She Is A Dangerouse Girl [Balas Dendam Olive]

She Is A Dangerouse Girl [Balas Dendam Olive]
gadis beracun


__ADS_3

Olive hanya tersenyum pada andre, “Saya permisi ya. Ada seseorang yang sedang menunggu saya.”


Tanpa menunggu balasan olive pergi dan kembali ke mobilnya, di dalam mobil ia menyeringai tipis. Ia sudah menaruh penyadap kecil di baju Andre, dan ajaibnya penyadap itu akan hancur setelah tiga puluh menit.


Yah tentunya.. ketika hancur penyadap itu tak akan menimbulkan efek apapun.


Olive menyibak rambut hitamnya dan memegang sesuatu di telinganya, “Bagaimana dengan jjeva? Apa yang dia lakukan?.”


“Dia sedang berada di taman kota nyonya.”


Taman kota? Bukankah itu disini?.


Olive mengedarkan pandangannya, mata tajamnya memindai bak scanner hingga akhirnya gadis itu menemukan adiknya yang tengah menuju ke Andre.


Secepat kilat olive mengaktifkan laptopnya yang terhubung ke penyadap di Andre, ia mendengarkan obrolan antara adik Jahan*amnya dan mantan pacarnya.


“Bagaimana?.”


“Tentu rencana kita berhasil! Kan sejak kecil aku sudah menyebarkan rumor tidak baik tentangnya!.”


Olive mendesis kesal namun matanya sedikit berkaca-kaca, air mata itu terlalu angkuh untuk turun sebab ia memang harus membalaskan dendamnya bukan berdiam diri dan menangis bak gelandangan.


“Sekarang tinggal urusan kamu, aku dan janin kita.”


DEG


Hati olive seperti teremas saat mendengar hal ini, jangan bilang jjeva melakukan ini untuk merebut Andre? Bilang dong! Ngga usah ngehancurin olive sampai sebegitunya kan?.

__ADS_1


“Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan mendatangi orang tuamu.”


Olive hanya bisa mendengarkan, ia menahan diri untuk tidak melabrak dan memukul mereka berdua, balasannya akan lebih menyakitkan dan itu yang dijanjikan olive pada mereka.


“Aku menunggu mu Andre, aku bahkan menyingkirkan dia lebih cepat dari yang seharusnya karena kau harus bertanggung jawab tentang janin yang sudah berusia dua bulan ini.”


Tuh kan? Dugaan olive tepat sasaran, adiknya melakukan ini hanya untuk Andre. Tunggu? Dua bulan? Berarti itu saat olive masih berpacaran dengan Andre?.


Ck!.


“Iya sayang.”


Olive mendecih jijik, dulu ia sangat suka panggilan yang di ucapkan Andre namun sepertinya.. rasa cinta itu sudah terkubur.


Note: yang miring ucapannya jjeva (adiknya olive) yang tebal ucapannya Andre.


“Ayo pergi, kita kembali ke mansion” titah olive pada supir perempuan dihadapannya.


“Ah ya, aku tidak mengetahui nama mu, siapa namamu?” olive bertanya dengan penasaran. Kini tak ada rasa sakit yang baru ia rasakan tadi.


Yah mungkin memang benar bahwa ia hanya cinta monyet pada Andre, yang terpenting sekarang itu.. siapa cinta sejatinya?.


Apakah itu benar Dion si oon itu? Jika iya maka olive akan sangat bahagia, bagaimana tidak? Dion kan orang yang paling pengertian padanya, dia juga orang yang bersedia disamping olive kapanpun gadis itu membutuhkannya.


Benar-benar wah!.


“Nama saya mely” mendengar ini olive mencetuskan tawa setengah seringaiannya.

__ADS_1


Bukannya ikut tertawa mely pun merinding dengan tawa calon nyonya libreand itu.


“Hahaha namamu mely? Hampir mirip dong sama nama Mery? Hahaha tapi.. ku harap takdirmu tak seperti mery” nada dingin kembali dicetuskan olive di kalimat terakhirnya.


“Eh iya nyonya” akhirnya mely hanya bisa mengiyakan ucapan olive sang calon nyonya tuan besarnya.


Fufufu


Terkadang gumaman itu muncul dari si gadis beracun, olive. Ia seperti membayangkan harus dibalas dengan cara apa keluarga fordisyen?.


Hah, mungkin olive akan memberi sedikit diskon karena ia terlahir di keluarga itu. Tapi... Hanya diskon tidak lebih! Itupun kalau si fordisyennya meminta seperti pengemis.


Dan olive menantikannya, ia menantikan saat ia membalaskan dendam dan melihat serta mendengar wajah pengemis dari ayah dan ibunya yang benar-benar angkuh.


Olive tak perduli toh, mereka akan menuai apa yang mereka tanam. Sejauh ini olive hanyalah gadis lemah, mandiri, dan tentunya lembut.


Namun setelah saat ini... Akankah olive menjadi lembut seperti biasanya? Oh tentu tidak! Kini panggil dia gadis beracun.


Olive.


“Dalam waktu setahun, aku akan menyiksa dan membalas kalian, ingatlah gadis beracun ini selalu menunggu hari dimana ekspresi sedih kalian terlihat.”


Mendengar gumaman nyonyanya si mely bergidik ngeri, ngga tuan ngga nyonya mereka sama saja. Huhh ia fikir ia bisa bebas dari yang namanya hawa dingin namun sepertinya tidak.


“Aku menunggu takdir yang menghukum kalian” sambung olive lagi, matanya terlihat memerah karena amarah, ia tidak sedih tapi ia marah!.


Akhirnya pandangan ia alihkan ke luar jendela kaca mobil, pandangan yang asri, tenang dan damai tentunya.

__ADS_1


Cocok untuk olive yang saat ini butuh mendinginkan fikirannya yang sudah hendak meletus.


TBC


__ADS_2