Senyum Yang Dirindukan

Senyum Yang Dirindukan
awal ke hancuran


__ADS_3

"Loh kenapa emang aku salah ngomong kah, " cetus Niken.


"Setidaknya kamu jaga sikap dia itu temen aku dari dulu ," ucap Dimas.


"Baik banget ya kamu, " seru Niken.


"Niken kamu jangan salah paham aku sama Dimas cuma temenan aja kok, kita emang deket dari dulu akrab aja dari kecil gitu jadi wajar lah kalau dia perhatian gitu sama aku, em aku sendiri gak nyangka kalau dia bisa dapet cewek kayak kamu, " seru Dinda.


"Bac*t, maksudnya kamu ngomong gitu apaan, " ucap Olip menanggapi perkataan Dinda yang menurutnya menyinggung.


"Ya Niken kan baik, cantik, jadi Dimas pasti bangga pu ya cewek kaya kamu kan " cetus Dinda.


"Gak kaya aku, muka aku kusam " sambungnya.


"Kamu jangan ngomong gitu kamu tuh juga cantik kok jadi jangan ngomong gitu " jawab Dimas.


"Udah lah kita pergi aja, " seru Olip seraya menarik tangan Niken menjauhi ruangan UKS.


Erlangga hanya diam menatap sinis ke arah Dimas dan Dinda.


####


Olip menarik tangan Niken sembari ngedumel bicara semerawut hingga tiba di kelas dan gosip tentang Dimas dan Dinda pun di bicarakan di kelas.


"Itu anak gak punya otak gimana sih bisa bisanya dia muji cewek lain di depan kamu ," ucap Olip.


"Udah lah faktanya kan emang Dinda jauh lebih cantik dari pada aku, dan gosip mereka udah di mana-mana kan. " ucap Niken.

__ADS_1


"Cantik dari mana, gatel tuh yang ada ," seru Olip


"Terus kamu mau nyerah, "seru Erlangga .


" Udah lah males bahas ginian gak penting, "seru Niken


"Sore ini main geme aja di rumah ku kemarin aku naik 5 level padahal cuma 1 jam main " ucap Dimas mendongak.


"Sombong amat, tapi aku gak bisa cuy aku ada janji main sama yang lain ," seru Olip.


"Oke deh kalau kamu ken,? " tanya Erlangga seraya menoleh ke arah Niken.


"Oke deh tapi antar aku pulang dulu ," jawab Niken.


Erlangga hanya mengantuk mengiyakan perkataan Niken itu, tak lama setelah nya bel masuk pun berbunyi siswa siswi gaduh memasuki kelas dan duduk di kursi masing -masing sembari masih mengobrol.


Namun kali ini Niken menatap ke arah pintu berharap Dimas yang melangkah masuk, namun pelajaran terakhir ini Dimas tidak masuk ke kelas.


itu lah singkat ucapan yang di dengar oleh Niken,Niken tidak merespon apa -apa dia hanya mem bolak-balik kan buku di mejanya tanpa membaca apa pun.


####


Kesempatan tidak datang dua kali , saat di bonceng motor Dimas, Dinda memeluk erat tubuh Dimas, dan pada saat itu tidak ada penolakan sama sekali dari Dimas.


"Dim." seru Dinda.


"Kenapa, kamu haus mau minum,? " tanya Dimas.

__ADS_1


"Enggak kok aku cuma heran aja kok kamu mau sih sama Niken dia kan gak terlalu pinter juga, terus dia posesif gitu emang kamu tahan pacaran sama dia. " ucap Dinda.


"Kamu cuma belum kenal dia aja Din, dia itu sepesial walau agak lemot tapi dia itu termasuk cewek idaman. " jawab Dimas.


Mendengar jawaban Dimas, Dinda merasa sedikit kesal karena Dimas memuji wanita lain.


"Ya deh si paling idaman, cuma heran aja kamu kan kapten, tinggi, ganteng harus nya dapet speak yang sepadan lah, " ujar Dinda.


"Terus buat apa sih, sama dia aja udah bahagia kok, dia tuh paling ngerti aku banget," jawab Dimas.


"Emang kalian udah ngapain aja, "cetus Dinda semakin kesal.


Dimas terdiam menarik nafas panjang dan di hembuskan lewat bibir berdecak kecil,


" Dia bukan cewek yang begitu Din, selama hampir 4 tahun kita jalani hubungan kita gak pernah lakuin


apa -apa ,"jelas Dimas.


Mendengan itu Dinda berhenti bicara seolah-olah merasa tersaingi, tangannya mengepal bertumpu di pahanya.


Singkat nya sampailah mereka di rumah Dinda keduanya pun turun dari motor Dimas.


" Aku langsung aja ya ,"seru Dimas.


" Dimana bisa temenin aku bentar lagi gak, aku di rumah sendirian bisa kan, "pintar Dinda.


" Tapi kan ,,, "

__ADS_1


"Plisss...." potong Dinda.


Melihat Dinda memohon Dimas pun luluh dan memarkirkan motornya di dalam rumah Dinda keduanya pun masuk ke dalam rumah, dan benar saja saat itu di dalam rumah tidak ada siapa pun hal itu biasa terjadi karena orang tua Dinda keduanya bekerja.


__ADS_2