
Setelah selesai berbicara dengan kedua orang tuanya nada segera pamit untuk kembali ke kamarnya, sesampai dikamar dia segera masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk melakukan solat istikharah. setelah selesai nada berzikir untuk ketenangan hatinya. setelah merasa *** berzikir untuk malam ini, maira pun mengambil laptopnya dan naik ke tempat tidur dia akan melihat beberapa pekerjaan setelah itu dia akan tidur, di sela-sela menatap laptop, Nada pun sejenak berpikir laki-laki siapa yang akan datang melamarnya, semoga lelaki tersebut bisa membimbingnya kelak. terpenting adalah akhlaknya. tak lama di menyudahi kerjanya dia menaruh laptop dan segera tidur. sedangkan di lain tempat Bima sudah mendapatkan surat izin cuti, dia pun termenung mengingat pembicaraan dengan ibunya kalau pulang dia akan melamar seseorang yang di pilih oleh kedua orang tuanya.. ya Allah semoga perempuan yang kelak menjadi istriku dapat menyaingi putriku.. dalam lamunannya tiba-tiba seorang wanita cantik berdiri di depannya, dia adalah adik letingnya yang suka dengan bima,
" bang kenapa menghindar terus bila saya ingin mengenal Abang lebih dekat, tida bisakah memberikan kesempatan kepada saya?" kata Nova dengan wajah sendunya.
" tapi maaf saya tidak bisa, jangan paksakan nanti kamu akan kecewa." setelah berkata bima pun berlalu meninggalkan Nova dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" maaf aku akan mengejarmu sampai aku mendapatkan mu" Nova berbicara sendiri sambil menyeka air matanya..dia bertekad untuk memenangkan hati bima apapun itu.
waktu terus berlalu hari berganti minggu berganti bulan, kini seorang bertubuh tegap berpakaian dinas TNI AD sudah berada di Bandara Udara Husen Sastranegara Bandung, sedang menunggu jemputan untuk membawanya pulang hampir setahun tidak mendekap sang putri tercinta hanya melepaskan rindu dengan video call, begitu pun dengan orang tuanya.. ternyata bima menelpon temanya untuk datang menjemput;
" hai bro apa kabar? pak duda tambah ganteng aja.sambil menjabat tangan sang sahabat,
" gimana kabar Lo ram?" sambil mereka melangkah menuju mobil Rama.
" sehat Alhamdulillah, gimana kalau kita ngopi dulu ya, sekalian gue mau beritahu Lo sesuatu."
" okelah " bima menyambut tawaran sang sahabat. sudah lama juga hampir lima tahun baru ketemu lagi. mereka masuk dalam mobil dan Rama pun melajukan mobilnya membelah jalan raya kota kembang Bandung, sampai di sebua kafe yang suasananya sangat menarik. mereka cuman pesan kopi, mereka memulai obrolan;
" Bim kalu saya bahas ni sama Lo jangan tersinggung ya please, gue cuman sekedar beritahu aja, nga ada niat yang nggak baik buat Lo." sambil memandang paras Bima.
__ADS_1
" oke cerita gue denger "
" Bim Lo ingat temannya pacar gue enam tahun lalu! Rama menatap bima serius
"ingat" jawab bima cuek.
" Lo tau gak kalau tu cewek waktu hamil? dan dan cewek itu melahirkan di usia kandungannya baru berumur tujuh bulan?" seketika wajah Bima menegang, rasanya jantung bima berhenti tiba-tiba.sekujur tubuhnya gemetaran.
"ram antar gue pulang sekarang"
bima berjalan seperti orang sempoyongan, mereka berjalan dalam diam selama perjalanan ke rumah Bima.
makasih bro sudah jemput gue, nanti gue hubungi Lo.."
sementara bima masuk sudah di hadang oleh princess kecilnya yang dalam model camberut;
" kenapa ya princess kok jemput ayah dengan wajah cemberut sih, padahal Uda lama ngga di peluk ya sama princess ayah" seketika sang putri menangis,
" putri tu nunggu ayah dari tadi tapi ayah lama,ayah tau ngak putri kangen ayah..." bima lalu menariknya di dekap dengan penuh sayang." Uda ngak usa nangis Lagi ayah kan udah sama putri,ok, kalau gitu ayah mau ketemu Oma sama kakek dulu, putri mau ikut?" tanya bima,
__ADS_1
" ngak putri mau tidur ngantuk mau Bobo."
"oke sayang"
bima pun menemui orang tuanya. setelah menemui mereka Bima pamit ke kamar untuk membersihkan dirinya lalu beristirahat. setelah selesai bima jalan ke arah balkon sambil memegang handphone nya..ya Allah ampunilah aku,aku harus berbicara dengan Rama sekarang, diapun menghubunginya.. seketika dia terlihat wajah Rama di dalam handphone,;
" assalamualaikum bro maaf gue ganggu Lo, sibuk ngak gue mau denger cerita Lo." bima menatap Rama penuh harap.
" ngak Bim oke gue cerita, jadi saat kamu mengambil keper***nanya sebelum dua Minggu Lo nikah dia udah merasa diri ha*il, dan gue ngak mau pernikahan Lo hancur jadi sengaja gue ngak beritahu Lo, dia juga sempat tanya siapa Lo sebenarnya tapi gue lagi-lagi sembunyikan Lo dari dia. gue yang salah d sini Bim," bima tetap diam dan mendengar cerita Rama
" Bim gue cuma memberitahu dia kalau kamu Uda punya tunangan dan akan segera menikah. perempuan itu namanya Nada dia kala itu hancur hancurnya, mungkin stress nya pemicu dia melahirkan dini,gue dan pacar gue bantu sampai dia pulih pasca melahirkan, setelah itu dia pergi dan kami tidak pernah tau keberadaannya,dan gue sempat dengar dia itu seorang anak Kiai " seketika Bima terkejut dengan apa yang Rama ucapkan "astaghfirullah ram " bima tak bisa berkata apa-apa lagi,
" Bim gue ada simpan foto bayinya dan anaknya berjenis kelamin laki-laki. seketika mata bima melebar " gue minta kirim sekarang ram please " Rama memohon,
" Rama terimakasih untuk informasinya, insya Allah gue akan cari perempuan itu, saya tutup teleponnya Ram jangan lupa fotonya di kirim gue tunggu."
" assalamualaikum "
" wallaikumsalam "
__ADS_1
Bima memandang handphone nya menunggu foto yang di kirim Rama, seketika wajahnya menegang foto yang dilihat memang mirip dirinya meskipun masih bayi,
"ya Allah aku ngak tau kalau dia ada, maafkan aku ya Allah, maafkan Daddy nak" setelah lelah berperang dengan isi kepalanya bima pun benar-benar mengistirahatkan tubuhnya.