
Chapter (18)
...
Waktu sudah gelap, menunjukan pukul 08:00 malam. My Xu penasaran Lui sedang apa saat ini, dan ia ingin medengar suara nya, juga tidak sabar untuk kejutan dari nya besok, bagaimana kira - kira perasaan Lui saat tau ia di beri kejutan 2 orang pembantu. Dan Akhirnya ...
"Beep beep ... beep beep ... " Suara dering ponsel Lui berbunyi.
"Halo, malam .. Ada apa ya?" Ucap Lui yang mengangkat telfon nya dan bertanya.
"Ehm .. malam juga, nggak .. nggak ada apa - apa kok, cuma mau denger suara kamu saja." Jawab My Xu sembari menggoda Lui.
"Emm gitu .. " Jawab Lui singkat.
"Iya, kenapa? Nggak boleh ya?" Tanya My Xu sedikit merasa nggak senang atas jawaban Lui.
"Hmm boleh kok, boleh .. kata siapa nggak boleh?" Jawab Lui.
__ADS_1
"Tapi kok gitu jawab nya?" Tanya My Xu lagi.
"Ya kan aku jawab, emang suruh jawab gimana coba?" Jawab Lui berganti bertanya.
"Terserah kamu deh!" Jawab My Xuq yang merasa sedikit kesal.
"Ya sudah .." Jawab Lui.
"Ya sudah apa? bosen ya kamu?" Tanya My Xu tambah merasa kesal.
"Bosen kenapa sih, kamu nih aneh ya, lagi menstruasi ya kamu?" Jawab Lui sembari bertanya kenapa dengan My Xu.
"Kok diam?" Tanya Lui bingung.
"Tuuuttt .. tutt .. " Suara panggilan terputus.
My Xu tiba - tiba mengakhiri panggilan nya, mau memberi tahu kabar gembira namun malah Lui nya membuat nya kesal, jadi My Xu pun marah dan langsung menutup panggilan nya dengan Lui.
__ADS_1
"Ini orang aneh banget sih, tiba - tiba telepon dan tiba - tiba juga langsung di matikan .. mau nya apa ya? Nggak jelas. Ah sudah lah, biarin aja besok juga sembuh sendiri." Ucap Lui yang kebingungan memikirkan sikap My Xu yang tidak menentu mood nya.
"Lebih baik sekarang aku beres - beres dan bergegas tidur saja, seharian di toko ramai, jadi lelah semua badan ku, besok bangun pagi lagi karena toko sudah mulai ramai akhir-akhir ini." Seru Lui sembari mengeluh akan pekerjaan nya.
. . . . . . . . . .
Ke'esokan pagi nya ~
Waktu menunjukan pukul 06:00 pagi, alarm Lui berbunyi dan Lui pun segera bangun dari tidur nya, ia segera bergegas siap-siap untuk berangkat kerja ke toko roti nya.
Lui adalah gadis yang rajin dan penuh semangat, dia selalu pantang menyerah akan usaha nya, karena dia berpikir suatu hari nanti dia akan menjadi orang yang sukses dengan jerih payah nya sendiri, dia ingin mencari ibunya yang ada di negara luar, dia merindukan sosok ibu nya, walau Lui di tinggalkan tapi Lui tidak pernah merasa benci pada ibu nya, karena Lui selalu berpikir yang positif akan kepergian ibu nya.
Mungkin karena tidak mau menyusahkan Lui kelak, jadi ibu nya pergi meninggalkan nya di kota kelahiran nya bersama paman Noe dan bibi Gu yang sudah ia percayai untuk menjaga dan merawat Lui sampai Lui dewasa.
Dan di tempat lain, dirumah My Xu ~
"Ang Yi, apakah kedua pembantu itu sudah kau suruh mereka untuk segera berangkat kerja ke toko roti nya Lui?" Tanya My Xu pada Ang Yi melalui telepon.
__ADS_1
**Bersambung .....
#Jangan Lupa Like dan Tambah ke Daftar Favorit Kalian yaa.. Makasih 😉