Senyum Yang Dirindukan

Senyum Yang Dirindukan
Tragedi


__ADS_3

"Mau minum buat aja sendiri udah biasa kan ," ucap Dinda.


"oke " jawab Dimas seraya beranjak ke dapur untuk membuat minum seperti biasa karena Dimas juga sering berkunjung.


Saat Dimas membuat minuman Dinda beranjak ke kamar mandi membersihkan diri, sembari menunggu Dimas menyalakan TV di ruang tamu.


Beberapa saat kemudian pandangan Dimas tertuju pada kamar mandi dimana Dinda yang berbalut handuk berjalan keluar ke arah nya.


"Ngapain?, " tanya Dimas heran.


"Gerah banget cuacanya, " sahut Dinda.


"Perasaan mendung tuh, pakai baju dulu sana " cetus Dimas mengalihkan pandangannya ke arah TV.


Entah setan apa yang di pikirkan Dinda pada saat itu bukannya menuruti ucapan Dimas dan memakai baju dia justru beranjak duduk di samping Dimas.


"Mau ngapain sih " cetus Dimas sedikit kaget.


Dinda diam dan berbalik menatap Dimas lalu membuka handuk yang melilit tubuhnya kali ini sehelai benang tidak tertempel di tubuh Dinda.


"Ngapain kamu Din, pakai ," seru Dimas terperanjat kaget.


"Emangnya apa sih menariknya dia " seru Dinda yang masih menyimpan iri ke Niken.


"Gak waras kamu. " cetus Dimas.


Dimas membetulkan bajunya lalu berdiri dari tempat duduk saat Dimas hendak beranjak pergi Dinda menghalangi nya dan mendorong Dimas ke kursi panjang.


Dinda gelap mata pada saat itu dan hawa nafsu nya itu bisa mengelabui Dimas, Dia yang semula menolak ajakan Dinda justru malah ikut terbuai sehingga pada saat itu terjadi sesuatu di antara mereka.


#####

__ADS_1


Niken berdiri tepat di samping motor Erlangga menunggu nya memakai helm, pada saat itu pikirannya tidak fokus seperti biasanya hingga saat Erlangga memanggil dia tidak mendengar.


"Niken." pekik Erlangga seraya menepuk halus pundak Niken, Niken yang baru tersadar tersentak seketika.


"Eh,,, iya, gimana. " seru Niken.


"Ayo naik ," ucap Dimas.


"Eh iya iya ," jawab Niken


Niken pun beranjak naik ke motor Erlangga setelah siap mereka berdua pun beranjak menuju rumah Niken mengantar Niken pulang sebelum ke rumah Erlangga.


"Tadi kamu ngelamun ini apa?," tanya Erlangga .


"Enggak apa -apa, " jawab Niken.


Mendengar nada jawaban Niken yang begitu Erlangga tidak lagi menanyakan sesuatu dan melaju motornya lebih cepat sehingga beberapa menit saja mereka sudah sampai di rumah Niken.


"Wa'alaikumussalam," sahut Lusi mamanya Niken dari dalam rumah .


"Udah pulang nak, eh ada nak Erlangga masuk yok ," ajak Lusi.


"Iya tante makasih, " jawab Erlangga.


Walau sering datang main ,Erlangga masih saja merasa canggung saat ke rumah Niken karna keluarga Niken baik padanya dan juga orang tua mereka juga bersahabat jadi Erlangga masih merasa canggung.


"Tungguin dulu ya aku mau ganti baju dulu, " ujar Niken seraya beranjak ke kamar dan menganti baju sekolahnya.


Saat sedang menunggu Erlangga duduk di ruang tamu dan di hampiri oleh Lusi yang membawa minuman untuk Erlangga.


"Makasih tante, " ucap Erlangga.

__ADS_1


"Iya sama -sama, mau pada kemana nih kok tumben banget kamu mampir jam segini?. " tanya Lusi.


"Mau main geme tante di rumah ku, " jawab Erlangga.


"Oalah, kirain mau kemana gitu, " seru Lusi.


Tercipta hening sesaat di ruang tamu nampak dari wajah Lusi seperti ingin menayangkan sesuatu pada Erlangga tapi tertahan di dalam hatinya.


"Tante mau ngomong apa?, " tanya Erlangga yang menyadari dari raut wajah Lusi.


Lusi terperanjat kaget mendengar ucapan Erlangga, kepekaan Erlangga yang menyadari raut wajah Lusi.


"Eeeeee Dimas sama Niken gimana? " tanya Lusi yang akhirnya bicara setelah diam.


"Mereka masih pacaran kok Tante masih kayak biasanya, " seru Erlangga.


"Ouh ya sudah lah. " jawab Lusi dari raut wajahnya Erlannga yakin kalau Lusi tidak menyukai hubungan Niken dan Dimas.


Bertepatan saat itu Niken keluar dari kamar dengan baju santai dan rok selutut.


"Udah nih yok, " ucap Niken.


"Yok "


"Ma aku main sama Erlangga ya , as'alamualaikum, " ucap Niken seraya mengecup tangan Lusi.


"Iya hati -hati, " jawab Lusi.


"Kami jalan ya tante, as'alamualaikum, " seru Erlangga yang juga mengecup tangan Lusi.


"Iya Wa'alaikumus salam, hati -hati Nitip Niken, " seru Lusi.

__ADS_1


"Iya Tante. "jawab Erlangga.


__ADS_2