
Pagi hari,
Juna bangun lebih dulu,dan masih malas untuk beraktifitas Ia tetap berada di posisinya dan asyik memainkan phoncellnya,di samping sang istri yang masih tertidur pulas.
triiing....
Satu pesan masuk
Dahlia: Sayang aku kangen.
Juna:Kangen duitnya,orangnya atau yang lain?
Dahlia: Ya orangnya lah.
Juna:Yaudah kita ketemu nanti,bis dari kampus.
Dahlia:Oke deh siap.
Juna tidak membalas chat terakhir Dahlia.
Setelah chatingan Dengan Dahlia,Juna beranjak pergi hendak ke kamar mandi.Meletakkan Phoncell miliknya di meja rias Rena.
Rena mulai membuka matanya perlahan,masih terasa pedih untuk mebuka sempurna kedua kelopak matanya.Di lihatnya Juna sudah tidak berada di dalam kamar,dan terdengar suara dari kamar mandi yang menandakan,Juna berada di sana.
"Bangun duluan kok gak bangunin aku sih? mas Juna tu dasar".Rena gedumel sambil berjalan mendekati meja rias miliknya.Di lihatny phoncell sang suami yg tergeletak di meja rias miliknya.
Drrrrrt....Drrrrrrt......
Satu panggilan masuk,Rena mengerutkan dahinya melihat nama dan foto profil,dari sang penelepon,"Dahlia.....ngapain jam segini telepon suamiku?".Gumam Rena sambil memegang handphone Juna,tanpa menjawab panggilan tersebut.
Tiba-tiba Juna berjalan mendekat dari belakang tubuh Rena.
"Awww.... dingin" kaget Rena yang tiba-tiba tanganya di pegang oleh Juna,Rena menoleh ke belakang menatap suaminya yang baru saja selesain mandi dengan menggunakan kaos putih polos dan boxer,kebiasaan Juna berganti pakaian di dalam kamar mandi.
"Siniin handphone aku" juna merebut handphonenya dengan cepat.
"Ada apa mas antara kamu sama Dahlia?kenapa dia resing banget telepon kamu,kalo pun tanya tugas gak sesering itu kan mas?".Tanya Rena yang mulai curiga dengan suaminya.
__ADS_1
" Terus aku bisa ngapain sama Dahlia?dia itu anak kecil,kenapa kamu jadi curiga sama aku?setiap hari aku bertemu dengan berbagain bentuk manusia,dari yang pendek tinggi laki-laki perempuan,ada yang kulit putih ada yang berkulit gelap,kenapa harus Dahlia yang kamu curigai?"panjang lebar Juna,dengan nada dan suara tegas berusaha berkilah.
"Aku memang agak perhatian sama Dahlia karna kasihan,kamu tahu kan dia anak dari ibu tunggal,dan ibunya saja mengabaykanya".Penjelasan Juna dengan suara melembut.
" Beneran mas cuma karena itu saja?"tanya Rena tidak yakin.
"Iya cuma itu",jawab Juna meyakinkan Rena.
" Ya sudah aku percaya,aku mandi dulu minggir".Rena berjalan ke kamar mandi.
"huuuffft..... huntung aku keluar tepat waktu,kalo enggak dah ketahuan nih sama Rena,lagian ngapain nih anak telepon terus tiyap pagi" omel Juna.
...........
Di kampus,
Juna selesai mengajar kini berjalan menuju ruanganya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaanya namun di tengah langkahnya,tiba-tiba Dahlia mendekatinya dan menarik lengan Juna.
"Pak kok semalam gak cari aku?"Dahlia bertanya sambil tersenyum polos.
"Sayang kamu buru-buru?" bisik Dahlia.
"Iya makanya jangan gangguin dulu biar cepat ketemu kamu nanti".
" Yesss..." Dahlia berlompat girang.
.................
Di Garment,
Rena tengah sibuk melakukan kunjungan ke salah satu Garment miliknya,tak terasa hari sudah sore sudah waktunya untuk pulang.Sambil berjalan menyusuri gedung-gedung tempat produksi,Rena berbincang dengan beberapa bawahanya salah satunya Adelia ibu dari Dahlia,wanita yang usianya sepuluh tahun lebih tua dari Rena.
"Bu Adel,anda besok bisa tenani saya kunjungan ke kota J?"
"Tentu saja Bu.Rena dengan senang hati" jawab Adelia dengan ramah.
"Baik kalau begitu kita bisa pulang dan berkemas untuk besok".
__ADS_1
" Baik Bu.Rena selamat sore".
"Sore".Singkat Rena sambil berjalan tanpa menoleh,nampak anggun elegan dan tegas.
...............
Di rumah Rena,
" Dah malem mas Juna belum pulang kebiasaan banget di telepon gak di angkat lagi".Rena bergumam sambil membaca majalah sambil duduk ber selonjoran di ranjangnya.Namun karna mendengar suara mobil Rena segera bangkit dan keluar kamar,karena yakin itu adalah suaminya,dan benar saja saat Rena sudah membuka pintu dan berdiri di teras depan,Juna turun dari mobil dengan penampilan fresh tampak sudah mandi dan wangi.
"Dari mana ja mas?kok pulang malam?gak kasih kabar lagi".Tanya Rena mengintrogasi sambil melipat kedua tanganya di depan perut dada.
" Maaf tadi mampir rumah bulek dulu,pak lek masuk angin minta di beliin bubur".Jawab Juna yang lihay bersilat lidah.Juna berjalan masuk ke dalam rumah dan merebahkan tubuhnya di kursi tamu.
"Mas udah mandi di sana?udah makan belum?" Rena bertanya sambil mengekor dan menutup pintu.
"Sudah semua kok,capek juga nih akhir pekan pijat yuk dah capek numpuk-numpuk ni badan aku,kaya kaku".
" Mas itu kurang gerak kerjaanya cuma duduk nulis,gak olahraga makanya gampang capek,staminanya kurang".Omel Rena kepada Juna sambil menyuguhkan teh panas tanpa gula untuk suaminya.
"Justru karena habis olahraga di ranjang sama Dahlia kali badanku kaya di presto,anak kecil tapi ganas juga dia".Batin Juna sambil tersenyum.
" Mas kenapa senyum-senyum begitu?",heran Rena melihat tingkah dan ekspresi suaminya,Juna tersentak seketika lamunan indahnya buyar.
"Enggak cuma lihat kamu makin cantik aja".Jawab Juna berdalih.
" Gombal amoh",sewot Rena sambil berjalan masuk ke kamar.Di ikuti Juna dan mereka duduk di sisi ranjang.
"Mas aku besok ada perjalanan ke luar kota satu minggu paling lama paling cepat ya empat hari,kamu di rumah sendiri ndak apa-apa kan?"
"Aku gak apa-apa sih,tapi gimana kalo kita pake jasa asisten rumah tangga?aku gak biyasa apa-apa sendiri,lagian kita cari uang capek-capek kenapa gak kita manfaatin buat manjain diri kalo di rumah?"
"Itu kita obrolin nanti,mas gak kangen sama aku?aku mau pergi beberapa hari lho sayang",Rena merangkul leher Juna dan naik ke atas tubuh sang suami sambil menciumi wajah Juna.
" Wow..mimpi apa aku semalam,baru saja makan ayam di suguhi merak kayangan,rezeky memang",Batin juna sambil menggapai pinggang Rena dan menikmati setiap sentuhan sang istri.
Like,komen 🙏🙏🙏 suportnya ya men-tenen... novel pertama mungkin ceritanya agak garing 😁😁😁 mohon maklum...
__ADS_1