She Is Fangirl

She Is Fangirl
panik


__ADS_3

Hari libur tidak ada yang berbeda selama sebulan pernikahan mereka, helen sibuk menyaksikan drakor kesukaannya sembari memakan beberapa bingkisan kue, tak luput beberapa kantong kosong bekas cemilan tergeletak di pinggirnya.


Felix selalu di ruangan kerjanya atau bersantai di kolam renang, tak jarang dia melewati istrinya yang malas2an sambil cengir dan menggelengkan kepalanya,


"apa dia sudah sarapan? " tanya felix pada bi endah ketua pelayan yang sedari tadi memperhatikan helen,


"belum tuan,,," jawabnya, bi endah adalah orang yang paling di percaya untuk mengurus rumah kluarga abimana,


Felix mengambil es krim yang di pegang helen tanpa gadis itu sadari,


"apaan sih,,, " kesalnya sembari membalikan tubuh menghadap felix yang kini sudah berada di sampingnya,


"sarapan dulu,,, " titahnya


"lagi gak mood" ujar helen mencoba merebut tempat es krimnya dari felix,


"jadi mood nya apa nyonya lord,,, " ujar felix dengan nada serendah mungkin membuat beberapa pelayanan kaget, tentu sikap dingin felix itu tidak pernah berubah walaupun sudah memiliki istri yang menurut mereka hampir sempurna.


Sudah hampir 4 jam berlalu felix keluar dari ruang kerjanya dan mendapati helen masih dengan posisi yang sama di ruang santainya, sesekali gadis itu mengumpat aktor yang menurutnya bodoh, tertawa seperti orang kurang waras ketika ada adegan yang menurut nya lucu, dan bahkan ikut menangis ketika tokoh kesayangan nya di jahati.

__ADS_1


Semudah itukah perasaannya? Pikir felix sembari geleng2 melihat helen yang tengah tertawa terbahak2 tatkala tokoh antagonis di dramanya terseret ke danau,


Felix pun pergi ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi melakukan rituan mandi sorenya.


Helen merasa sedikit nyeri di perutnya dan gadis itu baru sadar kalau hari sudah mulai gelap, ia beranjak menuju kamarnya dan berniat untuk mandi terlebih dahulu, tetapi niatnya itu ia urungkan saat mendapati lampu kamar mandi yang menyala dengan pintu tertutup,


Ia menunggu felix menyelesaikan mandinya dan merebahkan tubuhnya di sofa, rasa sakit di perutnya semakin parah hingga membuat helen meringis beberapa kali,


Felix yang sudah berganti pakaian dan mendengar ringisan helen langsung berlari menuju gadisnya itu,


"hesa are you okay? " tanya nya mencoba mengusap pelan dahi gadis itu yang sudah di penuhi keringat dingin,


Tangan helen yang di pegangannya tampak dingin begitu pula kaki gadis itu,


Tanpa banyak pikir felix berlari keluar kamar "bi endah tolong saya,,, " teriaknya dari depan pintu,


Mendengar teriakan tuan mudanya beberapa pelayan ikut keluar mengikuti bi endah, ini kali pertamanya felix memanggil bi endah padahal pria itu biasanya tidak pernah merepotkan siapapun.


"iya tuan,,, " jawab bi endah sembari menunduk,

__ADS_1


"tolong bawakan air hangat ke kamar saya dan segera telpon dokter. Camel" ujar felix begitu tersirat kekhawatiran nya,


Bi endahpun langsung melakukan tugas yang di minta tuannya,


beberapa menit kemudia dia mengetuk pintu kamar majikan mudanya itu sembari membawa segelas air putih, di ikuti wanita sebaya felix di belakangnya dengan jubah putih,


"masuk,,, " perintah felix merekapun masuk pemandangan langka yang kini membuat kedua nya saling tatap tak percaya,


Felix dengan rambut acak2an juga wajahnya yang tampak khawatir, tentu saja mereka semua tidak pernah melihat felix sepanik itu dan ini pertama kalinya,


"apa dia mengeluhkan sesuatu? " tanya camel pada felix yang langsung menggelengkan kepalanya,


Sahabat Pria yang dulu selalu menjadi idola kampusnya itu kini tengah di landa kepanikan bahkan ekspresi datarnya benar2 hilang sekarang,


Felix merasa tidak berguna sebagai seorang suami yang bahkan tidak menyadari istrinya yang sakit.


"annyeong readers,,, maaf kalau ceritanya agak sedikit garing mungkin karna selain kekurangan air autor kecil ini masih kekurangan bakatnya,,, jangan lupa tinggalkan jejak membacanya dan hevan selamat membaca part berikutnya"


**Next part OR No**?

__ADS_1


__ADS_2