Sepercik Cahaya

Sepercik Cahaya
part 7 (rumah sakit)


__ADS_3

Enam bulan berlalu, masalah demi masalah selalu muncul tp mereka semua hadapi dengan sabar dan berikhtiar sebisa mereka


kerikil kerikil kecil dalam kehidupan selalu mereka lalui dan menjadikan mereka kuat menghadapi masalah yang lebih besar nantinya, masalah besar pun tak pernah mereka hindari mereka selalu mencari jalan keluar yang terbaik.


seperti saat ini masalah yang mereka hadapi tidaklah mudah anak anak seusia mereka seharusnya menikmati masa masa yang indah di usianya.


tetapi lain halnya dengan cahaya dan Nadya juga Riza mereka harus bekerja keras demi sang ibu yang sakit karena gagal ginjal.


Ibu mereka yang selalu bekerja keras untuk mereka kini tiada lagi. kini ibu hanya bisa berdiam diri di rumah karena penyakit gagal ginjal yg di derita ibu. sebelumnya ibu tidak pernah menghiraukan apa yg ibu rasakan sampai suatu ketika ibu pingsan tak sadarkan diri karena rasa sakit yang amat sangat di rasakan.


"Tante... kenapa ibu harus masuk rumah sakit?" tanya Aya kepada mama nya lany yang bersedia membawa tetangga nya itu ke rumah sakit.


"Tadi sepulang ibu mu jualan tak sengaja berpapasan sama tante, ceritanya tante mau ke pasar tapi tiba tiba ibumu pingsan sayang." jawab mama nya lani


"Apaa... ibu pingsan tante". tanya Aya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.


"iya Aya sayang,,, kata dokter ibu mu..." belum selesai mama lany bicara aya sudah memotongnya.


"ibu kenapa tante, cepet katakan aya takut terjadi sesuatu sama ibu, karena aya selalu memerhatikan ibu selalu menahan sakit akhir akhir ini, tp ibu tak pernah mengeluh ibu selalu menyembunyikannya dari kami tante." ucap aya panjang lebar.


"Tante akan ceritakan semua sama kamu, tp janji sama tante kamu jangan sedih ya nak!" nasihat mama lany.


"iya tante apapun itu aya akan berusaha kuat karena Aya yang paling besar diantara adik adik aya." jawab aya dengan mata berkaca kaca.


"Ibumu mengalami gagal ginjal nak." kata mama lany lagi.


" lalu aya harus bagaimana tante, sementara aya tak punya uang untuk berobat ibu, sedangkan penyakit ibu bukan penyakit biasa." kata Aya yang menangkup mukanya dengan kedua tangannya seakan begitu frustasi hingga air matanya tak terbendung lagi.

__ADS_1


"untuk sementara biar tante yang bantu sayang." tambah mama lany.


"Tp aya tidak ingin berhutang sama tante apalagi jumlahnya sangat besar, Aya tidak sanggup membayarnya tante." sambung aya.


"Masalah membayar nanti saja kamu fikirkan ya nak... sekarang biar ibumu sehat dulu untuk sementara waktu, tp untuk kedepannya tante tidak janji bisa membantu pengobatan ibu mu ya..." jelas mama lany.


"iya tante terima kasih banyak sudah membantu biaya rawat inap ibu."kata aya lagi.


"iya sama sama sayang... kamu yang sabar ya mungkin Allah sedang menguji kalian." mama lany tersenyum sambil memeluk aya.


sedangkan aya yang di peluk mama lany berfikir dan merasa bingung bangaimana kedepannya.


"Aku harus bagaimana penyakit gagal ginjal itu bukan penyakit sepele perlu banyak biaya" gumam aya dalam hati


setelah itu mereka menemui ibu di kamar rawatnya meskipun hanya kelas 3 tp lumayan memakan biaya yang tak sedikit. beruntung saat aya dan mama lany datang ibu aya sudah sadar dari pingsannya dan sedang dalam perawatan.


" ibu dimana nak dan kenapa ibu di infus".kata ibu.


" sudahlah mba jangan banyak bicara sekarang istirahat saja, mba ini kecapean banyak melakukan aktifitas tp kurang beristirahat!" timpal mama lany sambil membenahkan selimut kepada ibu nya aya.


"Ah.. iya mba terima kasih dan siapa yang membayar biaya rumah sakitnya." kata ibu aya.


" sudahlah bu... ibu istirahat saja bener kata tante, masalah rumah sakit jangan di fikirkan dulu ya bu nanti saja!" seru aya pada ibunya.


"bener mba kata aya,, sekarang saya pamit pulang karena sudah sore, mba istirah yang cukup biar cepet sehat lagi ya!" tegas mama lany.


"iya mba terima kasih banyak mba sudah membantu kami dan menolong saya."kata ibu.

__ADS_1


"jangan sungkan kita kan tetangga, kalo begitu saya pulang dulu ya Assalamualaikum." kata mama lany berpamitan.


"wa'alaikum salam" jawab ibu aya.


" ibu.. aya antar mama lany kedepan dulu ya bu, ibu istirahat nanti aya temani ibu."kata aya


"iya nak." jawab ibu


mama lany melarang aya bicara terlebih dahulu kepada ibunya karena takut membuat ibu nya syok. dan membiarkan ibunya Aya istirahat. agar ibunya aya cepat sembuh.


Aya mengangguk iya dan tak lupa berterima kasih untuk kesekian kalinya.


Aya pun menitip pesan pada nadya agar membawa pakaian ganti untuknya karena dari sekolat td belum berganti pakaian.


"Tante maaf saya titip pesan pada Nadya agar mengantar pakaian untuk ganti saya dan juga mukena untuk solat!" kata aya


"iya aya nanti tante sampaikan, ini sedikit uang untuk kamu membeli makan dan keperluan, pakailah." kata mama lany


" tp tante ini besar sekali 200rb aya tidak mau berhutang lagi sudah cukup biaya rawat ibu di tambah ini." timpal aya yang bingung memikirkan cara membayarnya.


"sudah aya pegang saja kamu pasti memerlukannya"kata mama lany lagi.


"Assalamualaikum" pamit mama lany pada aya


"wa'alaikum salam" jawab aya


"hati hati di jln tante!" kata aya.

__ADS_1


__ADS_2