![She Is A Dangerouse Girl [Balas Dendam Olive]](https://asset.asean.biz.id/she-is-a-dangerouse-girl--balas-dendam-olive-.webp)
Olive menatap bangunan super megah di depannya, “Ini mansionmu Dion?.”
“Tidak, ini bukan mansionku” jawab Dion datar sambil melirik ke olive, seketika vrolar asisten Dion melirik heran ke atasannya.
Jelas-jelas tadi ada nama ‘Libreand’ kan itu marganya sang tuan? Lalu kenapa tuannya itu bilang begitu?.
“Lalu? Bukankah namamu masih sama? Dion almarys libreand? Di depan tadi ada tulisan ‘libreand’ itu berarti ini mansionmu!” balas olive balik menatap Dion. Olive itu gadis berpendidikan.
“Ini bukan hanya mansionku, sekarang ini juga mansionmu oleh karenanya tak usah sungkan tinggal disini” Dion sedari tadi melihat pergerakan olive yang terlihat tak enak harus menumpang kan hidup pada Dion.
“Terima kasih sudah memperhatikanku sampai sebegitunya” bukannya olive tak peka namun ia butuh waktu untuk membuka hatinya lagi.
Olive tahu bahkan sangat tahu kalau Dion itu mencintai dirinya, tetapi yah masa lalunya masih membekas jelas di ingatannya. Olive tak setega itu untuk menerima Dion sedangkan ia masih terjebak masa lalu.
“Aku akan berusaha menghilangkan si b******k itu dari ingatan ku, agar aku bisa cepat membuka hatiku lagi untukmu. Tapi.. kumohon jangan sakit hati kalau aku tetap tidak mencintaimu nantinya” mendengar ucapan lirih olive Dion bertambah datar.
Bukannya apa namun olive tak ingin memberi harapan palsu pada Dion, vrolar yang ada di belakang mereka pun melotot mendengar suara olive yang terdengar sangat berani pada orang datar seperti Dion.
“It’s okay but.. kau harus membuka hatimu dulu dan membiarkan aku berusaha” sahut Dion tersenyum tipis dan menepuk pelan kepala olive.
Olive pun terdiam, ia mengangguk pelan.
“Ayo masuk?” ajak Dion, olive lagi-lagi mengangguk mengiyakan. Akhirnya dua sejoli itu masuk ke mansion diikuti vrolar di belakangnya.
TEK TEK KLETEK, vrolar menekan kode. Yang olive tahu kodenya apa? Itu.. tanggal pertemuannya dan Dion dulu di masa kecil mereka.
Seketika pintu mansion dengan sistem keamanan ketat itu terbuka.
__ADS_1
Terlihatlah ruangan mewah dengan berbagai perabotan sederhana namun jelas mewahnya, lampu gantung berhiaskan berlian asli yang memancarkan cahaya terangnya ketika terpantul dengan cahaya matahari.
Sungguh indah!.
“Vrolar, kau tunggu disini. Aku akan mengantarkan olive ke kamarnya” Dion melirik vrolar di belakang sana.
Asistennya itu langsung mengangguk, olive pun mengikuti dion di sampingnya.
“Jika ada yang kamu inginkan kamu bisa langsung mengatakannya padaku ataupun maid disini” ujar Dion dingin menatap pada olive yang terlihat sedikit seram dari yang dulu.
“Baik” balas olive singkat namun nadanya terdengar hangat.
TEK TEK KLETEK
“Dimana kamarmu oon?” tanya olive yang tidak bisa mengubah panggilan oonnya ke Dion.
“Woah, kau masih ingat rupanya?” sepertinya olive hanya akan riang jika bersama Dion berdua saja.
“Kamu bercanda? Aku mencarimu hingga belasan tahun! Mana mungkin aku melupakan julukan itu” Dion terkekeh pelan.
“Kodenya berapa?” tanya olive saat ia lupa kode kamarnya sebab sedari tadi ia berbicara dengan Dion hingga tak memperhatikan bahwa pintu kamarnya terbuka.
“Tanggal ulang tahunmu” jawab Dion menarik tangan olive untuk masuk ke kamarnya.
Seketika olive kagum, ia memang terbiasa dengan kemewahan namun.. kamar ini bak ratu kerajaan. Di mansion fordisyen kamar jjeva yang bak Puteri mahkota sedangkan kamar dirinya yang hanya Puteri biasa.
Seharusnya dari situ olive sudah tahu bahwa mereka membenci dirinya, mereka mempertahankannya hanya karena dirinya itu pewaris kekayaan kakeknya.
__ADS_1
‘Lihat saja bagaimana aku membalas kalian nanti’ batin olive.
“Hey mengapa kau diam? Kamu tidak suka kamarnya? Mau ganti?” tanya Dion sedikit datar ketika melihat olive melamun.
“Eh apa? Kamu bilang apa tadi?” tanya balik olive yang tidak sebegitu mendengar ucapan Dion.
“Hh, little Queen ku ini tak menyukai kamarnya? Kalau begitu kita ganti saja” mendengar ucapan Dion olive pun melotot kaget.
“Siapa yang bilang begitu? Aku menyukai kamar ini oon!” sahut olive agak garang.
“Habisnya dari tadi little Queen melamun” balas Dion datar.
Seketika olive menunduk pelan, Dion lalu mengangkat dagu olive “Bukankah kamu berniat untuk membalas mereka little Queen? Maka itu berarti kamu tidak boleh gampang menangis kan?.”
Sesungguhnya Dion tahu bahwa olive itu gadis mandiri terbukti saat masa kecil mereka olive tak pernah diikuti pengawal ataupun pelayan.
Akhirnya Dion berfikir bahwa olive itu juga orang biasa seperti dirinya dahulu, eh malah ternyata olive itu orang berkedudukan tinggi, selain itu pakaian yang olive gunakan selalu kasual. Oleh karenanya proses Dion mencari olive itu sangat lama.
Hanya saja, gadis ini butuh dorongan untuk segera bangkit dan menjadi gadis mandiri lagi.
“Kamu benar! Bagaimana aku bisa sedih-sedih an seperti ini? Mereka yang harus sedih bukan aku!” sahut olive berapi-api.
“Ini baru olive yang ku kenal” balas Dion tersenyum tipis pada olive.
Senyum tipis dan kekehan Dion hanya untuk olive saja sebab Dion tak pernah menunjukkan itu pada orang lain.
Olive melirik alat almari dan alat make up di meja riasnya, “Aku akan mengubah penampilanku dahulu agar tak ada seorang pun yang mengenaliku. Ah ya, target pertama ku adalah Andreas aku memberitahumu agar kau tidak khawatir, sungguh oon aku akan membuatnya menyesal.”
__ADS_1
TBC