Setelah Satu Malam

Setelah Satu Malam
Part 1


__ADS_3

Novel ini lanjutan dari novelku sebelumnya yang berjudul DELIA ( terpaksa menikah ). Jadi kalau mau tau lebih jelas dengan alur ceritanya, silahkan baca dulu novelku yang sebelumnya. Terima kasih 😊


Happy reading.....


Alunan musik menggema memenuhi ruangan dengan dihiasi kelap-kelip lampu disebuah club malam, semua orang terlihat begitu menikmati alunan musik yang dimainkan seorang DJ namun tidak dengan seorang pria yang bernama Daniel Anggara, sejak kedatangannya ke club ini ia hanya diam duduk seorang diri, hanya minuman yang sejak tadi menjadi temannya dan entah ini kali gelas keberapa sampai dirinya benar-benar dalam keadaan mabuk berat.


"Delia, kenapa kau mengkhianatiku?" Daniel terus meracau, samar-samar dia melihat ada seorang wanita berjalan mendekat kearahnya, Daniel menggelengkan kepalanya saat indra penglihatannya melihat Delia sedang berjalan kearahnya bahkan kini wanita yang ia lihat sebagai Delia dengan beraninya duduk dipangkuannya. Tentu saja Delia tidak pernah seperti itu, namun karena keadaannya yang benar-benar dalam keadaan mabuk berat, Daniel pun hanya diam dia pasrah saja saat wanita itu mencoba menggodanya.


Wanita itu sudah tersenyum menang saat Daniel sudah mulai terbuai dengan setiap sentuhannya, saat wanita itu akan menyatukan bibirnya tiba-tiba saja ada seorang gadis bernama Netta yang tak lain adalah sahabat dari kekasih yang begitu Daniel cintai. Dengan beraninya Netta menarik tubuhnya dari pangkuan pria yang sejak tadi sudah menjadi icarannya, tak terima dengan apa yang dilakukan Netta, akhirnya wanita itupun melawan hingga mereka terlibat saling dorong. Tak mau kalah, Netta pun menarik rambut wanita sexy dihadapannya dengan tarikan kuat sampai beberapa helai rambutnya rontok dan meninggalkan rasa yang begitu perih dikulit kepalanya.


"Dasar gadis gila" Umpat wanita sexy itu kemudian berlalu meninggalkan Netta dengan perasaan kesalnya.


Setelah wanita itu pergi, Netta menghampiri Daniel yang sudah tak sadarkan diri. Netta menatap iba pada Daniel, dalam wajahnya tergurat kesedihan yang begitu mendalam, tanpa terasa Netta pun menitikan air matanya.


Akhirnya Netta pun membawa pergi Daniel dari tempat itu, namun karna dia tidak tau alamat Daniel akhirnya Netta membawanya kesebuah penginapan yang tak jauh dari club itu. Dengan susah payah Netta memapah tubuh Daniel sampai disebuah kamar, lalu membaringkannya diatas tempat tidur.


Namun saat Netta akan beranjak, tiba-tiba saja Daniel menarik pergelangan tangannya hingga Netta jatuh tepat diatas tubuhnya.

__ADS_1


"Aku mohon jangan tinggalkan aku" Ucap Daniel terdengar sangat lirih.


Sesaat Netta membeku, berada dalam posisi seintim ini dengan Daniel membuatnya dilanda kegugupan, dari jarak sedekat ini dia bisa menikmati wajah tampan Daniel tanpa adanya jarak. Begitu sadar dengan posisi mereka yang tidak dikatakan aman Netta pun berusaha untuk bangkit, namun lagi-lagi Daniel menahannya dengan menekan pinggangnya.


"Daniel lepaskan, aku harus pergi! Kau juga harus istirahat, sepertinya kau mabuk berat" Netta berusaha melepaskan tangan Daniel dari pinggangnya, namun sia-sia karna pria itu semakin mengeratkan rengkuhannya.


"Tidak Delia, aku mohon jangan pergi demi pria itu. Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu, tetaplah bersamaku!"


Deg....


Netta terpaku dengan setiap kata yang terucap dari bibir Daniel, sebesar itukah rasa cintanya terhadap Delia? Andai Netta bisa meminta ia pun ingin dicintai sebesar ini oleh laki-laki yang begitu ia cintai.


Tersadar, Netta pun akhirnya berontak berusaha melepaskan diri dari kuasa Daniel, namun tetap sia-sia sepertinya saat ini Daniel lebih berkuasa atas dirinya, bahkan hanya dalam satu tarikan kini Daniel sudah berhasil merubah posisi dengan Netta berada dibawahnya.


"Da-Daniel, apa yang kau lakukan?" Belum hilang keterkejutannya, Netta sudah kembali dibuat kerkejut saat kini pria yang sedang berada diatas tubuhnya tanpa aba-aba menyatukan bibirnya.


Keesokan harinya, Daniel terbangun dengan kepala yang terasa berdenyut "Sial, sepertinya semalam aku mabuk berat" Daniel memijat pelipisnya untuk menghilangkan rasa pusing yang menjalar bekas mabuk semalam.

__ADS_1


Saat dirasa sudah mulai membaik, Danielpun menggerakan tubuhnya untuk beranjak dari tempat tidur. Namun betapa terkejutnya dia saat ia menyibak selimut dan memperlihatkan keadaan tubuhnya yang benar-benar polos tanpa sehelai benangpun, sesaat Daniel tertegun mencerna situasi yang kini terjadi padanya, melihat keadaannya sekarang, Daniel mengerti betul apa yang sudah dilakukannya semalam.


Disela-sela keterkejutannya Daniel berharap semalam ia melakukannya dengan wanita panggilan yang biasa menjajakan tubuhnya pada pria hidung belang, setidaknya dengan begitu ia tak akan merasa terlalu bersalah. Namun harapannya sia-sia saat ia melihat dengan nyata adanya noda darah diatas sprei yang sudah dapat dipastikan itu dalah darah keperawanan, seketika bahunya merosot lesu, dirinya sudah merusak seorang gadis.


"Ya tuhan, apa yang sudah aku lakukan?" Daniel merutuk dirinya sendiri, dia mencoba mengingat kejadian semalam namun nihil, keadannya yang mabuk parah membuatnya tak mampu mengingat apa-apa. Sekarang apa yang harus dialakukan, harus kemana dia mencari gadis itu? Daniel bukan pria pengecut, walaupun dia melakukannya tanpa sadar namun ia akan bertanggung jawab mengingat dialah yang sudah merusak gadis itu.


Setelah pikirannya sudah mulai tenang, Danielpun memakai kembali pakaiannya setelah membersihkan diri terlebih dahulu. Ia harus segera menemui pengelola tempat penginapan ini untuk mencari tau siapa gadis yang bersamanya melalui rekaman CCTV, namun sialnya disana tidak ada rekaman yang menmpilkan pas dirinya masuk kedalam penginapan itu.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan, dan bagaimana jika gadis itu sampai hamil ? Arrgghh sial" Daniel mencengram kuat stir kemudi, ia menyesal semalam sudah datang ke club itu sampai mabuk berat, andai dia bisa lebih mengendalikan dirinya mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi.


Sementara itu, disebuah kamar dirumah minimalis bercat abu muda. Seorang gadis sedang menangis dengan memegangi kedua lututnya, sejak kepulangannya kerumah gadis itu tak hentinya menangis, tangisannya begitu terdengar memilukan bagi siapa saja yang mendengarnya.


"Ibu, maapkan aku. Maaf aku tidak bisa menjaga kehormatanku, maafkan aku bu maaf" Netta menangis sejadi-jadinya menyesali apa yang sudah ia lakukan semalam, andai saat ini ibunya masih ada dan mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya mungkin saat ini ibunya benar-benar sangat kecewa padanya.


Namun sebesar apa pun penyesalan dalam dirinya takan lagi mampu mengembalikan semuanya, semuanya sudah terjadi dan Netta hanya bisa menangis menyesali kebodohannya.


Ya, dia memang merasa bodoh. Sebenarnya bisa saja semalam dia menolak dan berusaha keras mencegah Daniel, namun apa yang terjadi? Justru dirinya pasrah saja pada apa yang Daniel lakukan padanya, bahkan bisa dibilang semalam Netta dengan sadar menikmati setiap sentuhan Daniel pada tubuhnya.

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karya baruku, semoga ceritanya bisa masuk dan menghibur para pembaca setiaku dimanapun kalian berada. Terima kasih 😊


Setelah membaca jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini..... 😘


__ADS_2