
Beberapa minggu kemudian Aya dan kedua adiknya telah kembali bersekolah seperti biasa. Aya duduk di kelas satu Ma, dan adiknya Dya duduk di kelas 1 Smp, sementara Riza adik bungsunya duduk di kelas 3 Sd.
hari demi hari mereka lalui tanpa kesulitan sedikit pun, meskipun berkekurangan mereka menerima keadaan hidupnya...
ibu berjualan gorengan menjajakan dari rumah ke rumah. sementara aya menjual makanan ringan di sekolah dan menitipnya di kantin sekolah.
Dya dan iza pun melakukan hal yg sama seperti kaka mereka,, walaupun hasil tidak seberapa asal mereka mempunyai penghasilan untuk sehari hari membantu kekurangan ibu mereka.
sesekali terkadang ibu mencuci dan menggosok pakain di rumah tetangganya yg Alhamdulillah menambah pendapatan uang mereka. Aya pun setelah pulang sekolah terkadang pergi ke rumah guru nya untuk menambah pendapatan dengan membantu pekerjaan rumah... karena gurunya sendiri menawarkan bantuan kepada Aya,, tp aya tidak ingin cuma cuma mendapat bantuan itu.
tidak pernah terbersit sedikit pun rasa malu di benak Aya dan kedua adiknya melakukan hal-hal yg semestinya bukan menjadi kewajiban mereka tp apa boleh buat untuk bertahan hidup mereka harus rela menukar masa remaja mereka dengan bekerja keras,, untuk masa depan yg lebih baik untuk mereka kelak di masa mendatang.
Dya dan iza sepulang sekolah tidak pernah bermain layaknya anak seusia nya mereka selalu pergi dari rumah untuk mencari botol bekas, paku dan barang rongsokan lainnya untuk mereka jual...
suatu ketika Dya dan iza bertemu dengan teman mereka.
"Hey kamu... Nadya kan anak kelas 1b yg katanya pandai itu?" tanya laki-laki kka kelas Dya dengan nada yang sedikit heran.
" memangnya kenapa" jawab Dya.
"Aku hanya heran kenapa kalian mencari sampah bukan nya belajar atau bermain seperti yg lain" jawab Robi kaka kelasnya itu.
" maaf ini bukan urusan kaka,, kaka sendiri ngapain siang siang seperti ini di jalanan? tanya Dya.
"Aku akan pergi ke sekolah ada latihan sepak takraw, apa kamu mau ikut latihan?" goda robi kepada dya.
__ADS_1
" tidak terima kasih" jawab Dya.
Dya dan iza pun berlalu tanpa menghiraukan Robi, untuk kembali mengisi karung mereka yg masih kosong.
Robi pun berlalu menuju sekolah,, Robi Sebagai ketua osis merasa kagum kepada nadya anak pintan yg berprestasi itu...
di tengah jalan iza bertanya pada dya "siapa kaka laki-laki tadi kak?".
"oh itu kaka kelas di sekolah kaka,, dia ketua osisnya dek" jawab Aya.
"trus kaka gak malu nanti dia ngomong ke semua temen kaka bahwa kita pemulung". tanya iza lagi.
"kenapa harus malu kita kan gk nyuri pekerjaan kita halah dan satu lagi gk usah mikirin orang urusin kita aja ya dek, kita harus samangat agar kita bisa sekolah lebih tinggi agar bisa membahagiakan ibu". jawab dya panjang lebar.
"yeey hari ini kita dapa banyak kak" kata iza lagi.
hari sudah menjelang sore mereka pun pulang dengan hasil yg memuaskan. ibu yg sudah menunggu di rumah menyambut mereka dengan haru.
"sudah sore nak cepet mandi solat ashar, dan makan ya nak!" perintah ibu kepada kedua anaknya...
"iya bu" kata kedua nya.
" kak Aya belum pulang bu" tanya dya.
" mungkin sebentar lagi" jawab ibu
__ADS_1
tak lama kemudia aya pun datang membawa kantong plastik kecil berisikan ayam goreng pembelian gurunya.
Assalamualaikum... kata Aya
waalaikum salam... jawab ibu
"bu adik adik sudah pulang" tanya Aya.
"sudah nak mereka sedang solat ashar, kamu sudah solat?" tanya ibu.
"sudah bu tadi sebelum pulang solat dulu di ruamah bu guru".jawab Aya lagi.
Aya memberikan kantong plasti tadi "bu ini td di kasih ibu guru".
"apa itu nak" tanya ibu sambil menyaut kantong kresek dari tangan aya dan membukanya.
"wah Alhamdulillah... ayam goreng nak adik adik mu pasti senang" kata ibu lgi
"Aya mandi dulu ya bu... " pamit aya
"iya nak" jawab ibu
Aya pun bergegas mandi dan ibu menyiapakan makan untuk mereka bersama.
setelah selesai dengan kegiatan masing masing mereka pun berkumpul satu tikar beraama untuk menikmati makan malam mereka...
__ADS_1