She Is Fangirl

She Is Fangirl
sayang?


__ADS_3

"asam lambungnya naik,,, tekanan darah rendah dia akan baik2 saja,,, ingat perhatikan makanannya, hindari makanan pedas dan es krim" ujar camel pada sahabatnya,


"baiklah,,, thankyou mel" ujar felix yang sudah sedikit tenang melihat helen kini sudah tertidur tanpa meringis kesakitan,


Camel mengangkat kedua bahunya seolah itu bukan masalah besar.


Setelah mengantarkan camel ke depan pintu felix langsung kembali lagi ke kamarnya, dia duduk di tepi ranjang sebelah tangannya mengusap puncak kepala helen dan gadis itu langsung membuka matanya,


"apa perutnya sakit? " tanya felix dengan suara lirih, tanpa menjawab helen menganggukan kepala nya,


Gadis itu tetap dengan posisi berbaring nya tanpa menolak tangan felix yang terus mengusap puncak kepalanya.


"hes,,, makan dulu yah biar nanti bisa minum obat" bujuk felix mengusap pelan pipi gadis itu,


"gak mau,,, " tolaknya

__ADS_1


"biar cepet sembuh sayang,,, " ujar felix yang tanpa pria itu sadari membuat wajah helen merona, ini pertama kalinya seorang felix menyebutnya sayang, setelah sikap pria itu yang hanya menganggapnya istri saat mereka berdua saja.


"yok mau yah,,," harap felix dan helen pun mengangguk mencoba menyandarkan tubuhnya di bantal,


5 suapan telah berlalu kini helen merasa perut nya sakit seolah2 di tusuk2 benda tajam, "apa yang sakit? " ujar felix langsung mengambil mangkuk bubur dari tangan istrinya yang sudah merintih kesakitan, begitu tidak tega melihatnya terus merintih felix langsung membawa tubuh mungil helen ke dalam pelukannya,


sebelah tangan felix merangkul bahu helen yang berguncang pelan karena rintihannya, sebelah tangan lainnya mengusap lembut perut gadis itu,


Beberapa menit kemudian nafasnya sudah teratur tetapi mata sayu nya menatap felix yang kini tengah menatapnya juga,


"maafkan aku,,, " sesal felix sembari mencium keningnya, beberapa waktu dia membiarkan bibirnya terus menempel di kening helen,


"aku suami macam apa yang tidak mengetahui istrinya kesakitan" ujar felix menyesal dengan tulus,


Helen tersenyum melihat kesamaan felix dengan lord nya, mereka sama2 suka menyesal atas sesuatu yang tidak seratus persen itu kesalahannya pikir helen,

__ADS_1


Detik kemudian dengan berani dia menempelkan bibirnya dengan bibir pria itu, yakin dan tidak yakin helen mengambil keputusan dia tidak mungkin menahan hasyratnya lagi untuk tidak mencium bibir menggoda milih suaminya itu, gadis itu tidak menggerakan bibirnya hingga beberapa detik hanya menempel,


Sepertikehilangan kendali felix yang sedari tadi mencoba menahan diripun tak kuasa ketika bibir sexy istrinya menempeli bibirnya tanpa bergerak,


Detik berikutnya felix mulai mencumbu lembut istrinya, untuk yang pertama kali setelah sebulan pernikahan mereka.


Ciuman felix turun keleher helen dengan ganasnya pria itu menciptakan beberapa tanda kepemilikan di sana,


saat felix ingin bergerak lebih jauh dan hendak mengangkat kaos yang di kenakan helen gadis itu langsung menghentikannya,


"mas lord,,, aku belum siap" lirih helen ragu membuat felix mendengus kasar, pria itu kini benar2 telah terangsang dan di sini lain dia tidak ingin melakukannya karna paksaan, ia begitu tidak ingin istrinya terluka.


"aku minta maaf,,, " sebelah tangan helen menarik2 kaos yang felix kenakan seolah gadis itu sadar kini suaminya tengah terangsang,


"it's okay sayang" ujar felix tersenyum kini dia membaringkan kembali tubuhnya di samping helen dan langsung memeluk gadis itu.

__ADS_1


"annyeong readers,,, maaf kalau ceritanya agak sedikit garing mungkin karna selain kekurangan air autor kecil ini masih kekurangan bakatnya,,, jangan lupa tinggalkan jejak membacanya dan hevan selamat membaca part berikutnya"


**Next part OR No**?


__ADS_2