![She Is A Dangerouse Girl [Balas Dendam Olive]](https://asset.asean.biz.id/she-is-a-dangerouse-girl--balas-dendam-olive-.webp)
Dibalik payung itu, seorang gadis mencoba bersembunyi dari derasnya hujan.
Tetapi beberapa saat kemudian ia terduduk lemah di jalanan yang sepi nan basah membiarkan setetes demi setetes hujan membasahi dirinya.
Payungnya ia biarkan terbang terbawa angin, matanya terlihat kosong bahkan masih ada setitik darah di ujung bibirnya.
“Kenapa harus aku?” gumaman lirih namun terdengar frustasi pun terdengar.
Gadis itu, olive sudah banyak menyimpan kesedihan, ia difitnah oleh saudara kandungnya hingga akhirnya teman-temannya, keluarganya bahkan pacarnya menjauhinya.
Semua orang hanya baik di depan saja, semuanya akan mengerubungi olive jika gadis itu membawa sesuatu yang berharga yakni harta.
Olive bahkan hampir tak mempercayai orang di dunia yang penuh kebohongan ini, olive tahu bahwa ada banyak orang baik di dunia ini namun lebih banyak pula orang yang bersikap buruk.
Saat olive sedang merenungkan segalanya, sebuah payung ada di atas kepalanya dengan kata lain seseorang memberikan payung padanya.
Olive reflek mendongakkan kepalanya menatap seseorang pria datar yang menyerahkan payung padanya, satu pertanyaan hinggap di kepala olive.
‘Kenapa pria datar seperti ini masih menawarkan bantuan padaku? Apa aku mengenalnya?’ sayang sekali, olive tak bertanya langsung pada pria itu sebab olive terlalu sedih untuk berbicara.
“Sudah kuduga, kau melupakanku.. ive” ujar pria itu tetap menjaga agar olive tidak terkena air hujan dengan menyangga payung yang kini tengah ada di atas kepala olive.
Sedetik kemudian pria itu duduk di jalanan sama seperti olive namun dalam posisi siap sedia seperti hendak melakukan lomba lari.
Pria itu bahkan membiarkan tetesan hujan mendatangi dirinya namun ia tak membiarkan tetesan hujan itu meraih olive.
“Maaf, anda mengenal saya tuan?” tanya olive erotis bibirnya membentuk senyum sinis, ia rasa semua orang yang mengenalnya sebagai anak tertua di keluarga terkaya sudah menjauhinya.
“Jahat sekali, kau benar-benar melupakanku” pria itu berkata dengan sendu namun raut wajahnya terlihat datar.
“Hah?” olive pun terbeo, rasanya olive sama sekali tak mengenal pria tampan di hadapannya ini.
Ia pun berfikir selama beberapa detik.
“Tunggu! Kau memanggilku Ive?!” olive bertanya dengan kaget bahkan ia hampir terjingkat untungnya pria itu menyangga tubuh olive agar gadis itu tak terjekang ke belakang.
“Sekarang sudah ingat? Butuh 14 tahun untukku mencari mu, tapi saat aku menemukan mu kau malah melupakanku?” tanya pria itu balik sinis ke olive.
“Maaf.. dion” jawab olive kembali murung, pasti Dion tak tahu kenyataan bahwa olive sudah dibuang dari keluarganya, jika tahu mungkin Dion akan menjauhinya juga.
Apalagi melihat penampilan Dion yang tengah memakai jas juga auranya yang begitu mendominasi, sudah terlihat sekali jika Dion itu seorang CEO.
Tangan Dion terangkat untuk mengusap tetesan air di dagu dan pipi olive.
__ADS_1
“Jangan mengira jika aku akan meninggalkanmu juga Ive, aku mengetahui segalanya.. aku benar-benar tahu kenyataannya” ucapan Dion membuat olive menatap Dion dengan berkaca-kaca.
Sudah lama sejak olive ingin menangis namun ia masih menahannya tetapi ketika mendengar ucapan Dion ia ingin menangis keras.
“Luapkan semua amarahmu ive” bisik Dion lirih membuat suara teriakan olive terdengar.
“Huaaa kenapa mereka begitu jahat padaku? Apa salahku pada mereka? Selama ini aku selalu membantu mereka tapi kenapa mereka tak pernah ada di saat aku membutuhkan tongkat penyangga agar aku bisa berdiri kokoh?!”.
“Semua orang jahat! Sikap mereka hanya sandiwara saja, kenapa dunia ini kekurangan orang baik? Seharusnya dunia yang ideal itu memiliki banyak orang baik bukan jahat!” olive berteriak dengan begitu keras dan penuh amarah.
“Tidak semua orang Ive, dulu aku berfikir sama sepertimu apa kamu ingat apa yang kamu katakan padaku dulu?” tanya Dion tetap datar, ekspresinya sedari dulu tak pernah berubah.
“Jangan berfikir bahwa tidak ada orang baik, buktinya aku masih ada! Aku ini baik, lihat saja aku akan membuatmu tersenyum lagi seperti bangau yang membawa kebahagiaan”.
“Dunia ini mungkin kejam namun aku akan terus merangkul mu, aku akan selalu bersedia menjadi tumpuan mu agar kau bisa bangkit dari kesedihan mu!”.
Olive dan Dion sama-sama terdiam beberapa detik hingga hanya ada suara tetesan hujan yang menggema disana.
Kemudian tangan olive meraih gagang payung yang diarahkan condong oleh Dion padanya dan membawa gagang itu ke tengah-tengah antara dirinya dan Dion.
“Jika kau sampai sakit lalu siapa yang akan menghibur dan menyangga ku?” pertanyaan lirih dengan senyuman tipis itu menghampiri telinga Dion.
Dion memandang teduh kepada olive yang kini sudah bisa tersenyum lagi, senyuman yang begitu ia dambakan dan ia rindukan kembali menghiasi kehidupan Dion.
“Menurutmu?” tanya balik olive dengan seringai di wajahnya.
‘Sebab, ini adalah awalan bukan akhir! bagaimana semuanya bisa berakhir kalau aku belum membalas perbuatan mereka?!’ batin olive.
“Hm, menurutku kau akan membalas mereka” jawab Dion membelai lembut rambut hitam olive.
“Kalau sudah tahu kenapa kau bertanya huh?” dengus olive kesal.
“Aku akan membantu mu, lagipula aku juga muak pada orang-orang yang seperti keluargamu di dunia ini” sahut Dion dingin.
“Kamu memang harus membantu Dion oon, tapi kau hanya boleh membimbingku! Untuk urusan menyiksa dan membalas serahkan padaku!” mendengar julukan yang pernah dibuat olive saat mereka kecil dulu Dion terkekeh.
Oon diambil olive dari nama belakang Dion, on ditambah o di depannya, jadi oon kan?.
“Baiklah, ayo kita pulang” ajak Dion memberikan payung pada asistennya di belakang membuat asistennya itu memayungi mereka berdua.
“Pulang kemana?” tanya olive, dion langsung menggendong olive ala bridal style.
Hal ini membuat suara pekikan olive keluar.
__ADS_1
“Ke mansion kita tentunya, kau ingat apa yang aku katakan dulu hm?” tanya Dion melangkah diikuti asistennya.
Olive terdiam, ia mencoba mengingat-ingat apa yang dikatakan oleh Dion karena itu hanya ada suara tetesan air yang terdengar.
“Tunggu aku, saat aku besar aku akan membawamu, ingat saja kau itu milikku, hanya milikku, camkan itu”.
“Aku ingat!” seru olive, Dion pun tersenyum tipis mendengarnya.
Sedangkan dibelakang, asistennya hanya bisa meringis pelan, gadis yang akan menjadi nyonya nya itu mengagumkan! Orang datar yang hanya memiliki darah dingin berhasil dibuat tersenyum tipis bahkan terkekeh berkali-kali.
KLEK
Olive diletakkan Dion di bangku belakang mobil bermodel pintu geser bersamanya.
Sedangkan sang asisten berada di depan, menyetir mobil, “Jadi langkah pertama apa yang akan kamu ambil?”.
“Menyelidiki orang-orang yang membantu adikku melakukan hal menjijikkan seperti itu” olive berkata dengan sedikit datar.
“Baiklah” balas Dion memandang lurus ke depan.
“Kau tidak penasaran tentang kedudukan ku sekarang?” tanya Dion yang sejak tadi menunggu pertanyaan itu.
“Tidak, untuk apa aku bertanya? Apapun kedudukan mu kamu tetap Dion” jawab olive tanpa menoleh.
Reflek Dion menatap takjub pada olive, sama seperti dulu, olive memiliki banyak kejutan.
Di saat semua wanita mendambakan dirinya, disaat semua wanita menawarkan tubuhnya padanya, disaat semua wanita memandang kedudukannya olive sama sekali tidak memperdulikannya.
Olive mungkin membiarkan Dion menggendongnya namun Dion tahu olive tak akan membiarkan Dion bertingkah lebih dari itu.
Dion sadar bahwa ia harus mendapatkan hati gadis itu terlebih dahulu, ia tak ingin membawa olive dalam hubungan atas dasar terpaksa.
TBC
***
Halo kakak-kakak semuanya perkenalkan saya Dira, seseorang yang mencoba untuk menulis disini 🤗.
Mohon dukungan, saran, kritik dan komentarnya ya -!.
Thank u~
- Dira
__ADS_1