![She Is A Dangerouse Girl [Balas Dendam Olive]](https://asset.asean.biz.id/she-is-a-dangerouse-girl--balas-dendam-olive-.webp)
Olive menggamit tangan kekar nan berotot milik Dion ketika mereka tengah berada di pusat perbelanjaan umum, alias mall.
Olive yang meminta ini padahal Dion nyaris ingin membuat para petinggi mall ini datang ke mansionnya, namun olive mencegahnya sebab ini adalah kesempatan yang tepat untuk menunjukkan hubungan mereka di depan umum.
Ini akan mempermudah langkahnya menuju ke keluarga fordisyen.
Siapa yang tidak tertarik? Dion dengan pesona rambut hitamnya dan pandangan matanya yang tajam, terlihat sekali kalau ia orang dengan type yang dingin.
Sedangkan olive di samping Dion tersenyum bak bunga matahari, padahal di hatinya ia mencaci maki ‘Kenapa sih harus pura-pura senyum begini? Huh merepotkan namun memang ini langkah untuk menarik perhatian umum!.’
‘Rencananya bagus juga’ batin Dion, Dion awalnya ingin ikut campur sedikit tanpa pengetahuan olive namun rasanya itu tak perlu dilakukan sebab olive sendiri sudah mengambil langkah yang tepat.
Vrolar? Asisten itu hanya mengawasi sepasang gadis and bujangan itu dari belakang, sesekali mimik wajahnya terlihat risih saat beberapa pengunjung menoleh dan tersenyum genit ke arahnya.
Cih! Benar-benar memuakkan, bagi vrolar seharusnya gadis itu yang dikejar bukan yang mengejar! Jika gadis-gadis itu melewati batasan seperti.. saat ini vrolar sudah menunjukkan rasa tidak suka secara terang-terangan namun gadis-gadis tadi tetap memandangnya genit.
Vrolar sama sekali tak menyukai hal ini, bahkan kini vrolar dapat menebak bahwa gadis-gadis itu terbiasa dengan yang namanya ‘one night stand.’
__ADS_1
Menjijikkan bukan?.
Vrolar mana mau bekas seperti itu? Mimpi deh.
“Oon— eh maksudku sayang ayo ke toko yang itu? Sepertinya model bajunya bagus-bagus, lagian kan aku harus mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadiri pesta ulang tahun nona fordisyen” olive sengaja sedikit berucap dengan keras untuk diberi bumbu netizen.
Olive memanfaatkan sifat para netizen yang sangat suka menyebar gosip, dengan begini olive dan Dion akan dianggap sebagai pasangan resmi.
Dion dan olive pun masuk ke toko itu, olive meneliti baju-baju yang di suguhkan.. yah bagus sih modern tapi..
“Ukuran saya L apakah disini tidak ada gaun ukuran dewasa L?” tanya olive penasaran, Dion yang mendengar pun hampir melototkan matanya ke arah gadisnya itu ralat! Calon gadisnya.
Ukuran tubuh Dion saja XL yah tak heran sebab tubuh lelaki ini berotot dan tegap, mana muat baju berukuran L kalau ototnya bahkan lebih besar dari badannya?.
Body sixpack dengan roti sobek-sobek, huhh menggiurkan.
Sayang sekali, dion hanyalah milik olive, hanya olive saja tidak orang lain! Lagian.. lihat kan? Dion bahkan sampai rela menemani olive berbelanja dengan sabar.
__ADS_1
Ia tahu para gadis biasanya berburu barang belanjaan dalam kurun waktu yang cukup lama, namun Dion sama sekali tidak mengeluh.
Bahkan ia sesekali berkomentar tentang gaun olive, cocok atau tidaknya gaun tersebut ketika melekat dengan tubuh ramping gadisnya.
Vrolar yang bahkan tetap mengawasi dari belakang saja hampir menguap kebosanan, bagaimana bisa tuannya itu bertahan selama ini? Padahal kan.. Dion sama sekali tidak suka menunggu?.
Tetapi kali ini? Pria itu menunggu seorang gadis memilih pakaian! Dan tentunya itu akan memakan waktu hingga berjam-jam lamanya.
Terkadang vrolar agak iri alias jealous ke si calon nyonyanya ini, dia bisa diperhatikan Dion bahkan sangat memperhatikan kenyamanan, pas tidaknya gaun dan tentunya ukurannya pas.
Tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, yah itulah target Dion untuk pakaian olive saat ini.
Dion duduk di sebuah kursi sambil berucap, “Ganti! Hari itu kau akan tampil di depan orang banyak dan kau ingin memakai pakaian ini? Pakaian ini kurang cocok untukmu.”
Vrolar hanya bisa menghela nafasnya pasrah ketika ia mendengar sang tuan berucap panjang (hanya ke olive alias gadisnya) saja!
Duh-duhh makin pusing saja deh
__ADS_1
TBC