
Dres satin putih selutut membuat helen benar2 terlihat cantik, bahkan kini gadis itu mengikat acak sedikit rambut bagian belakangnya,
" my little princess yok turun sebentar lagi mas lord mu datang" goda erik sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah helen,
"mas lord apanya,,, hahahaaa yihhh jijik banget dah lu kak yang cocok itu mas loey" jawab helen santai,
"loey,,, loey,,, mas cahyono lo juga bentar lagi datang" ujar erik, lantas mereka berdua pun turun ke ruang tamu,
Tentu saja karna rumah mereka berlantai 3 dan khusus lantai 3 milik erik, lantai 2 milik helen sedangkan orang tua mereka tinggal di lantai dasar.
"apakah ini Hesa,,, " ujar sara yang baru datang dan merangkul helen,
Tentu saja helen tidak mengerti kini setelah dosen kiler itu bahkan ibu pria masa kecilnya memanggil dia hesa.
__ADS_1
"hel apakah kamu masih ingat ini calon mertuamu" goda vina,
Helen tersenyum kikuk dia masih ingat dengan jelas wajah sara dengan abi, tetapi tidak dengan lord karena ia hanya mengingat nya saat pria itu berusia 11 tahun.
"ingat kok mah,,, selamat datang tante" sapanya ramah tanpa sadar dan melirik ke arah pria yang baru masuk di ikuti erik dari belakangnya,
"sayang itu mas lord mu sudah sangat tua sekarang" ujar sara sambil menunjuk ke arah putranya,
Mendengar ucapan 'mas lord' helen benar2 ingin tertawa, tentu saja gadis itu tidak mungkin menyebut pria dengan sebutan mas, karna mas itu hanya cocok untuk idola prianya yaitu 'mas cahyo, mas loey, mas chayeol' pikir helen.
"pak felix? Oya, apakah lord juga dosen mu sayang,,, jadi kalian pernah bertemu lagi?" ujar sara tersenyum berharap,
"pak felix itu putra tante? " tanya helen kaget membuat orangtuanya heran,
__ADS_1
"tentu saja princess Hesa dia kak lord mu versi dewasa " ujar abi sembari tersenyum sungkan ,tak menyangka calon menantu idamannya bahkan sudah lupa wajah tunangan masa kecilnnya.
Ngebahas tentang tunangan saat helen berumur 5 tahun tidak ingin di tinggal kan lord, yang waktu itu masih berusia 11 tahun dan harus ikut pindah ke AS karna bisnis abimana ayahnya,
Helen kecil yang setiap hari selalu bermain dengan lord dan erik pun tidak rela di tinggal kan lord,
malam sebelum kepergiannya keluarga abimana memutuskan lord bertunangan dengan helen kecil, keluarga widyatamapun ikut setuju dan tentu saja mereka yakin, suatu saat mereka bisa menjadi satu keluarga sungguhan dengan ikatan pernikahan,
hanya lord satu2 nya putra kluarga abimana begitu pula helen satu2 nya anak gadis yang keluarga widyatama punya,
bahkan lord selalu menantikan waktu pertemuan nya itu dengan helen, dia bahkan tidak tertarik gadis lain selain gesa kecilnya.
Siapa menyangka bahkan helen dewasa tidak ingat panggilan sayang keluarga abimana itu untuknya, dia bahkan masih belum percaya lord nya itu dosen kulkas yang tadi siang menghukum nya.
__ADS_1
"annyeong readers,,, maaf kalau ceritanya agak sedikit garing mungkin karna selain kekurangan air autor kecil ini masih kekurangan bakatnya,,, jangan lupa tinggalkan jejak membacanya dan hevan selamat membaca part berikutnya"
...Next part OR No?...