Sepercik Cahaya

Sepercik Cahaya
bab 8 baby sister


__ADS_3

seminggu kemudian setelah kepulangan ibu dari rumah sakit,,, aya berniat untuk mengundurkan diri dari sekolah nya karena mengingat banyak nya hutang, aya bermaksud ingin bekerja saja untuk mencicil melunasinya.


"bagaimana ini apa yang harus aku katakan pada ibu sementara harapan ibu begitu besar kepadaku" gumam aya dalam hati nya


dengan berat hati aya memberanikan diri berbicara kepada ibunda tercintanya,


" ibu mohon maaf sebelum nya,,, aaa...ay aaya ingin mengutarakan maksud aya" celoteh aya pada ibunya sambil memegang tangan sang ibu.


" ada apa ini nak,,, tidak ada yang serius bukan" kata ibu


" maaf ibu aya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah, aya bermaksud ingin bekerja saja, untuk membantu ibu dan juga adik adik aya bu" jelas aya pada ibunya yg di sambut dengan lelehan air mata ibunya.


sambil menangis haru ibu nya meminta maaf kepada aya


"maafkan ibu nak,, yang menjadi beban untuk kalian,, ibu bukan tidak ingin berusaha demi kalian tp apa daya dengan penyakit ibu yg seperti ini ibu hanya bisa memberi kalian makan dan biaya sekolah alakadarnya"


"tidak ibu tidak usah meminta maaf" kata aya


"kita jalani saja semua ini dengan pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT " kata aya lagi.

__ADS_1


rela tidak rela izin tidak izin mau bagai mana lagi semua sudah takdir yg harus mereka lalui, mungkin ini menyakitkan untuk mereka tp menurut tuhan ini jalan yang terbaik untuk mereka.


keesokan harinya aya yang telah berhenti sekolah dan mengurusi ibunya yg sakit sakitan mulai mencari pekerjaan yg bisa iya jalani sembari mengurusi ibunya,,,


aya tanpa malu bertanya kepada setiap tetangganya apakah ada pekerjaan yg sekiranya bisa iya lakukan untuk menafkahi ibu dan adik adiknya,


pekerjaan apapun aya jalani dengan rasa syukur ada yang menyuruh mencuci gosok pakaian, ada yang menyuruhnya bersih bersih rumah, ada yang menitipkan anak nya selagi ada keperluan, semua aya lakukan untuk ibu dan adik adiknya.


hari demi hari berlalu sedangkan aya belum bisa membayar uang kepada mama lany karena penghasilan sehari hari untuk makan dan menyisihkan untuk berobat jalan ibunya,,,


tok... tok... tok...


"Assalamualaiku... Assalamualaiku..." kata tetangga aya


" waalaikumsalam,,, ada apa bibi kok seperti ada yang penting sekali, silahkan masuk dulu" kata aya


tamu pun masuk dan duduk di alas karpet plastik yang berada di ruang tamu rumah aya. sementara aya pergi kedapur untuk menyajikan minuman kepada sang tamu.


kini mereka sudah duduk di ruang tamu bersamaan dan ibu aya pun ikut duduk.

__ADS_1


" ada perlu apa mbak sepertinya sangat penting" kata ibu


" maaf sebelumnya mmh aya saya kesini ingin menawarkan pekerjaan kepada aya di kota besar, apa mungkin aya berminat" kata si tetangga.


" maaf bibi pekerjaan apa ya? " kata aya dan ibunya.


"menjadi baby sister, apakah aya berkenan?" kata si tetangga lagi sambil meminum air nya yang di suguhkan aya tadi.


aya nampak berfikir di dalam hati nya begitu pun jga ibunya, melihat kondisi ekonomi yang sangat di butuhkan tapi di sisi lain ibunya pun membutuhkan aya untuk merawatnya,


"bagaimana" kata si tetangga membuyarkan lamunan kedua anak dan ibu tersebut


" maaf sebelumnya bibi apa bisa kami berunding dahulu untuk memikirkan nya" kata aya


ibu tak banyak bicara hanya berfikir di dalam hatinya


" baiklah nak bibi kasih kamu waktu 2 hari untuk berfikir dan berunding bersama ibumu, fikirkan baik baik tawaran bibi siapa tau bisa merubah keadaan kalian" kata tetangga yang baik hati itu


tak lama si tetangga pun berpamitan kepada pemilik rumah,,, kini tinggalah aya dan ibunya...

__ADS_1


__ADS_2