
Pagi ini langit terlihat mendung,tak mengurungkan niat wanita bercadar itu melakukan aktifitas untuk pergi ke toko pakaiannya yang ada di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota Malang. ya setelah berhijrah aku menutup wajah ku dengan cadar dan aku kembali tinggal di rumah Abi dan Umma.
Aku belajar dari kesalahanku enam tahun lalu, yang membuat aku kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam diriku, dan untuk sekarang aku akan melakukan apapun untuk melihat orang tuaku bahagia...aku tidak mau egois untuk mengejar kebahagiaanku sendiri, aku terlalu mengecewakan mereka di masa lalu,mereka tidak menuntut ku untuk mengikuti keinginan mereka akan tetapi sebagi anak aku harus akan hal itu.
Saat aku termenung dalam kilasan masa lalu, aku di kejutkan dengan suara cempreng pekerja yang mengagetkan aku dari lamunanku, " assalamualaikum Ning barang yang di order sudah datang," dia pegawai yang pertama bekerja dengan aku,
"kamu tanda tangan bukti terima ya Lin,"
" baik Ning" kata Lina Sambil berjalan keluar.
Nada kembali berkutat dengan pekerjaannya, nada adalah seorang pekerja keras empat tahun belakangan ini, meskipun berpakaian tertutup tapi tidak menghalangi dia untuk menekuni pekerjaannya, didampingi itu na juga seorang desainer baju muslim yang jasanya di pakai untuk salah satu butik terbesar di kota di mana tempat nada tinggal.
Nada begitu enjoy dengan kehidupannya yang sekarang.
Di lain tempat, tepatnya di ujung timur Indonesia seorang pria yang bertubuh tinggi tegap, baru saja menerima telepon dari ibunda mengabarkan kalau putrinya sedang demam,ya dialah Bimantara Anugerah sosok laki-laki yang berprofesi sebagai komandan batalyon infanteri di salah satu kota timur Indonesia. setelah malam panasnya dengan nada dua Minggu setelah itu dia dan tunangannya menikah dua tahun lalu, setahun setelah mempunyai anak istinya mengidap kanker rahim dan tidak bisa tertolong ia pun meninggal di umur anaknya yang baru satu tahun lebih. dan sudah enam tahun berlalu dia masih bertahan dengan status dudanya.
Dia selalu bersikap dingin dengan wanita-wanita yang dekat dengan dirinya, bima merupakan seorang muslim yang taat akan kewajibannya..
Bima kan mengambil cuti tahunan untuk pulang menemui sang princess kecilnya.
__ADS_1
Nada pulang dari toko pukul tiga,karena suda buat janji dengan Ummanya untuk dengan para santri sama-sama memanen hasil perkebunan para santri untuk besok di jual di fresh market Minggu pagi.,, itu adalah kegiatan para santri untuk menjual hasil mereka di Minggu pagi d depan pesantren sangat banyak warga yang selalu berbelanja karna seminggu sekali sayur dan lain-lain selalu segar dan tanpa pengawet... hasil jualan akan di tabung di pakai untuk keperluan Santri dan santriwati yang mendesak..
Sesampai dirumah Nada dan Ummanya serta para santriwati menuju kebun ya Masih dalam lindungan pesantren. di sana berbagai tanaman sayuran hijau,Cili,tomat kacang panjang, jagung ubi dan lainnya. ada beberapa warga Tempatan yang di pekerjaan oleh sang Kiai untuk membantu para santri. mereka sangat senang deng kerjaan itu karna bukan gaji saja yang di dapat tetapi bila panen tiba mereka pun kebagian sayur untuk di bawa pulang.
Mereka mengambil sayur yang sudah di tandai oleh para pekerja dan para santri lainya . setiap bakul penuh dengan sayuran yang akan di packing dan di jual besok.
para santriwati bolak balik untuk mengambil sayuran yang sudah di panen begitu pula dengan Umma dan Nada.
Setelah pulang membersikan badan dan menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim, nada dan para santri dan santriwati sekitar dua belas orang untuk mengajarkan mereka untuk packing sayuran yang benar.
mereka memilih sayuran yang dalam keadaan baik, memilah sayuran yang sudah rusak. agar tidak ber kontaminasi.
sayuran yang sudah bersih mereka memasukkan di dalam kertas plastik yang sudah di beri lubang agar bisa menjadi sirkulasi udara pada sayuran
Setelah selesai kerjaan Nada bersiap untuk makan dengan kedua orang tuanya.. sebelum mereka makan sang Kiai berbicara;
" Nada habis makan Abi mau bicara", sambil menatap istrinya.
"iyaa Abi," ucap nada sambil tersenyum." mereka pun makan dalam diam hanya denting sendok yang terdengar.
__ADS_1
Nada merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, dan ada dua saudara kembar yang sedang melanjutkan pendidikan mereka di Kairo. selain menjadi pimpinan pasantren, Abi nada juga mempunyai perkebunan kelapa sawit serta perusahaan minyak sawit yang berada di Kalimantan.
Selesai makan mereka bertiga langsung menuju ruang tamu, mereka berbincang seputar usaha nada dan panen sayuran hari ini.. selanjutnya sang Abi mulai membuka pembicaraan inti, sang Kiai melirik istrinya sebentar lalu menatap sang putri,
" Nada Abi mau tanya, apa kamu ada dekat sama pria?" maira dengan cepat mengeleng kepalanya,
"tidak ada Abi", nada bingung tiba-tiba abinya bertanya seperti ini.
Sang Kiai menghela nafasnya,
" Nada, Abi ingin kamu menikah,dengan laki-laki pilihan Abi insya Allah dia laki-laki baik." terus terang nada shock, akan tetapi dia tidak menunjukkan hal itu kepada abinya. dia ingin melihat orang tuanya bahagia, dan ini mungkn sudah jalannya, Umma hanya diam sebagai pendengar karena apa yang sudah dikatakan Kiai adalah mutlak.
Dengan senyum nada menatap ke arah kedua orang tuanya sambil berkata;
" Abi, Umma, aku percaya kalau pilihan kalian adalah yang terbaik untuk diriku, dan masa depanku.."
kedua orang tuanya tersenyum sambil mengucapkan kata sukur karena tidak ada penolakan dari nada.
" bulan depan teman Abi dan Umma akn datang kerumah kita untuk bersilaturahmi dan sekaligus mereka ingin mengenal kamu lebih dekat." nada hanya mengangguk kemudian"
__ADS_1
" nada akan selalu siap untuk bertemu dengan mereka Abi, Nada janji tidak akan pernah mengecewakan Abi dan Umma lagi" nada berbicara sampai mata berkaca-kaca,
"Abi, Umma terimakasih selalu memberikan kesempatan kepada nada untuk berubah menjadi lebih baik, Nada seketika berdiri dan bersimpuh di depan kedua orang tuanya.. Umma nada dengan sigap memeluk sang putri satu-satunya dengan dengan rasa sayang yang tak tergambarkan.. sedangkan sang Abi hanya mengusap kepala nada dengan penuh kasih.