
Senin pagi,hari yg sibuk bagi siapapun,termasuk Rena yg memiliki usaha konfeksi,dengan banyak karyawan...
"Mas Junna pakaianmu ku taruh di atas kasur,aku mau mandi kalo mau ganti jangan teriak- teriak nyariin baju lagi ya?Rena berbicara setengah berteriak dari dalam kamar mandi...
" heem.Junna hanya berdehem,sambil memainkan poncell,dan meminum kopi.Junna yang sudah membersihkan diri sedari tadi memilih bersantay sambil ngopi sebelum bersiap berangkat kerja.
............
"Mas Jun kebiasaan banget sih ganti pakaian pasti bajunya di taruh atas kasur,gumam Rena sambil memungut pakaian sang suami.
Rena telah selesai berdandan dan betsiap-siap berangkat kerja.Sedangkan Juna sudah lebih dulu berangkat ke kampus untuk mengajar.
.......
Di kampus
Angan juna melayang,membayangkan betapa hambar pernikahanya dengan Rena yang berjalan 2tahun ini. Lamanya mereka berpacaran melewati susah senang bersama,berjuang meraih cita2 bersama,tidak membuat Juna mampu setia pada Rena.Ya,karna kini Juna juga tengah menjalin hubungan gelap dengan salah satu mahasiswa di kampusnya yang usianya terpaut 10 tahun lebih muda darinya yaitu 19 tahun ,gadis itulah yang membuat Junna akhir-akhir ini berubah dingin terhadap Rena.
Tiba-tiba poncell Juna bergetar,terlihat foto gadis manis,bernama Dahlia,Juna pun menekan tombol hijau pada poncell miliknya.
" Yang aku pengen jalan-jalan ni,nanti bisa kan temenin aku**?".Suara manja dari gadis bernama Dahlia,kekasih gelap juna.
__ADS_1
"emmm..... aku usahain ya sayang." (Juna)
" Kan kemarin kita dah gak jalan juga di ganti hari ini dong yang,(Dahlia)
"Iya deh,tapi pulangnya gak bisa malem- malem ya?(Juna)
" iya iya... ya udah ntar trus ketemuan tempat biasa ja,(Dahlia)
Dahlia pun memutus obrolan mereka,karna sadar Juna tidak bisa menemaninya hingga malam karna takut Rena curiga.
Junna pun hanya menggeleng saat tau Dahlia memutuskan telfon begitu saja.
.....
........
Kini waktu menunjukan pukul 23.00 ,Rena mondar mandir di ruang tamu menunggu kepulangan Juna.Rasa khawatir dan curiga mulai menyelimuti fikiran Rena,karna poncell milik juna tidak dapat di hubungi.
Rena yang merasa lelah dan ngantuk pun,akhirnya tertidur di kursi ruang tamu.
......
Di tempat yang berbeda kini,Dahlia tengah asyik mengambil gambar dirinya dan Juna yang tengah berada di atas ranjang,Juna yg kelelahan setelah mengajar,menemani Dahlia jalan-jalan,dan menghabiskan waktu brdua di kamar hotel dengan Dahlia kini tertidur pulas,dan melupakan Rena yang hanya di rumah sendirian.
__ADS_1
"Huh lagi bobok ja ganteng banget cihhh sayangku ini" ucap Dahlia dengan gemas sambil memandang Juna.
"Sayangnya kamu dah nikah,tapi aku gak akan menyerah begitu aja...aku akan rebut kamu dari tante Rena,Dahlia berkata sambil tersenyum licik.Lalu merebahkan dirinya di samping Juna dan memeluk erat tubuh polos Juna di balik selimut tebal.
........
Esok pagi,
Rena membuka mata perlahan dan menyipitkan matanya menatap layar poncell melihat jam menunjukkan pukul 03.15,kemudian mencoba menghubungi suaminya kembali,namun masih belum bisa di hubungi.
" Kemana kamu mas?" Rena berbicara sendiri sambil memandang kosong ke dapan menatap foto penikahan mereka.
"2 tahun," ucap Rena lirih
"Dua tahun masih gini-gini aja,coba ada anak" gumam Rena sambil berbaring di kursi berbantal satu lenganya,dan menatap langit-langit ruang tamu,setelah lama terlarut dalam lamunanya,Rena akhirnya tersadar akan sesuatu,ia kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya,menghampiri tas miliknya mencari benda kecil yang di belinya dari apotek siang tadi,setelah menemukanya Rena berlari kekamar mandi dengan tergesa.
Di kamar mandi rena duduk di atas closed yang tertutup,"lagi-lagi masih sama",itu yang di ucapkanya sambil menatap benda kecil yg adalah,alat tes uji kehamilan,menunjukan satu garis merah membuat Rena lagi-lagi kecewa.Rena pun memutuskan keluar dari kamar mandi.
Di dalam kamar rena berjalan lemas,mendudukan tubuhnya di tempat tidur sambil mengambil foto pernikahanya dengan Juna di usap perlahan, "Mas maafin Rena belum bisa bahagiain kamu,Rena juga sangat ingin memiliki bayi tapi tuhan belum mengizinkan" ,gumam Rena sambil menitikan air matanya.
"Tuhan,tiupkanlah malaikat kecil ke dalam rahimku",aku sangat- sangat siap,Rena berucap sambil mengelus perut ratanya.
🙏 kritik dan saranya ya man teman,novel pertama aku...
__ADS_1