![She Is A Dangerouse Girl [Balas Dendam Olive]](https://asset.asean.biz.id/she-is-a-dangerouse-girl--balas-dendam-olive-.webp)
BRAK
Kesal sudah menguasai olive, gadis itu langsung menghentakkan kaki kesal ketika ia sudah masuk di dalam mansion.
“Hey, kenapa kau kesal my little Queen?” tanya Dion yang sedari tadi membaca berkas yang diberikan vrolar di ruang untuk berkumpul.
Bukannya ia tak memiliki ruangan pribadi untuk mengerjakannya namun ia mengetahui bahwa terjadi sesuatu di taman, dan yeah Dion menunggu olive.
“Kau tahu? Ternyata jjeva dan Andre bersekongkol untuk menyingkirkan ku!” Dion tersenyum samar saat olive terkesan mengadu padanya.
“Kemarilah dulu.. kau mau aku membereskan mereka sekarang hm?” tanya Dion menawarkan dirinya sekali lagi.
Olive langsung duduk di samping Dion, ia menatap mata perak Dion yang tak tertutupi softlens jika berada di dalam mansion (hanya ada dirinya.)
“Tidak! Aku akan membuat mereka menyadari betapa bahayanya diriku. Aku seringkali disebut bunga matahari namun kali ini aku akan berubah menjadi bunga mawar” olive menyeringai.
Ya.. bunga mawar memiliki duri bukan?.
“Aku akan tetap mengawasimu little Queen” balas Dion agak datar, ia mengelus pelan rambut olive.
Vrolar yang sedari tadi melihat jadi kikuk sendiri, tuannya itu aneh. Pria itu tau segalanya namun ia malah membiarkan olive untuk mencari tau sendiri.
Siapa yang terlibat? Siapa yang menyebarkan? Semuanya Dion tahu! Ya meskipun olive tak membiarkan Dion membantu namun pria itu masih bisa memberitahu olive tentang nama orang-orang itu kan?.
Jangankan nama, identitas, ras, ayah ibu, marga, profesi bahkan tempat-tempat yang selalu dikunjungi pelaku pun Dion tahu.
__ADS_1
‘Kenapa tuan tidak memberitahu nyonya saja? Bukankah pekerjaan nyonya akan lebih mudah jika tuan memberitahu informasi itu pada nyonya?’ batin vrolar selalu bertanya-tanya.
Namun vrolar tak berani mengutarakan pertanyaannya pada Dion secara langsung.
Ia jelas tak mau melawan Dion yang nyatanya memang berbahaya, Dion itu seorang Presdir dan tentunya... Ia tak akan mengampuni siapapun yang berani mengusik hidupnya ataupun hidup kesayangannya.
Hanya sekali ini Dion melepaskan mangsanya hanya agar permintaan olive bisa ia penuhi, olive meminta untuk melakukan balas dendam ini sendiri.
Padahal Dion memiliki informasi dan pria itu bahkan nyaris menghabisi nyawa orang-orang yang terlibat dalam usaha untuk menjatuhkan olive.
“Ya.. kan memang harus begitu oon? Memangnya kau mau membiarkanku tanpa pengawasan?” tanya olive ketus, nada dinginnya hilang.
Dion hanya terkekeh singkat ketika mendengar ucapan olive, jelas jawabannya tidak bukan? Ia akan selalu mengawasi olive walau gadis itu berusaha memberontak darinya.
TOK TOK TOK
“Bawa masuk” ucapan Dion terdengar sangat dingin, hingga membuat olive hampir menggigil kedinginan. Kadang olive bingung, kenapa Dion masih saja begini? Dingin pada orang lain tapi sedikit lembut jika bersamanya.
Tak bisakah Dion berubah? Olive takut bahwa Dion tak akan memiliki teman karena sikap buruknya ini.
Ruangan bersandi itu otomatis terbuka ketika mendengar suara bariton Dion, olive hanya memandang datar pada orang yang baru masuk.
Ia tau, ini salah satu pengawal yang ada di depan mansion Dion.
“Serahkan surat itu” Dion berucap datar sambil melirik ke arah vrolar, jelas sekali bahwa Dion ingin pengawal itu menyerahkan suratnya ke vrolar yang berdiri tak jauh darinya.
__ADS_1
Vrolar langsung menerima surat yang disodorkan pengawal, setelahnya ia menyuruh pengawal itu pergi.
Dan.. lagi-lagi pintu bersandi itu terbuka ketika Dion mengeluarkan suaranya, dengan satu perintah “Buka.”
“Itu dari siapa?” setelah pengawal itu pergi, olive bertanya dengan penasaran pada vrolar.
Vrolar yang baru saja membaca pun menjadi terkejut, “Ini.. ini.. ini dari tuan dan nyonya fordisyen.”
Vrolar mengucapkan dengan sedikit syok, mendengar nama fordisyen disebut Dion langsung menarik surat yang ia kira tidak penting tadi.
“Acara.. ulang tahun putri tunggal mereka?” Dion geram ketika melihat kata 'tunggal' memang keluarga fordisyen perlu diberi perhitungan.
“Sudah aku duga, adikku oh bukan! Maksudnya jjeva selalu meminta gara ultahnya dirayakan dengan mewah, aku menduganya! Ulang tahunnya itu.. tiga hari kemudian.”
Olive berucap dengan tenang tanpa ekspresi.
“Apa kau akan langsung membalas tanpa menyiksa?” tanya Dion yang paling tak suka kalau mangsa yang ia lepaskan untuk olive tidak di siksa dahulu.
“Kau fikir semudah itu aku mengampuni mereka oon? Tentu saja mereka harus dihukum dan disiksa dulu! Baru aku melakukan pembalasan yang sesungguhnya” balas olive dengan bibir mengerut.
Dion hanya diam dan menyeringai, olive sepertinya cocok dengan kepribadian ganda yang ia miliki saat ini.
‘Oh jangan bilang kalau aku akan terjebak di kekejaman ini terus?’ batin vrolar sedikit meringis ketika membayangkannya.
Namun apa daya? Ia juga sering berhadapan dengan hal yang seperti ini, hanya saja ia masih tidak terbiasa dengan sikap dingin tuannya.
__ADS_1
Padahal ia sudah bekerja untuk Dion bertahun-tahun lamanya.
TBC