gila tau aja kamu , " jawab Niken yang langsung meneguk susu itu hingga setengah.
Karna hari sudah mulai dan keduanya tidak mau membuang buang waktu, mereka langsung saja main geme seperti biasanya.
####
"Aku gak mau tau ini semua kamu yang minta, " seru Dimas setelah nafsu terpuaskan.
"Kita sama -sama mau Dim, gak usah gitu ini juga rahasia kita berdua kan. "seru Dinda.
" Kamu kenapa sih ngelakuin ini,? "tanya Dimas.
" Mau sampai kapan pun aku juga gak akan ninggalin dia paham kamu, "seru Dimas.
" Aku gak papa jadi yang kedua asal kamu bisa ada waktu sama aku, "ucap Dinda yang lagi -lagi menggoda Dimas dengan tubuhnya.
" Jangan sampai Niken tau tentang hubungan kita intinya aku gak mau ninggalin dia urusan hubungan ini biar kita yang tau. "jawab Dimas.
" Iya -iya aku gak akan kasih tau siapa-siapa kamu gak usah khawatir gitu, "jawab Dinda.
"Oke kalau gitu aku mau pulang, " ucap Dimas.
__ADS_1
"Hati -hati ya sayang " seru Dinda.
Dimas tidak menolak panggilan itu, Dimas juga tidak menghindar justru dia tersenyum dan melambai pada Dinda.
"Akhirnya aku bisa dapetin Dimas, Niken bukan apa -apa bagiku. " cetus Dinda.
Setelah Dimas pergi Dinda membersihkan tubuhnya dari keringat hasil hubungannya dengan Dimas, sembari tersenyum puas karna merasa berhasil menghancurkan Niken perlahan.
#####
"Yesssss.... !!! , akhirnya aku berhasil naik level sejauh ini, " pekik Niken saat selesai memainkan Geme.
"Banyak kemajuan nih untuk bisa ngejar kalau gak terlewatkan, " seru Erlangga menghela nafas panjang.
Terdengar pada saat itu suara Mona dari balik pintu kamar Erlangga.
"Erlangga, Nak, kamu di dalam udah pulang kah, " seru Mona.
"Iya ma, udah, ini ada Niken habis main geme ," jawab Erlangga.
"Wah kebetulan mama mau masak ceker pedas manis Niken kam suka banget sama itu, ayo sini bantuin masak Ken, " ajak Mona.
Keakraban Mona dan Niken sudah sering terjadi, sehingga Erlangga tidak terkejut dengan itu.
__ADS_1