
Di kampus,
Seusai mengajar Juna tak langsung pulang Ia terbayang kejadia dua bulan yang lalu saat di mana kisahnya dan Dahlia di mulai.
Flashback on,
Sepulang mengajar Juna menuju parkiran dengan menenteng Map,juga membawa tas menuju parkiran mobil,di saat bersamaan seorang mahasiswi tiba-tiba saja pingsan di depan mobil Juna.
"Hey bangun kamu jenapa tidur di sini?" Juna menepuk pipi gadis tersebut pelan bertujuan membangunkanya.Namun betapa kaget Juna karna tiba-tiba gadis tersebut malah memeluknya dengan erat sebelum membuka matanya.
"Tolong",ucap gadis tersebut lemah.
" Ayo bangun jangan kaya gini,aku antar kamu pulang"Juna memapah gadis yang bernama Dahlia tersebut,mendudukanya di kursi belakang mobil miliknya.Juna mengambil posisi duduk di kursi kemudi,dan melajukan kendaraanya dengan kecepatan sedang.
Juna yang sudah tahu di mana rumah Dahlia,dengan yakin memacu kendaraanya tanpa bertanya tujuan gadis tersebut,namun dalam perjalan,Juna di buat gelisah karna saat menoleh kaca sepion mobil mendapati gadis tersebut menanggalkan satu per satu pakaian yang di kenakanya,membuat Juna llo sebagai pria normal jadi gelisah namun enggan untuk mencegah atau bertanya apapun dan justru menunggu apa yang akan di lakukan gadis tersebut.Hingga menyisakan pakaian dalam saja.
"Astaga sexy banget bocah".Gumam Juna dalam hati,dan lagi-lagi Juna di buat kesulitan mengendalikan diri saat melihat Dahlia memainkan dua bukit kembar miliknya sambil sesekali mendesah.
"Emmmmh.... pak bantu aku" dengan suara sexy nya Dahli berkata sambil menggerayangi lengan Juna.
Juna pun memarkir mobilnya dengan sembarangan,yang kebetulan kondisi sekitar sangat sepi waktu itu,benar-benar mendukung untuk melakukan dosa yang di rasa indah bagi mereka.
Juna menyusul Dahlia di kursi belakang,dan sedikit godaan saja Juna yang dari tadi memang sudah tidak bisa menahan hasratnya pun akhirnya melakukan hal yang tidak seharusnya terjadi.
........
"Pak apa bapak menyesal?"tanya dahlia yang kini duduk tertunduk di samping juna.
" Menyesal juga sudah tidak berguna,kamu kenapa seperti ini?"
"Aku terlalu suka sama Bapak,tapi Bapak tidak pernah merespon atau memperhatikan ku,jadi aku.....".Perkataan Dahlia terhenti tidak sanggup meneruskan kata-katanya lagi.
" Kamu sadar gak kamu baru saja kehilangan hal yang paling penting bagi perempuan?"Juna menatap tajam Dahlia,Juna menyesal karna telah merusak kehormatan seorang gadis.
"Tapi aku tidak menyesal,bahkan aku akan melakukan hal yang lebih asal Bapak mau dekat sama aku,mau respon aku".
__ADS_1
" Oke karna semua sudah terlanjur dan kamu pun tidak mempermasalahkanya,kita lupakan saja kejadian ini.
"Gak... gak bisa aku mau kita tetap berhubungan,aku tahu Bapak sudah punya istri dan aku tahu siapa istri Bapak,aku tidak apa-apa jadi yang ke dua,aku rela melakukan apapun tapi jangan jauh-jauh dari aku.Dahlia memeluk erat Juna yang tidah membalas pelukanya tersebut.
" Melakukan apapun?".Tanya juna sambil mrngerutkan dahi.Dahlia pun mengangguk yakin.
"Apa kamu mau ngelahirin anak aku?" Tanya Juna ragu.
"Apa maksud bapak mau kita nikah?" Tanya Dahlia dengan mata berbinar.
"Tidak",jawab Juna singkat dan membuang pandanganya lurus ke depan.
" Aku ingin punya anak sebagai penerusku,tapi sampai sekarang istriku belum juga bisa beri aku keturunan,kalau kamu bisa melakukan itu,aku akan menanggung jawab semua kebutuhanmu dan mengurusmu tapi tidak untuk menikah".
Dahlia diam sejenak terlihat sedang berfikir."Jadi maksud bapak mau sewa rahim aku?".Tanya Dahlia ragu.
"Ya bisa di bilang begitu",Jawab Juna datar.
" Gak masuk akal banget pak,kalau Bapak punya anak dari aku terus bagaimana Bapak bisa mengurusnya tanpa kita menikah,dan kalau Bapak bawa pulang anak Bapak,bagaimana Bapak mau jelaskan ke istri Bapak siapa anak itu,dan bagaimana respon istri Bapak?"
dan anggap tidak pernah terjadi apa pun antara kita.
"A-aku setuju" Dahlia menjawab dengan tertunduk ragu."Setidaknya aku bisa terus dekat dengan Dosen gantengku ini,sambil mrmikirkan cara untuk bisa memiliki nya sepenuhnya,batin Dahlia.
Flashback off,
"Kenapa waktu itu aku bisa bikin kesepakatan konyol sama anak bandel itu,sekarang sepertinya dia memanfaatkan banget posisinya".Juna manutup wajahnya dengan ke dua telapak tanganya dengan kedua siku bertumpu di meja,tampak frustasi.
..........
Hari sudah menjelang senja,hari ini jadwal Rena sangat padat,Ia baru saja ingin pulang dari kantornya.
Di perjalanan pulang Rena mampir ke salah satu restoran cepat saji yang menjual menu Ayam goreng,karna lelah seharian bekerja Rena malas untuk masak dan memilih membeli lauk karna tadi pagi sudah memasak nasi.
..........
__ADS_1
Butuh waktu empat puluh lima menit Rena sampa di rumah,di lihatnya mobil sang suami sudah terparkir di depan rumah.
Tin...Tin.... (klakson mobil Rena)
"Mas mobilnya parkirin yang bener dong jangan nutupin jalan" (teriak Rena dari luar).
Juna berjalan keluar membawa kunci mobilnya,lalu memarkirkan mobil miliknya di tempatnya.Setelah itu menunggu sang istri turun dari kendaraanya.
"Mas nungguin aku"?tanya Rena sambil berjalan mendekati suami dan menyalimi tangan suaminya.
" Enggak nungguin Ayu ting ting lewat"Jawab Juna datar,namun hati nya geli ingin tertawa.
"Idih apaan sih mas,"Rena memukul pelan tangan Juna dan nyelonong masuk rumah lebih dulu.
Juna terkekeh dan mengekor di belakang Rena lalu menutup pintu depan rumah.
" Mas tu nasinya kan sudah ada aku tadi cuma beli ayam goreng kita makan itu saja ya?"tanya Rena sambil melepas sepatu dan jam tanganya.
"Yaudah tidak apa-apa,tapi besok masakin sayur bayam ya,gorengan terus tidak sehat".
" Iya mas kan aku tadi kesorean trus sudah capek kalo mau masak sudah tidak sempat,kalau gitu aku mandi dulu mas makan duluan enggak apa-apa",Rena berjalan ke atas menuju kamarnya.
"Aku tungguin saja,mandinya jangan lama-lama".jawab juna sambil menyalakan TV.
..........
" Mas besok tepat empat tahun meninggalnya ibu sama bapak kita adain doa bersama ya?"tanya Rena kapada sang suami.
"Ya terserah kamu saja yang penting kamu bisa bagi waktu dan tidak memaksakan diri buat siapin semuanya,namanya doa bersama pasti ngundang-ngundang gak mungkin kan gak nyiapin snack sama minuman?"
"Iya... iya mas,aku rencana mau pesen kok,ndak masak sendiri kaya dulu,Rena menunduk sambil memegang perutnya.Ia teringat satu tahun yang lalu saat setelah lelah mempersiapkan yasinan untuk kedua orang tuanya yang meninggal karna kecelakaan tiba-tiba Rena mengalami pendarahan dan kehilangan bayinya,karna tidak menyadari dirinya tengah hamil saat itu.
" Sudah jangan di ingat-ingat,kita istirahat dulu oke?"Juna me rangkul pundak Rena mengajaknya ke kamar untuk beristirahat.
...........
__ADS_1
Dah biarin Juna sama Rena istirahat dulu,tapi tidur apa tidaknya gak tau juga deh,jangan di bayangin 😄😄😄.Episode ini agak panjang ya guys,jangan lupa like dan komenya ya man teman,🙏🙏🙏🙏🙏