
Di kamar hotel,Juna yang baru saja terjaga dari tidurnya,mengerjap menyipitkan matanya yang terasa berat untuk di buka,di lihatnya jam menunjukan pukul 05.10 ,,,
ow shiitt,umpat Juna,di lihatnya Dahlia yang tidur pulas di sebelahnya.lalu menjambak rambutnya sendiri dengan kedua telapak tanganya frustasi.
Sudah ku duga,kamu pasti kasih aku obat tidur semalam,dasar anak kecil,umpat Juna.Juna pun segera membersihkan diri memakai pakaianya kemarin dan berlalu meninggalkan Dahlia yang masih tertidur pulas.
Di jalan,
Sial senakal-nakalnya aku baru kali ini aku nginep di luar ninggalin Rena sendirian,mau cari alasan apa aku ntar...
..........
sesampainya di ruma,
"Tok tok tok"
"Ya... bentar,semoga itu mas Juna",Rena menjawab sambil berlari menuju pintu.lalu membuka pintu perlahan dengan lebih dulu mengeluarkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang.
" mas Juna"Rena tersebyum lebar.
Juna bingung menatap istrinya yang terlihat ceria,dia merasa sangat bersalah."eemmm Rena aku-......
kata-kata Juna terhenti saat Rena tiba-tiba menarik lenganya halus,dan menggiringnya masuk kedalam rumah,dan mengajak Juna duduk di ruang tamu."mas kalo mau jelasin soal semalam jangan di depan pintu,mas duduk dulu,aku dah buatin teh manis kesukaan mas".Rena menyodorkan secangkir teh hangat yang baru di sedunya.
Menatap lekat sang suami yang seperti membatu tak bisa berkata- kata.Meski Juna pendiam dan dingin tapi Rena bisa merasakan diamnya Juna kali ini berbeda.
"Mas jadi ngomong gak? aku keburu berangkat kerja,kalo mas gak bisa jelasin apa-apa aku anggap mas semalam bermalam di hotel dengan perempuan lain.
"Degh... degh"
__ADS_1
Jantung Juna berdegup kencang dan matanya membulat karna kaget dengan ucapan sang istri yang ternyata semua benar.
ehemm...a-aku semalam nemenin Dery,istrinya tiba-tiba kontraksi dan mobilnya lagi di bengkel,jadi karena kebetulan dia lagi sama aku,aku anterin sekalian kerumah sakit,dan karna capek dan ikut repot bantuin Dery aku ketiduran,ya ketiduran di rumah sakit",panjang lebar Juna menjelaskan se alami mungkin agar istrinya tak menyimpan curiga.
Rena manggut-manggut sambil bersiap mengenakan srpatu dan jam tangan," berati istri mas Dery dah lahiran sekarang? anaknya cewek apa cowok?,lahiran normal atau operasi?"tanya Rena bertubi-tubi.
"Eh a-anaknya.... karna aku kecapean dan tidur aku sampai gak sempat lihat anaknya" sambil memaksakan senyumnya yang kaku.
"Yaudah mas aku percaya kok,aku pergi dulu ya?mas kalo belum mandi buruan mandi ganti baju sarapan,aku ada meting pagi soalnya buru-buru.
Rena menggapai tangan suaminya menyalimi dan mencium punggung tanganya,lalu mencium pipi kanan kiri sang suaminya.
........
Di kantor,
" tok...tok..tok"
Suara pintu di ketuk oleh seora Pria dengan postur tubuh tinggi tegap,nampak begitu gagah,jika di bandingkan dengan suaminya.
"Masuk".Saut Rena sambil tetap mengerjakan pekerjaanya,dan setelah orang tersebut masuk Rena seketika menghentikan perkerjaanya dan berdiri mendekati Pria tetsebut.
"Alan",ucap Rena.
" Hey Rena,apa aku ganggu kerjaan kamu?"Alan berjalan mendudukan dirinya di kursi depan meja Rena,sebelum di persilahkan.
Alan adalah teman semasa SMA Rena dan Suaminya.Mereka bertiga sahabat dekat,dan sama-sama menyukai gadis yang sama saat itu yaitu Rena,namun Rena lebih memilih Juna.Namun begitu tidak membuat hubungan antara Juna dan Alan renggang,begitu pula dengan Alan dan Rena.
Rena pun kembali duduk di kursinya semula,"kamu gak balik ke kantormu?"
__ADS_1
"Kamu ngusir aku?" tanya Alan sambil senyum.
"Bukanya gitu juga sih",jawab Rena.Dengan menjalin kerja sama,memang membuat keduanya sering bertemu,namin hanya sebatas berbincang biyasa.
" Kamu tu dari dulu masih sama ja gak da berubah,kalo ngerjain apa-apa,lupa sama sekitar,jadi inget 12 tahun lalu waktu ujian tamatan SMA,kamu yang paling aktif,trus aku sama laki mu tinggal terima bersih ahahaha". Alan bercerita sambil terkekeh,memegang perutnya yg terasa kencang.
"Tau ah... lagian jadi orang ada waktu longgar gak buat belajar" omelan Rena terhadap Alan.
"Hehe... bercanda nyai....,yaudah aku balik dulu salam buat Juna,Alan berdiri,dan tanpa Rena sadari pergerakanya Alan menghampiri dan mencium pipi kiri Rena,dengan cepat lalu berlari sambil tersenyum jahil.
Setelah Alan berlalu meninggalkan ruangan Rena,Rena pun menghentikan aktifitasnya,Ia masih mematung sambil memegang pipi kirinya." Dasar Alan,"batin Rena sambil tersenyum.
.............
Di kampus,
Juna masih serius mengerjakan pekerjaanya,tiba-tiba tanpa mengetuk pintu seorang gadis menerobos masuk ke ruangan Juna,dan membanting tumpukan buku tebal yang di tentengnya dan menatapnya penuh amarah.
"Lia" ucap Juna
"Iya aku, kenapa kamu tinggalin aku sendiri di kamar hotel tadi pagi?" Dahlia berbicara tanpa memperdulikan sekeliling,yang tentu saja menjadi perhatian para Dosen lain dan beberapa mahasiswa yang berada di ruangan tersebut.
Juna berdiri dan menarik lengan Dahlia mengajaknya menyingkir ke tempat yang di rasa aman untuk berbicara empat mata bersama Dahlia,setelah sampai di depan gudang yang selalu sepi Juna menghempas tangan Dahlia membuat dahlia terpentok ke tembok.
"Awww sakit" pekik Dahlia.
"Kamu makin berani ya?kan aku dah bilang hubungan kita bukan hubungan normal,layaknya laki-laki dan perempuan yang bakal berakhir di pelaminan,jadi jaga sikapmu..jangan memancing emosiku.
πππ like komen jangan lupa... βΊπ
__ADS_1