SEORANG DI MASA LALUKU KINI MENJADI IMAMKU

SEORANG DI MASA LALUKU KINI MENJADI IMAMKU
episode 4


__ADS_3

Sedangkan di dalam kamar Nada tak dapat menahan rasa haru kini telah menjadi seorang istri. ketokan pintu dan suara salam dari luar kamar bertanda sang lelaki telah berada di luar, mereka pun membuka pintu dan mempersilahkan Bima untuk melihat istrinya, Bima melangkah menuju sang istri sejenak bima terpaku memandang penampilan nada, bima maju terus di hadapan nada,sedangkan nada selalu menunduk sampai terdengar suara Umma;


" nak Salim tangan suamimu" nada mendongak ke ke depan sang suami, Nada terkejut bukan main laki- yang telah menghancurkan dirinya sedang berdiri di depannya dan parahnya lagi sekarang adalah suaminya,Nada ingin berteriak, nada ingin kabur, rasa napas nya tiba-tiba tercekik, menahan semua rasa yang tertumpuk di dada nada berusaha untuk terlihat baik-baik saja di depan Umma, dengan tangan sedikit gemetar nada mengambil tangan bima mencium dengan sangat takjim, setelah itu Bima meletakkan tangannya di atas ubun-ubun sang istri sambil berdoa.


Hal ini dianjurkan oleh Rasulullah Saw, kepada suami agar meletakan tangan kanan di atas ubun-ubun para istri kemudian mendoakannya.


setelah berdoa mereka pun keluar untuk menandatangani buku nikah dan menemui keluarga besar mereka.. keluarga nada menjamu para keluarga bima dengan sangat baik setelah selesai semua acara orang tua bima menyewa hotel untuk keluarganya bermalam besoknya baru berangkat, ibunya bima sangat senang dengan sang menantu apa lagi sang putri dia tidak mau lepas dari Umi barunya, ya ayahnya menyuruh supaya putri memanggil Nada dengan panggilan Umi.


" nada saya permisi mengantar ibu dan yang lainya kembali ke hotel untuk istirahat," nada hanya mengangguk, nada menemui sang mertua dia berusaha untuk terlihat terbiasa..


" bunda tunggu kalian d hotel untuk kita sarapan bersama,"


" iya bunda " sambil memeluk mertuanya dan berbalik memegang tangan sang ayah mertua dan mencium, begitu pun dengan keluarga sang suami yang lainya terakhir dia mendekat kearah sang suami yang sedang menggendong anak sambungnya.. nada mengangkat kedua tangan kepada Putri,


dengan suara yang sangat merdu


"mau Umi gendong?"


dengan cepat putri mengaku,


"Umy putri senang akhirnya putri punya mama seperti temanku" sambil tersenyum,

__ADS_1


nanti umi ikut pulang ke bandung juga kan"


" iya sayang" sambil mencium gemas pipi chubby putri"


" putri ikut sama eyang dulu, besok ayai dan Umi akan mengajak putri jalan ya", dengan wajah cemberut putri pun mengaku.


"saya pergi antar mereka " bima membuka suara, nada mengambil tangan suami lalu mencium nya. nada mengantar sang suami sampai d teras rumah. setelah mobil suami dan keluarga hilang dari pandangan,


nada segera masuk dan membersihkan badanya dan menggantikan baju gamis tak lupa hijab dan niqabnya merasa penampilan ya suda pas. dia turun kembali keruangan makan karena sedari tadi belum menyentuh makanan.


" kamu ngak tunggu suamimu nak?" sambil menatap sang anak.


" iya sudah kalau begitu kamu makan, takutnya mag kamu kambuh"


Nada pun mengaku dan segera mengambil piring kosong untuk menaruh sedikit nasi dan beberapa lauk untuk dia makan.. selesai makan nada menemui pekerja di tokonya,


" kalian suda makan?" tanya nada kepada mereka,


" sudah Ning, ternyata kita di undang nga taunya kalau hari ini Ning menikah " mereka tersenyum ke arah nada, dengan mengucapkan selamat menempuh hidup baru.


"iya makanya saya suruh kalian hari ini, saya mungkin akan jarang ke toko, karena saya akan ikut suami, tp saya suda percayakan semua sama Lina, saya mohon kalian kerja sama Lina bantu dia menjaga toko saya sampai adik saya kembali dan membantu kalian untuk mengurusnya.." setela lama bercengkrama sama mereka,nada mendengar Umma memanggil namanya,

__ADS_1


" ok Ning kamu akan pegang kepercayaan ning sama kamu," kata salah seorang dari mereka.


" kalau begitu kami pamit Ning " Salma pun mengaku dan mempersilahkan mereka untuk pulang.


nada masuk ternyata Umma memanggil dirinya karena suaminya telah kembali..


bima baru sampai dia melihat istrinya sedang berbicara dengan beberapa orang, dia pun Duk menunggu sambil melihat pesan-pesan dari rekan-rekannya.


" mas mau makan? atau mau mandi biar saya siapkan air nya. nada berbicara sambil menunduk,


" sudah hampir sholat ashar, saya mau mandi setelah sholat Baru saya makan."


" iya saya siapkan air " Nada pun berlalu dari hadapan bima menuju kamarnya. sesampai d kamar dia menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk sang suami.


setelah keluar dari kamar mandi Bima sudah duduk di pinggiran tempat tidur dia menatap nada yang selalu menundukkan pandangannya;


" kita sudah suami istri,kenapa kamu menunduk terus, saya halal untuk melihat wajah kamu." sambil menatap nada.


" mas mandi dulu nanti airnya dingin lagi., semua yang mas katakan tidak ada yang salah.. tapi sekarang sudah hampir sholat ashar." bukanya tidak mau memperlihatkan wajahnya tetapi nada masih enggan. setelah ritual mandinya bima memakai baju yang sudah di siapkan oleh sang istri..setelah itu dia menuju masjid di lingkungan pasantren. selesai sholat Bima segera pulang langsung menuju kamar sang istri.. dan dengan perlahan dia membuka pintu ternyata istri sedang solat dan tanpa memakai niqab, jangan bayangkan bagaimana terkejutnya Bima,dengan perempuan yang ada di dalam kamar bersamanya. Dia merasa seperti di tindih dengan batu besar, setelah solat nada juga sama terkejutnya tetapi dengan cepat dia menyelesaikan, bima berjalan dengan mata terfokus ke sang istri yang masih berzikir. dia pun duduk di sampingnya yang posisinya dapat melihat paras ayu sang istri yang seperti wajah blasteran Timur Tengah. selesai berzikir dan membacakan doa pendek. dan nada pun mendongak ke wajah sang suami yang begitu tegang. nada memberanikan diri untuk mencium tangan suami, seketika Bima menarik dan mencium pucuk kepala sangat lama dan mendekap tubuh sang istri sambil mengucapkan kata-kata maaf.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2