
"Bukanya kita dah sepakat dari awal? kita saling membutuhkan jadi jangan terbawa emosi,kamu butuh uang dan aku butuh anak, satu lagi,kalo kamu dalam 3 bulan kedepan belum juga hamil aku juga gak akan lagi nemui kamu."
Dahlia justru terkekeh," ahahhahaaha aneh banget ya,aku jadi curuga kamu yang gak beres deh,makanya tante Rena sampe sekarang gak hamil-hamil,trus aku.. kita sudah dua bulan lho berhubungan?" Dahlia tersenyum miring sambil menaikan sebelah alisnya."
"Omong kosong" teriak Juna dan menatap Dahlia penuh emosi.
"Apa sebelumnya kamu gak periksa ke dokter? hey dosenku selingkuhanku?" tanya Dahlia dengan nada mengejek.Lalu berlenggang pergi dengan langkah setengah meloncat- loncat sampil bersenandung.dan sesekali menoleh Juna dan melempar senyuman liciknya.
Hehe dasar bodoh,aku tentu saja tidak semudah itu mau mengandung anakmu Om Ganteng.Batin Dahlia.
Sementara Juna di buat bingung dengan ucapan Dahlia,yang mempertanyakan kualitas bibitnya.Kepercayaan diri Juna seketika turun drastis," apa bener pertanyaan Lia Tadi ya?tapi aku sudah pernah periksna dan semua normal saja,"gumam Juna
...........
Sore harinya Juna yang baru saja memasuki pekarangan rumahnya,melihat Sang istri yang juga baru sampai rumah.
" Mas Juna udah pulang?"Rena berlari menghampiri suaminya yang baru turun dari mobil dan menyalimi tangan suami,juga mengambil alih map yang di bawa Juna.
"Rena kamu sama sekali gak berubah,sesungguhnya aku bingung dengan perasaanku,tapi aku butuh penerus,maafkan aku Rena."Batin Juna sambil menatap sendu sang istri yang selama dua tahun ini di nikahinya.
.............
Setelah makan malam berdua,Juna dan Rena memutuskan untuk menonton Tv sambil menyantap puding buatan Rena.
" Rena apa kamu belum ngantuk? gimana tidurmu semalam?aku minta maaf ninggalin kamu sendirian di rumah sampai pagi."Juna berbicara sambil mengelus rambut sang istri yang sedang berbaring berbantalkan paha Juna.
"Emmm pengen marah sih tapi gimana lagi? Mas kan semalam ngelakuin tugas mulia masak aku mau gak rela,lagian Dery juga tadi bilang ke aku kalo mas memang nemenin dia di rumah sakit,jadi aku gak ada alasan buat gak percaya".
Karna sebelumnya Juna sudah menelfon Dery dan menjelaskan masalahnya,maka Dery sebagai tetangga masa kecil Juna sekaligus rekan kerjanya ikut membantu Juna berbohong,tentu saja dengan tidak gratis.
__ADS_1
" Kamu ketemu dia di mana?"Tanya Juna.
"Di mini market" jawab Rena.
"Oh,trus dia ngomong apa aja?" srlidik Juna.
" Ya ngomongin itu tadi,sambil pilih-pilih pempers,trus ngomong apa lagi gitu aku gak begitu dengerin soalnya,orangnya cerewet banget yang aku dengerin yang penting-penting aja."Jelas Rena yang mulai bangkit dari Posisinya,dan kini duduk sejajar dengan Juna.
Juna tersenyum dan menggapai pinggang Rena,dan menarik lengan Rena untuk mendekatkan tubuhnya dengan sang istri,Rena yang menyadari keinginan suaminya pun menunduk dan berbisik."Mas aku lagi dapet"
"Gak masalah aku cuma mau gendong kamu ke kamar kok,biar kamu bisa istirahat." Lantas Juna mengangkat tubuh Rena dan membawanya ke kamar tidur mereka,mendudukan Rena di ranjang dengan perlahan,lalu menyelimuti tubuh Rena dan mengelus kepala sang istri kemudian memberikan kecupan.
Mas Jun kok sweet banget sih biasanya ja akhir-akrir ini cuek banget sama aku.Gumam Rena dalam hati yang langsung memposisikan tubuhnya berbaring dan menarik selimut tebal sampai ke leher.
Rena maafin aku,maaf Ren.Juna kemudian bangkit hendak meninggalkan kamar, seketika Rena bangkit.
"Mas mau tidur di ruang tamu lagi?"
Rena merasa aneh dengan sikap suaminya selama dua bulan terakhir yang sering tidur di depan Tv dan kadang cuek terhadapnya."Perasaan baru dua tahun kok pernikahan aku garing banget ya...apa Mas Jun bosan sama aku?"
..........
Waktu tengah malam tiba-tiba Rena terbangun karena merasa ingin buang air kecil,setelah membuka mata Rena melihat sang suami tak di sampingnya."Hemm... tidur di luar lagi".
Setelah pergi ke kamar mandi Rena merasa haus dan memutuskan untuk ke dapur,namun sesampainya di luar kamar Rena justru menghampiri Suaminya yang ternyata tengah tertidur pulas di kursi depan TV sambil menggenggam poncell miliknya.
"Mas... mas Juna pindah gih ke kamar,di sini dingin".Rena menepuk lelan lengan Juna.
Juna kemudian bangkit tanpa berkata apa-apa berlalu menuju kamar,sementara Rena meneruskan niatnya ke dapur.
__ADS_1
............
Esok pagi,
Rena terbangun,sipit-sipit matanya berkedip menyasuaikan cahaya yang masuk,melihat sekeliling dan tidak melihat keberadaan suaminya." Mas Jun apa kamu di toilet?" tanya Rena dengan suara nyaring.
"Enggak,aku di sini", Juna berjalan masuk sambil membawa nampan yang berisi capcay kuah buatanya.
" Kapan bangun mas?kok sudah matengan?"tanya Rena sambil menyibakkan selimutnya,kemudian duduk di tepi ranjang.
"Subuh tadi aku bangun,aku fikir kamu capek makanya aku masakin makanan kesukaan kamu" jawab Juna sambil meletakkan semangkuk capcay kuah di meja.
"Mas tau aja,emang akhir-akhir ini aku lelah banget mas,kerjaan makin banyak".Rena berbicara sambil memijan tengkuknya sendiri dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Jangan di gitui kehernya ntar salah urat bahaya".Cegah Juna.
Drrrrt.....Drrrrrrt,
Getar poncell Juna tanda panggilan masuk,Rena sempat melihat foto profil sang penelfon yang tak lain adalah Dahlia,anak dari rekan kerja Rena yang tanpa ia ketahui Dahlia juga sebagai selingkuhan suaminya.
"Pagi-pagi gini nelfon mau ngapain Lia mas?" tanya Rena sambil mengerutkan alisnya.
"Paling nanya tugas"jawab Juna spontan.
" Aneh"jawab Rena sewot sambil cemberut.
"Aku angkat telfonya dulu kamu sarapan ya!"Tanpa menunggu jawaban Rena,Juna keluar kamar.
" Halo yang?yang bisa transfer aku dua juta sekarang gak?"Tanpa basa basi Dahlia meminta uang pada Juna.
__ADS_1
"Nanti".Tuuuut....tuuuut.Juna memutus panggilan Dahlia lalu memijat pangkal hidungnya.
Indonesia kaya akan budaya,ayo budayakan like dan komen setelah membaca ya 🙏🙏🙏🙏🙏