
Bimantara Anugerah.
aku baru bertemu dengan sahabat ku selama Lima tahun lebih kita tak pernah bertemu karena kerjanya di luar negeri, tetapi sudah tiga bulan dia kembali ke bandung, jadinya aku menyuruh dia menjemput ku di bandara, dengan senang hati dia menyetujuinya. setelah bertemu di bandara dia memintaku untuk ngopi dulu di kafe aku pun setuju, sesampai di kafe kita hanya memesan dua cangkir kopi dan bercerita tentang kabar masing masing, tetapi disaat dia bercerita tentang perempuan yang dengan tidak sengaja aku menghancurkannya dan pergi begitu saja,aku membiarkan dia menderita sendiri dengan dengan janin yang dia kandung tanpa aku tahu. aku memang lelaki brengsek, aku harus menemuinya tapi entah kemana aku harus mencarinya,, sementara temanya sendiri pun tidak tahu keberadaannya.
pagi ini di rumah Kiai mereka sedang sarapan dalam diam, selesai sarapan Kiai meminta sang putri untuk duduk sebentar bersama sang istri,
" Nada kamu masih ingat pembicaraan sebulan yang lalu?" Kiai menatap sang putrinya.
" iya Abi nada ingat" sambil tersenyum.
" teman Abi sudah menelepon,lusa mereka sudah datang, tetapi anaknya meminta untuk langsung menikah, apa kamu setuju nak" sang Umma menatap Lamat ke sang putri, jujur nada sangat terkejut,tetapi dengan cepat dia memberikan ekspresi wajah senyum seperti biasa kepada kedua orang tuanya, agar mereka tidak khawatir.
" insya Allah kalau menurut Abi dan Umma itu yang terbaik untuk nada, nada akan siap Abi" sambil tersenyum,
" nak Umma ngak mau kamu terpaksa!!" sang Umma berbicara dengan wajah sendu..
" Abi, Umma, nada ikhlas menerima perjodohan ini...semoga pilihan Abi dan Umma adalah kebahagiaanku kelak, nada mohon doanya dari Abi dan Umma ya..Dengan tersenyum tetapi mata pun telah berkaca-kaca...
" Umma..!! nada Ingin peluk" tidak menunggu jawaban dari Umma nada sudah menghambur kedalam pelukan, menangis sesenggukan, "Umma..nada mohon ampunan, nada mohon maaf dari Umma dan Abi.. mereka bertiga larut dalam sedih sesaat..
kedua orang tuanya memberikan wejangan dan nasehat agar kelak nada menjadi istri yang Solehah...
Di bandung sang bunda sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk di bawakan lusa ke calon menantunya. sesuai permintaan putranya untukmu langsung menikah dan pernikahan hanya pernikahan sederhana yang di hadiri oleh kerabat terdekat dari kedua keluarga. Karena nanti masih ada lagi pernikahan kantor karena Bima sebagai abdi negara.
__ADS_1
sedangkan Bima lagi di kamar dengan sang putri,
" ayah,kalau putri punya bunda lagi putri tinggal sama ayah juga ya.
" kalau putri sama ayah trus sama eyang siapa donk nanti eyang nya sedih loh.."
sang putri hanya menampilkan wajah cemberutnya..
" sini putri dengar ayah, putri kan sekarang sudah sekolah, kalau putri tiap libur ayah janji akan datang ambil putri ya., putri kan mau jadi dokter jadi harus sekolah.."
sang putri memikirkan perkataan ayahnya, diapun mengaku setuju.
sedangkan nada setelah pulang dari toko, dia mengajak Lina ke sebuah kafe untuk membicarakan perihal tokonya ke depan karena kemungkinan besar nada akan mengikuti sang suami.
" Ning saya mohon jangan pecat saya." Lina kira dia akan di pecat.
" siapa juga yang mau memecat kamu Lin, saya akan percayakan toko sama kamu,sambil tunggu adek saya pulang tahun depan dia akan membantu kamu di toko..Lina diam dan berpikir,
" memangnya Ning mau kemana? sampai kasi kepercayaan penuh kepada saya"
" lusa tutup toko,lalu kamu dan tiga pekerja lain datang ke pasantren ada acara di sana, kamu akan tau dan nanti saya akan berbicara dengan kalian berempat kita pulang sudah jam Lima, sampai ketemu besok." mereka pun berjalan keluar dari kafe tersebut.
Hari berlalu begitu cepat, tak terasa hari yang mendebarkan bagi Nada menikah tanpa melihat wajah calon suami. dengan gamis putih ciri khas muslimah yang bercadar. terlihat sangat cantik..nada berada dalam sebuah kamar yang telah di hias sederhana.. dalam hatinya hanya berharap pernikahan ini sekali seumur hidupnya.
__ADS_1
pernikahan segera di mulai dengan membacakan surat Ar Rahman oleh Bimantara sendiri yang di minta langsung oleh mempelai wanita. setelah ayat demi ayat di lantunkan tibalah mempelai laki akan mengikat si wanita dengan ijab kabul, untuk menjadikan wanita sebagai seorang istri yang siap mendampingi sang suami.
" apa kamu sudah siap nak Bima?" tanya Kiai
" insya Allah saya siap," jawab bima dengan mantap.
" baiklah kalau begitu saya hari ini akan menikahkan engkau dengan anakku,aku titipkan dia kepadamu, kalau dia salah,khilaf tolong di maafkan dan bimbing dia menjadi istri yang Solehah dunia akhirat.,itu saja pesan saya, sebelum saya menyerahkan hak anakku kepada kamu yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
pak kiai lalu menjabat tangan calon menantunya,
" Bismillahirrahmanirrahim ... Saya nikahkan engkau Bimantara Anugerah dengan anak saya Nada Khairunnisa dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang sebanyak Empat puluh Empat ribu Empat ratus rupiah dibayar tunai."
" Saya terima nikahnya dan kawinnya Nada Khairunnisa dengan maskawin tersebut." ucap Bima lugas tanpa mengulangi.
" bagai mana saksi sah? "
"SAH."
Alhamdulillah para keluarga yang hadir mengucapkan syukur dan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh kepala kantor agama setempat yang di undang oleh sang Kiai.
" nak Bima jemput istrimu untuk menandatangani surat nikah kalian"
Bima pun bangkit dan di dampingi oleh dua orang keluarga untuk menemui wanita yang kini sudah memiliki status baru yaitu istri dari Bimantara Anugerah.
__ADS_1