Sesalku Berujung Rindu

Sesalku Berujung Rindu
Kesepakatan konyol


__ADS_3

Dua minggu berlalu,


Rena menghabiskan hari-harinya seperti biyasa bekerja,dan mengurus suami,meski sudah menyewa jasa ART tak lantas membuat Rena malas-malasan,Ia tetap aktif membuat sarapan dan menyiapkan keperluan pribadi suaminya tiyap pagi.


"Semua beres tinggal mandi" Rena berkacak pinggang sambil menghembuskan nafas lega menatap pakaian Juna yang telah Ia siapkan.


"Ren...belum mandi?apa hari ini kamu libur?"


Juna masuk ke kamar mereka,karna memang Juna sering tidur di ruang tamu maupun ruang kerja.


"Ini baru mau mandi,mas terus datang" ucap Rena sambil tersenyum imut,"mas sarapanya udah aku siapin di meja makan".Sambung Rena sambil berlalu menuju kamar mandi.


"Iya nanti aku sarapan duluan ada meeting pagi nanti".Juna bicara sambil mengganti pakaianya,karena sudah mandi sebelumnya.


Rena sudah terbiasa dengan sikap cuek suaminya,bahkan saat mereka menjalankan kewajiban sebagai pasutri sering kali Rena yang berinisiatif duluan.Bukan Rena tidak peka akan perubahan sikap suaminya yang cuek terhadapnya,hanya saja Rena tidak mau su'udzon terhadap sang suami.


" Mas Jun aku yakin suatu saat kamu akan berubah dan kembali perhatian sama aku mas",Gumam Rena di kamar mandi sambil membasahi tubuhnya di bawah guyuran air.


Sedang Juna kini tengah sarapan sendirian,tiba-tiba handphone Juna berbunyi.


tiing...


"Alan?" gumam Juna sambil mengunyah sarapanya dan meletakkan pisau serta garpu di atas piring lalu membuka pesan dari sahabatnya itu.


Alan:"Jun kamu pulang ngajar sibuk nggak aku mau ajak kamu ngaffe mau nggak?".


Juna:"Nggak sibuk,ketemu tempat biyasa kita ke caffe nya bisa barengan".


Alan: "Ow.. tidak bisa aku takut di kira jalan sama om .... om habis nanti di kira jadi simpanan Dosenku."


Juna: "Kalo mau...mau ,kalo enggak .... gak jadi". Jawab Juna yang sulit di ajak bercanda.


Alan: "Dasar kakek tua tidak tahu caranya bercanda pantas saja kamu terlihat sangat tua."Bohong Alan yang membuat Juna mengepalkan tanganya.


" Dasar idiot kamu yang tua tapi belum laku".Omel Juna yang kesal dengan pesan Alan dan enggan untuk membalas chat terakhir Alan.


...............

__ADS_1


Di sebrang sana,


"Dasar Juna kapan kamu sedikit saja cerdas,aku udah ngalah sama kamu buat nggak berjuang dapetin cinta Rena tapi kenapa kamu sia-siakan dia?".Alan membatin sambil memukul tembok karna geram mengingat adegan mesra antara Juna dan Dahlia.


............


Di caffe,


"Al sory aku terlambat,apa kamu udah lama di sini?tadi aku mampir ke Garment Rena dulu".Juna berjalan menuju meja yang di pesan Alan.


" Lumayan lama sampe kakiku tumbuh akar",Alan menjawab seenaknya.


"Nggak usah berlebihan kaya perawan",jawab Juna.


" Permisi pak mau pesan apa?"Suara ramah pelayan wanita menghentikan perdebatan Alan dan Juna.


"Kopi hitam satu nggak pake gula",Juna memesan.


" Ada lagi pak?"tawar pelayan cantik tersebut.


"Tidak itu saja" Jawab Juna sambil membalas pesan di handphone nya.


" Jun kita udah lama nggak ngopi sambil ngobrol sekali ketemu handphone aja kamu pegang",protes Alan.


"Kamu pengen aku Pegang-pegang juga?huh....dasar murahan sekali,aku nggak minat sama jomblo abadi" .Ejek Juna pada Alan.


"Jangan asal ngomong,kamu yang rebut calon istriku dulu".Alan menjawab sambil melempar potongan kentang goreng.


" Jangan nyalahin aku,salahkan dirimu yang kalah sama pesonaku",dengan sombong Juna berkata sambil menyisir rambutnya ke belakang denga jarinya.


"Permisi ini pesanan bapak".Pelayan tersebut Lagi-lagi menjeda perdebatan mereka.


"Iya terimakasih manis",Alan menerima kopi pesanan Juna,sambil tersenyum genit dan mengedipkan sebelah matanya." Noh kopi mu dasar tua sombong,Rena pilih kamu bukan karna kamu ganteng dia cuma belum sadar saja pria seperti apa kamu",sambung Alan sambil menyodorkan kopi pesanan Juna.


"Emang bagi kamu aku seperti apa?" tanya Juna yang meminta penilaian Alan.


"Setauku kamu masih playboy dan gak punya perasaan",Alan mengingat saat Juna bertemu Dahlia.

__ADS_1


" Playboy?" tanya juna bingung sambil mengerutkan dahi."Kenapa Alan ngatain aku gitu?apa dia tahu sesuatu antara aku sama Lia?,batin Juna.


"Ya playboy cap orang tua" tegas Alan mengejek Juna.


"Jangan asal ngomong tahu apa kamu tentang aku".Juna tidak terima ejekan Alan.


" Jun aku dah pernah bilang sama kamu dulu,aku bakal berhenti perjuangin Rena dan relain dia buat kamu,dengan syarat kamu harus jaga dia,jangan kamu sakiti dia,tapi kenapa saat aku percaya sama kamu dan dia merasa kamu pria paling sempurna dan mencintainya,justru kamu selingkuh sama ABG?".Panjang lebar perkataan Alan mengomeli Juna.


"Maksud kamu?" Juna bingung dengan perkataan Alan.


"Aku dah tahu kamu selingkuh sama Dahlia,kost dia gak jauh dari rumah Aku kan?Aku pernah lihat kamu di sana lagi mesra-mesraan sama Lia",seketika Juna kaget dan merutuki kebodohanya yang tidak waspada.


" Terus setelah kamu tahu kamu mau apa?ngadu ke Rena?"tanya Juna yang berusaha terlihat santay.


"Aku nggak se naif itu",Alan tersenyum miring sambil menyipitkan matanya terlihat sombong.


"Baguslah,kamu tahu posisimu yang tidak seharusnya ikut campur",jawab Juna lega.


" Tapi mulai sekarang jangan keberatan kalo aku bakal mulai berjuang buat deketin istrimu".Wajah Alan tampak menantang.


"Nggak akan aku beri kesempatan,Rena miliku sampai akhirpun dia bakal sama aku".Tegas Juna sambil mengepalkan tangan.


" Lalu bagaimana dengan ABG mu itu? dia juga wanita dan setauku pelakor lebih berani menantang istri utama,yaa.. seperti yang banyak terjadi Pelakor rata-rata nekat dan kejam".


"Itu urusanku,dan lagi antara Aku sama Lia ada kesepakatan antara Kami".Penjelasan Juna yang justru membuat Alan makin bingung.


"Kesepakatan konyol apa?yang membuat kamu harus selingkuh?",Tanya Alan yang mulai emosi dan bingung.


" Aku mau Lia lahirin anak buat Aku".Jawab Juna dengan entengnya.


"What?....kamu enggak waras,kalo Rena tahu kamu tiba-tiba bawa bayi pulang mau bilang apa Kamu?,lagi pula kamu anggap apa Lia?" Alan yang tidak tahu jalan fikiran Juna di buat syok dengan penjelasan Juna.


"Aku bakal bilang menemukan bayi malang dan buat Lia dia cuma butuh uang".Jawab Juna tanpa fikir panjang.


" Bukankah Rena baik-baik saja?kenapa kamu gak sedikit saja lebih berusaha bukan malah bermaksiat dengan berkedok menginginkan keturunan".Alan masih tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar dari Juna,hal itu membuat hati Alan gelisah dan menariknya untuk lebih bisa dekat dan menjaga Rena.


.....................

__ADS_1


Tega banget ya si Juna,please minta dukunganya temen2,minta kritik dan saranya juga ni,jangan lupa Like gratis kok.. 🙏🙏🙏


Terimakasih.....


__ADS_2