
Jam menunjukan pukul 07.00pagi setelah semua selesai berdiskusi dan selesai bersiap siap. Dya berpamitan kepad ibu, kaka, dan jga adiknya yg masih duduk di ruang tamu yg beralaskan tikar itu.
"bu, kaka, iza... Dya pamit ke sekolah dulu doakan dya ya" pamit Dya.
Assalamualaikum....
Wa'alaikum salam...
sebuah rumah kecil semi permanen berukuran 6x8mtr dengan berdindingkan bilik 1ruang tamu, 2 kamar tidur, dapur dan kamar mandi... bukan rumah besar yang mereka tempati dulu, tapi di rumah itulah ketenangan dan kedamaian dirasakan oleh mereka.
FLASBACK ON
40 hari sudah ayah Aya meninggal,,, dengan berat hati mereka harus pergi dari rumah yg mereka tempati selama ini. bukan karena tak betah tp mereka di usir oleh kaka perempuan ayahnya. karena ketamakannya sampai lupa kepada nasib janda dan anak anak yatim tersebut.
"bibi bukan kah ini rumah Ayah bi? warisan dari nenek dan kakek dulu?" tanya aya baik baik
" halah persetan dengan warisan bapakmu yang pasti rumah itu bukan rumah orang tuamu melainkan rumah orang tuaku". sarkas bibi penuh emosi.
" pergi kalian dari rumah ini dasar pembawa sial. cepaaat kemas barang kalian" tambah bibi lagi.
" bibi Aya mohon kasian adik2 Aya dan ibu, kami gk punya siapa2 lgi dan hanya rumah ini kenangan kami dengan Ayah" kata Aya lagi.
" Halah jangan ber drama cepat kalian angkat kakiii dari rumah ini" jawab bibi.
"bibi... "belum selesai Aya bicara.
"sudah Aya sudah kita mengalah saja ya nak" timpal ibu.
mereka pun mengemasi barang barang mereka. semua perabot seisi rumah dilarang satupun untuk di bawa hanya pakaian saja yg mereka bawa. dan foto foto kenangan keluarga yg mereka bawa juga.
Dya dan Iza pun merengek pada ibu nya "bu..ibu kita akan pergi kemana buuu... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜?
yakin lah nak setiap cobaan pasti ada hikmahnya..
" Bu kita harus kemana..? kita tidak punya tempat atau sodara yg lain bu " tanya Aya lagi
__ADS_1
ibu terdiam dan berfikir sejenak lalu ibu bersuara.
"Aya kita cari rumah sewa dulu ya nak siapa tau ada tempat untuk kita berfikir sementara waktu".
"Bagaimana kalo kita ke rumah temen Aya dulu bu, siapa tau ada kontrakan di dekat sana ". jelas Aya pada ibu dan adik2nya.
setelah selesai berkemas mereka pun berangkat menuju ke rumah teman Aya. mereka menaiki kendaraan umum karena lumayan rumahnya berjarak 5km dari tempat asal mereka.
sesampainya di halaman rumah teman Aya,,
Assalamu'alaikum... Assalamu'alaikum...
eh Ayaaa
Wa'alaikumsalam...
"tumben kamu Ay ada apa trus itu ibu dan adik mu kenapa?" tanya Lany
"Lan gk di suruh masuk ni tamunya" tanya aya.
"silahkan masuk bu.." pinta Lany
"iya nak terima kasih" kata ibu Aya
"eeeh ada tamu yaaa... silahkan duduk" mama Lany mempersilahkan
"terima kasihh...Tante". kata Aya dan keluarga.
"Ada yg bisa saya bantu mbak" tanya mmh lany lagi.
"maaf sebelumnya kedatangan kami mengganggu" jawab ibu.
"oh tidak apa apa ko mbak silahkan utarakan saja jangan sungkan" mmh Lany lagi.
ibu pun memulai kata demi kata menceritakan maksudnya. " saya sedang mencari tempat tinggal barangkali saja ada yg mau menyewakan tempat tinggal".
__ADS_1
tanpa ragu mmh lany langsung menawarkan rumah saudara sepupunya yg akan di jual.
"mbak kemarin saudara saya ada yang mau jual rumah karena butuh sekali biaya siapa tau akan di sewakan sebelum laku terjual".
"kalo begitu saya ingin tau di mana rumahnya".tanya ibu.
mama lany menyuruh lany mengajak aya dan kedua adiknya istirahat dan makan siang di rumahnya... sementara ibu dan mmh lany pergi ke rumah saudaranya yang tidak seberapa jauh...
Assalamualaikum... kata mmh Lany dan ibu Aya.
Wa'alaikum salam... kata si empunya rumah.
mereka pun masuk dan tampa basa basi mmh lany mengutarakan maksudnya,, kepada saudaranya itu... Alangkah bahagianya ibu aya karena rumah itu akan di sewakan sementara...
"maaf mbak memangnya itu rumah mau di jual berapa?" tanya ibu Neni
"ya sesuai dengan keadaan saja karna rumah nya pun semi permanen, kenapa mba memangnya ada minatkah?" kata saudara mmh Lany
"siapa tau saja rumah itu berjodoh dengan mba" canda mmah lany.
setelah saudara mmh Lany memberi tahu kan harga yg akan di jual... ibu Aya pun menanggapinya dengan antusias dan bersedia membeli rumah itu.
karena ibu aya memiliki sejumlah tabungan dan perhiasan peninggalan Almarhum suaminya yg tidak pernah iya pakai sama sekali. " benar kata Ayah suatu saat ibu pasti membutuhkan uang ini" gumam ibu dalam hati.
"mba..." mmh Lany membuyarkan lamunan ibu. "oh maaf saya melamun" jawab ibu
"kalau begitu nanti sore saya akan bayar mba" terang ibu kpda pemilik rumah.
"Apa bisa saya tempati sekarang juga bersama anak anak saya" tanya ibu.
"oh silahkan kebetulan sudah saya sapu tadi pagi, karena setiap hari saya selalu membersihkan supaya tetap terawat meski tidak di isi, ini kuncinya mba.."kata empunya rumah.
" Terima kasih" kata ibu...
tak lama kemudian Aya, Lany dan kedua adik Aya datang menghampiri rumah saudaranya mmh Lany. belum sempat mereka masuk terlihat ibu dan mmh Lany keluar dengan senyum di wajah masing masing...
__ADS_1