
Dimas berdecak sembari duduk di kursi dekat taman tak jauh dari perpustakaan saat itu seorang gadis yang seusianya menghampirinya, gadis itu ialah Dinda teman masa kecil nya Dimas, sayangnya mereka tidak satu kelas.
"Hey, kamu kok di sini bukannya harusnya latihan ya?" tanya Dinda.
"Harusnya, tapi kacau gara-gara dia, kenapa sih dia tuh lebih unggul ,kan kaptennya aku jadi wajar dong kalau aku mau nyetak skor ," gumam Dimas.
"Dia..? maksudmu Erlangga ,? " tanya Dinda.
"Siapa lagi, di tambah Niken malah belain dia kesel banget pacar nya siapa belain siapa ,"seru Dimas lagi.
"Ya elah udah lah Dim, kusut banget hidup mu enjoy aja gimana kalau sore nanti kita jalan di taman tengah kota biar gak stres kamu ," ajak Dinda.
"Em boleh tu ," jawab Dimas.
#####
"Balik ke kelas yok Ken, ngapain coba kita udah kayak patung oblong duduk di sini, jangan bilang kamu mengharap Dimas balik kesini, " ucap Olip.
"Bener juga, yok, " seru Niken seraya bangkit dan mengibas - ngibas kan roknya karna dia duduk di lantai sedari tadi.
__ADS_1
Saat hendak ke kelas mereka berjalan melalui perpustakaan karna lebih cepat , pada saat itu Niken melihat Dimas dan Dinda sendang mengobrol di kursi itu.
Niken terdiam sebentar melihat ke arah Dimas yang tertawa karna lawakan dari Dinda, Olip yang menyadari itu menarik tangan Niken bergegas ke kelas yang kebetulan mereka duduk bersebelahan.
Melihat Niken yang muram Olip menghampiri sembari menyalakan HP menonton filem yang belum mereka tonton.
"Kamu mikirin apa, ?" tanya Olip.
"Andai Dimas seceria itu kalau ngobrol dengan ku, apa mungkin dia bosan sama aku, " cetus Niken.
"Itu karna otaknya geser "
"Kalau dia waras harusnya gak gitu cara berfikir nya, logika aja nih latihan yang sesimpel itu aja dia masih bisa mementingkan ego, gimana kalau tanding beneran apa gak kalah, kapten kok nyolot egois gitu mentang -mentang ,semena -mena lagi , " cetus Erlangga yang masih marah.
"Udah lah Er masalah lapangan gak usah di bawa -bawa ke kelas lagian pertandingan kalian juga bentar lagi " tegas Olip.
"Selagi masih bisa di perbaiki lebih baik perbaiki deh filing aku gak enak ," ujar Erlangga.
Tak lama setelah perbincangan singkat itu nampak Dimas baru saja masuk diiringi bel istirahat usai. tempat duduk Dimas berada di samping kiri Erlangga dan keduanya masih saja tidak mau saling sapa.
__ADS_1
Tak berselang lama guru pun tiba dan memulai pelajaran , pelajaran kali ini kesukaan Niken yaitu pelajaran matematika, pelajaran kali ini lumayan lama sehingga membuat Olip menyerit kelaparan.
"Buset nih guru kenapa dah lama bet ngasih penjelasan gak tau apa aku udah hampir sekarat ," bisik Olip.
"Bukan salah gurunya Lip tapi kamu nya mau makan se baskom pun kamu gak akan merasa kenyang, "cetus Niken sembari terkekeh.
" Yaelah punya temen laknat semua "sahut Olip.
" Suit suit..!!! "seru Erlangga, Niken dan Olip pun sepontan menoleh ke belakang.
"Apaan " cetus Olip.
"Kelar ini nongki di warteg Babe pada mau kagak " bisik Erlangga.
"aku sih oke, " jawab Olip dengan semangat .
"Kalau di bayarin sih ful senyum dong " seru Niken sambil terkekeh.
Obrolan mereka terputus ketika guru mengakhiri pelajaran terpancar jelas kebahagiaan dari wajah siswa yang jenuh dengan pelajaran.
__ADS_1